Gitar Ian Curtis (Joy Division) Dijual Mahal

Gitar pentagonal-shaped Vox Phantom VI Special yang digunakan oleh mendiang Ian Curtis dari Joy Division, kini akan dijual dengan harga £ 162.562 (sekitar $ 211.513 USD) di Bonhams Entertainment Memorabilia Sale. Gitar berwarna putih dan memiliki bentuk yang tidak biasa ini dipakai oleh Curtis di dalam videoklip dari lagu yang berjudul “Love Will Tear Us Apart”. Selain itu, gitar tersebut juga digunakan oleh Curtis untuk merekam “Heart and Soul” dan dipakai olehnya saat di atas panggung selama tur Eropa di tahun 1980.

Laporan perihal gitar tersebut menyatakan bahwa Vox Phantom diberikan kepada rekan seband Curtis yaitu Bernard Sumner setelah kematian Curtis pada tahun 1980, kemudian diteruskan ke gitaris The Smiths / rekan seband elektronik Johnny Marr sebelum ia mengembalikannya ke Sumner 15 tahun kemudian. Sumner kemudian akhirnya memberikannya kepada putri Curtis, Natalie sebelum dia melelangnya bersama dengan Bonhams.

“Gitar itu datang ke kehidupan saya di saat-saat saya ingin belajar lebih banyak tentang almarhum ayah. Saya sama sekali bukan seorang musisi, namun sangat menarik melihat gitar ayah saya, maksud saya, itu hal yang sangat pribadi,” kata Natalie Curtis dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari situs Bonhams Entertaintment.

Video musik untuk ‘Love Will Tear Us Apart’, single non-album ini dirilis oleh band beberapa minggu setelah kematian Curtis, difilmkan oleh grup tidak lama sebelum penyanyi tersebut meninggal. Curtis tidak dikenal karena bermain gitar, tetapi dia menggunakan Vox Phantom ketika gitaris mereka yaitu Sumner sibuk memainkan bagian keyboard.

“Karena saya adalah orang yang senang dengan bentuk, maka dari itu Phantom sangat menarik bagi saya, karena desainnya agak tidak biasa. Saya tumbuh besar dan banyak bekerja dengan musisi, dan meskipun saya telah melihat banyak gitar, saya belum pernah melihat yang seperti ini. Dari semua yang telah saya ceritakan tentang ayah, dia sangat terobsesi dengan penampilan, dan bagi saya gitar Phantom ini sangat cocok dengannya, karena sangat terasa seperti gitar Ian Curtis. Ini jelas sangat keren, terlepas dari pemilik sebelumnya, dan meskipun saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan mereka, geek dalam diri saya menyukai semua efek yang ada di dalamnya. Jika memiliki bakat dalam bermusik, gitar ini adalah jenis gitar yang sangat saya inginkan untuk diri saya sendiri! Karena saya tidak mengenal dekat sosok ayah, sungguh istimewa mendapatkan wawasan lebih jauh dan menemukan bahwa selera kami selaras.” Terang Natalie.

Nah, kisah Joy Division dan New Order akan dibeberkan secara gamblang dan tak seperti sebelumnya di dalam sebuah seri baru yang bernama Transmissions: The Definitive Story; seri podcast terbaru yang mengabadikan momen-momen terbaik, kronik epik grup-grup ini sejak masa debutnya hingga kini. akan dimulai pada tanggal 29 Oktober 2020 mendatang, delapan episode dari podcast Transmissions tersebut bakal menampilkan wawancara eksklusif dengan para anggota Joy Division/New Order; Bernard Sumner, Stephen Morris, Gillian Gilbert, dan Peter Hook, ditambah kontribusi dari banyak tamu ikonik, serta dinarasikan oleh Maxine Peake.

Seri perdana dari podcat tersebut akan menceritakan berbagai kisah dari jalan panjang yang telah dilalui oleh Joy Division hingga perilisan “Blue Monday” di tahun 1983. Tentu saja banyak yang setuju bila band asal Manchester ini telah menorehkan catatan penting nan monumental dalam sejarah musik, serta menjadi bagian integral dari budaya Inggris selama lebih dari 40 tahun terakhir. Tak hanya itu saja, mereka juga secara nyata menjadi referensi banyak musisi hebat yang masih ada hingga saat sekarang.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Post-Punk.com

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading