Gerakan Demonstrasi demi Acara Musik Luring Diizinkan Kembali

Pertengahan Maret lalu merupakan live event musik terakhir yang dijalani Kamran Haq dan timnya sebelum pagebluk Covid-19 melanda Inggris. Kamran Haq sendiri adalah salah seorang promotor musik di Live Nation, sebuah perusahaan musik ternama asal Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang live events berupa sejumlah konser. Masuknya Covid-19 ke Inggris itu kemudian diikuti dengan pengumuman larangan menggelar pertunjukan publik termasuk konser live oleh pemerintah pusat. Sejak saat itu pula ia tak pernah bertemu dengan teman dan rekan kerjanya itu. 

Meski begitu, Selasa, 11 Agustus kemarin Kamran merasa senang bukan main. Ia dan koleganya itu akhirnya dapat berjumpa lagi. Tapi pertemuannya dengan teman-temannya itu bukanlah di sebuah konser, melainkan dalam aksi unjuk rasa di Manchester. Dengan membawa spanduk bertuliskan #WeMakeEvent pada demonstrasi yang juga berlangsung sehari penuh dan serentak di berbagai kota di Inggris itu, ia bersama ribuan pekerja industri musik lainnya menuntut kepada pemerintah setempat supaya acara musik di luar jaringan internet alias luring diizinkan buka kembali untuk publik.

“Sungguh menakjubkan melihat jumlah demonstran yang begitu besar. Dalam aksi itu, semua orang mengenakan topeng dan masing-masing menjaga jarak,” kata Kamran pada majalah musik Kerrang! beberapa waktu lalu. Kamran menambahkan, tuntutan massal oleh pekerja industri musik yang disebut juga dengan ‘The Red alert day of action’ itu dilakukan untuk merespons sikap pemerintah yang hanya memberi bantuan secara terbatas kepada mereka usai kehilangan sumber pemasukan sebagai dampak atas larangan yang telah dibuat.

Unjuk Rasa #WeMakeEvent

Menjadi salah satu figur berpengaruh di Live Nation, bagi Kamran keterlibatannya dalam demonstrasi itu dirasa menjadi sebuah keharusan sebagai bentuk apresiasi dan solidaritas untuk teman dan koleganya di industri acara musik yang tengah berjuang untuk bertahan hidup. “Karena mereka tidak dapat bekerja dan dukungan yang sangat sedikit dari pemerintah akan segera berakhir. Tanpa semua orang di belakang layar seperti mereka pula mustahil akan ada acara, pertunjukan, atau festival musik secara live.”

Kamran berujar, wajar apabila ia dan ribuan orang pekerja industri musik itu menggelar aksi. Musababnya, di sektor jasa pertunjukan musik sebagaimana yang ia kerjakan itu telah menyumbang pemasukan negara hingga 100 miliar poundsterling dan turut membantu membuka lapangan pekerjaan sampai 1 juta orang di Inggris Raya. Di saat yang sama, sokongan yang tak seberapa jumlahnya dari pemerintah dan tak banyak menolong kondisi mereka itu berpotensi membuat hilangnya orang-orang terampil yang ada di balik kesuksesan sektor industri tersebut karena akan pindah ke bidang pekerjaan lain.

Kamran beserta koleganya di industri musik dalam demonstrasinya itu menyarankan agar pemerintah memberikan lebih banyak dukungan, termasuk konser musik live dizinkan buka kembali untuk publik. “Juga tidak dibatasi dengan aturan social distancing serta boleh dihadiri penonton dengan kapasistas penuh,” tutur Kamran.

Meski Kamran dan ribuan pekerja industri musik itu pesimis bila permintaannya akan dikabulkan, tapi dirinya berharap beberapa tempat dengan kapasitas yang lebih kecil segera dibuka terlebih dahulu. “Satu hal yang pasti: para penggemar musik pasti ingin pergi keluar rumah untuk melihat pertunjukan lagi dan tentunya banyak band sudah tak sabar ingin memainkan musiknya kembali!.”  

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading