Her, Refleksi Kisah Keseharian TheAbraham

‘Overthingking’, menangis di sepertiga malam, beberapa waktu terakhir sangat sering diungkapkan oleh banyak orang. Overthingking kadang datang mendadak dan tiba-tiba menggangu isi kepala, tidak peduli sedang dalam situasi apa, tapi tidak dapat dipungkiri memang jam-jam rawan ‘overthingking’  adalah di sepertiga malam.

 

Seperti TheAbraham yang baru saja merilis single yang berjudul ‘Her’ musisi asal Bali. ‘Her’ adalah refleksi kisah yang baginya sangat easily-relate ke semua orang karena ini merupakan pengalaman  yang banyak dia temui disekitarnya. “Overthingking” adalah keyword yang dia gunakan untuk menulis lagu ‘Her’, seringkali perbedaan perspektif antara laki-laki dan perempuan akhirnya menjadi pengalaman personal yang menjadi inspirasi dalam menciptakan karya.

“banyak wanita yang selalu merasa bisa menyelesaikan semua

masalah hingga lupa kalau sebenarnya ada bahu kami, para laki-laki yang siap untuk disandari.

Mereka kuat, namun kami ingin mereka tau bahwa orang yang benar-benar peduli dan sayang

itu tidak pernah merasa diberatkan.” Ucapnya.

Untuk single ‘Her’ Abraham mengakui jika single ini terinspirasi dari orang yang sangat spesial “Her memang diciptakan dari kegelisahan saya menanti, hingga saat ini” ungkapnya dalam.

Lirik yang melankolik menjadi kekuatan bagi TheAbraham, selain ia menuangkan inspirasinya melalui medium musik, ia juga menuangkannya melalui medium seni lainnya seperti karya lukis, fotografi dan tulisan. Dukungan dari seluruh keluarga, dan sang kaka yang pertama kali mengajarkan gitar padanya, hingga saat ini menjadi orang pertama yang mengkritisi permainan dan karyanya dan sekaligus menjadi teman diskusi.

‘Her’ menjadi karya pertamanya di tahun 2021 yang mana sebelumnya di penghujung tahun 2020 Abraham merilis single ‘Hopeless’. Single ‘Hopless’ yang ia rilis akhir tahun kemaren menjadi awal mula keseriusannya dalam dunia musik.

Penyuka pelukis asal Amerika, Jean Michel Basquiat ini selain bermusik ia juga proaktif pula dalam memamerkar karya, seperti di pagelaran seni rupa lokal dan lainnya. Sementara dalam seni menulis dia lebih menyukai nuansa yang dark dan mellow pada permainan kata dalam prosa yang digubahnya. “Semua hal jika berkaitan dengan seni sangat saya seriusi karena sudah menjadi seperti kebiasaan. Kayak ada yang kurang kalo ngga dilakuin.” Dia mengakui bahwa segala halyang terjadi setiap hari itu bisa jadi bahan karya, “kalo ribut atau putus, pasti jadi puisi, atau ngga lukisan.” sambar pria yang lahir dibulan Agustus ini sambil tersenyum.

Selain ‘Her’ dan ‘Hopless’ aka nada banyak karya lain yang sudah ia siapkan ecara matang untuk calon pendengarnya, saat ini Abraham juga sedang disibukan dengan penggarapan materi mini album yang rencananya akan diluncurkan akhir tahun ini

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Asset TheAbraham

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading