Gerbang Awal dari Pencapaian Selanjutnya Chitarra

Khilaf dan lupa adalah salah satu penyakit yang sering menghinggapi manusia. Tak terkecuali kami. Setiap harinya banyak email yang masuk, entah itu press release, tawaran media partner, ataupun tagihan google suit. Sekali terlewat, sudah pasti akan terlupakan. Beberapa hari ini kami mencoba untuk membuka satu per satu email yang ada, dan seperti yang kami harapkan, ternyata banyak karya baru nan bagus yang masuk. Salah satunya dari Chitarra. Bila kalian suka dengan karya musik dari grup Parisude, sudah pasti hapal dengan ciri vokal dari Chitarra. Bersama Yudhistira Mirza di Parisude, keduanya memainkan musik elektronik dan telah melahirkan satu buah EP berjudul “Sudut Pandang” di tahun 2011 silam. Dari EP tersebut, dirinya banyak mengeksplorasi ragam kekayaan instrumen negeri ini, dan kemudian dimasukkannya ke proyek solonya serakang.

Putri bungsu musisi legendaris, Purwa Caraka ini tumbuh besar di banyak lapisan musik, terutama yang berkesan baginya adalah musik tradisional Indonesia. Dari kesan dan pengalaman tersebut, dirinya pun sangat lihai memainkan berbagai alat musik tersebut. Kemudian perjalanannya berlanjut saat Chitarra pindah ke Los Angeles untuk mempelajari vocal performance di Los Angeles College of Music. Di sana dia lulus dengan cum laude pada tahun 2016. Setelahnya dia merilis sebuah album fusion Jazz eksperimental, dengan bassis Will Gardner, drummer Takeshi Kato, dan gitaris Ryota Kuroda, yang disebut “3ANTRA”. Chitarra saat ini juga merupakan bagian dari duo folk, Emma & Chitarra. Untuk memperingati sekaligus merayakan karier bermusiknya selama satu dekade, secara khusus diriniya merilis debu solonya yang diberi judul “Rules Of The Jungle” yang juga menjadi gerbang awal atas debut EP yang akan dirilis mendatang.

Tidak butuh mencerna waktu yang lama untuk menikmati komposisi karya dari penyanyi dan penulis lagu yang memiliki nama lengkap Amanda Chitarra ini. Setelah beberapa tahun yang lalu berkuliah musik di Los Angeles, Chitarra kemudian memilih untuk menetap sembari melanjutkan kembali karier musiknya. Saat ini dampak dari adanya Covid-19 mampu membuat situasi berubah secara drastis dan kebingungan mendominasi pikiran. Tak terkecuali dengan industri musik. Walaupun begitu, segala harapan tetap akan hadir di kehidupan kita, hal itu pun disematkannya melalui penggalan lirik “face the fight that you believe“ di dalam lagu tersebut. Secara khusus, single ini seperti menjadi nyanyian sekaligus mantra yang berarti bagi kita yang mendengarkan. Apalagi sentuhan komposisi musik yang dibuat oleh produser Ammir Gita ini berhasil membawa kita pada kewaspadaan sambil sesekali berkontemplasi merilis sesaknya problem yang terjadi saat ini untuk sama-sama saling menguatkan.

single chitarra rules of the jungle

“Lagu ini sebetulnya adalah buah hasil tugas kelas songwriting waktu saya masih kuliah musik sekitar 4 tahun lalu. Jadi sudah jadul sebetulnya. Saya nulis bareng teman asal Curacao, Karibia bernama Shandrelica Casper, vocalist/percussionist. Saya yang membuat lirik dan melodi vokalnya, lalu beat nya dari Casper. Di saat saya cari inspirasi untuk lirik, tidak sengaja selingan liat trailer film The Jungle Book (live action) yang akan keluar di tahun itu (2016). Itulah kemudian yang jadi bahan inspirasi awal saya untuk lagu ini dan prosesnya memakan waktu sejak satu tahun yang lalu untuk mengaransemen seperti yang tercipta sekarang,” ungkap Chitarra.

Penempatan instrumen tradisional seperti Dijeridoo, Bonang Diatonis, Kalimba dan Hulusi Chinese Flute yang terangkum pada lagu ini dibungkus tanpa meninggalkan kesan “musik diplomatis” dan “world music” yang biasanya terlalu tersemat pada setiap karya yang membawa musik tradisional di dalamnya.

“EP ini akan mempresentasikan musik bernafas komposisi barat yang membawa rasa tradisional Indonesia. Meng-compose sesuatu yang fuse genre modern dengan tradisional memang tidak pernah mudah. Untungnya saya bekerja sama dengan produser Ammir Gita dan Yudhistira Mirza yang memang pintar berkomposisi. Dari mulai struktur lagu, pilihan nada vokal, pilihan tangga nada, dan instrumen sangat dipikirkan untuk lagu-lagu dalam EP nanti,” lanjut Chitarra.

Chitarra berharap dengan dirilisnya lagu ini, bisa menemani kegiatan apapun yang dilakukan selama kita #dirumahaja dan juga membantu semua yang mendengarkan untuk tetap positif. “face the fight that you believe in the rules of the jungle, semoga bisa menjadi words of empowerment di dunia yang kadang terasa begitu banyak persoalan,” tutup Chitarra.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Chitarra

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading