High Tension, Hardcore Bengal dari Australia

Salah satu band yang akan beraksi di Soundrenaline 2018 adalah High Tension, asal Melbourne, Australia. Band ini beranggotakan Lauren Hammel (drum), Mike Deslandes (gitar), Matt Weston (bas) dan Karina Utomo (vokal).

Melbourne sendiri, memang dikenal luas sebagai salah satu tempat subur musik keras di Australia. Banyak nama yang muncul dan besar darisini. Diantaranya ada Deez Nuts yang sudah malang melintang di dunia hardcore internasional, hingga grup grind King Parrot yang rajin tur melintas berbagai benua.

(Karina Utomo)

Menyandang gelar The World’s Most Liveable Cities dalam beberapa tahun, Melbourne memang disebut-sebut sebagai ibukota budaya dan pusat broadcast, tari serta musik di Australia. Musik tidak ketinggalan.

Budaya produktif penduduk Melbourne, khususnya di dunia musik underground, kembali melahirkan bibit emas. Mereka adalah High Tension. Sejak dibentuk di tahun 2012, High Tension perlahan menjelma menjadi anak paling bengal di bermacam venue sempit kota itu.

Mereka tidak betah diam. Band ini termasuk rajin berkeliling tur ke banyak kota, plus kemampuan mencipta yang tinggi. Hasilnya, 3 album sudah dituntaskan sejauh ini. Death Beat (2013), Bully (2015) dan yang terbaru adalah Purge (2018). Ketiganya dilepas dibawah bendera Cooking Vinyl Australia, label kondang yang pernah bekerjasama dengan banyak nama besar seperti Against Me!, Parkway Drive, Turnover, At The Drive In sampai Alexisonfire. High Tension telah meraih banyak pengakuan, salah satunya masuk nominasi di ARIA Awards 2013.

ARIA Awards sendiri merupakan penghargaan musik paling bergengsi di Tanah Australia. Pengalaman High Tension sudah berkembang jauh. Mereka dipercaya mengisi banyak festival bergengsi, model Splendour in the Grass hingga ke Download Festival Australia. Juga pernah menjadi pendamping band kawakan Sick Of It All, Refused sampai The Bronx saat tur berkeliling Australia.

(High Tension)

Nama High Tension juga jadi perbincangan di Indonesia. Tahun ini, aksi mereka akan jadi nyata di Soundrenaline 2018 di mana mereka menjadi salah satu pengisi lini musik keras bersama Seringai, Burgerkill, Hurt’Em dan sejumlah nama lainnya.

Mumpung belum terlambat, kenapa tidak segera merencanakan perjalanan ke Bali? Masih ada waktu untuk mengatur segala sesuatunya. Kami memilihkan sejumlah rekomendasi menarik dari High Tension yang bisa dicek di bawah. (*)

(Karina Utomo)

 

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: dokumentasi High Tension

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading