Grossfuss: Talenta Menarik Selanjutnya dari Samarinda

Mendengarkan musik saja memang sudah menyenangkan, namun bila menginginkan pengalaman lebih, maka menyimak sebuah video klip dapat menjadi stimulan bagus. Audio dan visual memang menjadi dua hal yang selalu melengkapi. Kehadiran keduanya dalam satu paket, mampu menciptakan suatu sensasi berkesan. Tujuan videoklip tentu saja adalah sebagai media promosi, atau alat pemasaran sebuah album atau single. Memang, dalam proses produksinya akan memakan waktu yang lumayan lama, mulai dari konsep hingga editing. Tapi, dari proses inilah akan hadir visual dari makna yang ingin ditunjukkan dari lagu tersebut. Jadi, bagi orang yang melihat akan lebih mudah mengerti dengan jelas tentang makna lagu yang dimaksud. Sejatinya, seorang musisi akan mengisahkan cerita lebih detail di dalam sebuah vidoe klip. Tentu saja akan lebih mudah orang orang untuk mengetahui maksud dan tujuan di dalam lagunya dan penikmat juga akan leluasa untuk memahami. Hal itulah yang coba disuguhkan oleh band yang satu ini. Grossfuss namanya.

Grossfuss adalah sebuah band asal Kota Tepian Samarinda yang beranggotakan Adi Pranata (Vocal), Yaswindra Eshasiwi (Guitar), Muhammad Delly (Bass), Usop Rizki (Guitar), dan Samuel Gading (Drums).  Setelah terbentuk pada bulan November di tahun 2019 kemarin, mereka lalu memutuskan untuk merekam salah satu lagu yang telah dibuat dan berjudul “(f)ill” di bulan Februari tahun 2020. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan videoklip disaat pandemi belum berakhir sepenuhnya, yaitu akhir minggu di bulan Juni. Nuansa dari lagu yang ingin mereka sampaikan juga cukup kompleks dan multitafsir. Dimulai dari hal-hal yang berhubungan dengan pertemanan, percintaan, hingga keluarga, kemudian mereka ramu menjadi sebuah lirik dengan vibe musik yang seolah memiliki kalimatnya sendiri.

Ada hal yang cukup simboli di dalam videoklip tersebut, seperti bunga mawar dan darah. Kedua hal itu sengaja mereka tunjukkan sebagai simbol rasa sedih dan lelah (mungkin depresif) yang pernah membelenggu mereka, dan mungkin saja masih ada hingga saat ini. Beberapa orang mungkin sedang merasakan hal yang sama atau pernah mengalami hal-hal tersebut di masa lalu. Entah dengan persahabatan, percintaan, atau dengan kehidupan di keluarga mereka. Siapa yang tidak pernah merasakan rasa sakit, bukan? Mereka berharap, semoga visualisasi yang mereka gambarkan dan musik yang mereka ciptakan dapat dinikmati dan dirasakan sepenuh hati oleh para pendengar. Seperti kalimat yang cukup sering mereka ucapkan dalam menanggapi respon kawan-kawan, “Semoga nangis!”.

“Terima kasih banyak, kawan-kawan!!! Lebih dari bahagia ketika karya kami bisa terdengar, meresap, bahkan mungkin merefleksikan kisah kalian. Dukungan kalian membuat kami tidak memiliki alasan untuk cepat merasa puas. Semoga karya kami dapat menemani hari-hari kalian.”

Sedikit membahas tentang rumah produksi Three AM yang mengerjakan videoklip ini. Rumah produksi ini terbentuk pada tahun 2017, sebagai catatan, mereka sudah banyak terlibat di banyak proyek videoklip yang ada di Samarinda. Namanya tak bisa dipandang sebelah mata lagi. Dengan beranggotakan tim inti empat orang, Three AM Studio tentu saja memiliki kendala sendiri dalam berkarya di kotanya. Menurut Made, masih banyak orang lokal yang belum paham tentang value sebuah karya yang mereka garap. Ya, ini soal uang, dan tentu saja itu penting untuk menyambung nafas. Tapi Bagi Three AM Studio, meski secara finansial kurang menghasilkan, passion mereka perlu dikejar. Ego harus diberi makan. Semoga saja usaha mereka selalu diberkati, hingga kepada titik mampu menginspirasi.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Grossfuss

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading