Gubahan Baru Lagu Utha Likumahuwa

Single ketiga dari EP Sesaat Kau Hadir Remixes dirilis resmi hari ini (20/11) dengan menampilkan remix dari Munir, produser asal Bandung. Single ini menyusul dua versi remix sebelumnya untuk lagu legendaris Utha Likumahuwa “Sesaat Kau Hadir” yang sudah dirilis pada tanggal 6 dan 13 November 2020 lalu. Kedua remix “Sesaat Kau Hadir” tersebut diproduseri oleh Pablo Cikaso dan CVX. Single Utha Likumahuwa, “Sesaat Kau Hadir (Munir Remix)” ini dirilis lewat label Warner Music Indonesia.

“Sesaat Kau Hadir” adalah nomor yang melambungkan nama Utha Likumahuwa. Pertama kali dinyanyikan di Festival Lagu Populer Indonesia 1987, lagu ini menjadi favorit di acara tersebut. Lagu ikonik ini juga ditahbiskan jadi yang terbaik kedua pada ASEAN Pop Song Festival 1989, dengan Utha Likumahuwa sebagai penyanyinya.

Pihak keluarga Utha Likumahuwa menyambut baik inisiatif proyek yang digagas WMI ini. “[Ini] merupakan perubahan yang menyegarkan! Karyanya di-mix sempurna tanpa kehilangan sensasi vokal beliau. Kami bangga banget sama [karya] ini!,” tegas Abraham Likumahuwa, putra kandung sang legenda, Utha Likumahuwa. Lagu pop klasik ini berubah wajah menjadi berwarna disko lewat tangan produser muda asal Bandung, Munir

Munir (Hary Septiandri) adalah produser asal Bandung, Jawa Barat, yang namanya bercokol di sirkuit dance music internasional. Dia sudah beberapa kali merilis edits dan produksinya melalui beberapa label internasional seperti Darker Than Wax dan Dopeness Galore. Dengan grupnya, Midnight Runners, Munir merilis beberapa kompilasi edits disko yang diberi nama Nusantara Disco Club. Sebagai kurator, Munir saat ini sedang disibukkan juga dengan proyek Artifacts, sebuah kompilasi musik jazz, boogie, dan soul ‘60-an-‘80-an dari Asia Tenggara dan Utara.

Untuk versi gubahannya, Munir membangkitkan kembali lagu pop legendaris “Sesaat Kau Hadir” lewat corak disko vintage yang kental. Bagi Munir, musik disko bukan sesuatu yang asing. Dia mengakui bahwa jenis musik tersebut sangat personal baginya, karena memang sudah jadi favorit sejak kecil.  Ketika meremix “Sesaat Kau Hadir”, Munir menemukan tantangan khusus. “[Lagu ini] berbeda, karena pelan temponya. Ini jadi tantangan untuk dijadikan disko, yang biasanya temponya lebih cepat.” Walau begitu, Munir berhasil mengemas ulang lagu ini dalam warna baru yang sangat berbeda, juga ramah-lantai dansa.

Munir mengakui bahwa Utha Likumahuwa merupakan sosok legendaris di kancah permusikan Tanah Air. “Saya melihat, bangga banget [Indonesia] memiliki sosok seperti beliau. Berasal dari timur Indonesia dengan bakat suaranya, juga mampu menghasilkan karya yang bagus.” Seniman visual Henry Foundation mengeksekusi visualizer untuk “Sesaat Kau Hadir (Munir Remix)”, menampilkan beberapa objek 3D karya Okky Firmansyah

Setiap remix untuk “Sesaat Kau Hadir” dirilis bersama dengan visualizer yang dikreasikan apik oleh seniman visual Henry Foundation. Untuk “Sesaat Kau Hadir (Munir Remix)”, video yang dibuat oleh Henry dipadukan dengan objek-objek 3D karya Okky Firmansyah.

Proses pembuatan visualizer-nya juga terbilang unik. “Jadi saya bikin grafisnya, kemudian print visual tersebut ke pita VHS, karena saya memang ada alatnya. Jadi konsepnya, di-print ulang lewat VHS,” jelas Henry Foundation. “Ternyata hasilnya cukup otentik; kualitas VHS asli dengan resolusi rendah. ‘Buruk’ tapi estetik; VHS-aesthetics.”

Okky Firmansyah, seniman 3D yang bertanggung jawab merender beberapa objek yang hadir di visualizer (juga membuat desain sampul rilisan ini), mengakui kalau dia memang mengangkat estetika ala  ’80-an. “Proses kreatifnya; Mengombinasikan ciri khas gaya retro/vaporwave ala ’80-an dengan gaya surealis yang diolah melalui software grafik 3D,” jelas Okky. 

Rilisan Sesaat Kau Hadir Remixes ini merupakan bagian pertama dari kampanye besar WMI yang diberi nama Lagu Mesin Waktu. Inisiatif ini memiliki misi untuk meremajakan dan merekontekstualisasi musik Indonesia dari masa lalu ke pendengar masa kini. Seperti harapannya pada Sesaat Kau Hadir Remixes, program ini diharapkan Managing Director Warner Music Indonesia, Toto Widjojo, dapat ‘menghidupkan kembali’ lagu-lagu seperti “Sesaat Kau Hadir” di telinga generasi milenial dan yang lebih muda lagi. Lagu Mesin Waktu adalah jalan bagi musik-musik dari dekade ’80 dan ’90-an untuk kembali mendapatkan tempat di tengah pendengar yang semakin muda, selalu berganti, dan haus akan referensi musik-musik terbaik Tanah Air.

Utha Likumahuwa adalah penyanyi kelahiran Ambon, 1 Agustus 1955. Namanya mulai dikenal sejak merilis album Nada & Apresiasi pada tahun 1982 lewat Granada Records. Dia telah mendapatkan banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri, di antaranya ASEAN Pop Song Festival, Asia Pacific Singing Contest, sampai Asia Pacific Broadcasting Union/ABU Golden Kite World Song Festival.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Munir

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading