Gerakan Black Lives Matter dari Spotify

Peristiwa yang terjadi terhadap George Flyod di Minneapolis, pada 25 Mei lalu, memicu gerakan yang diberi nama Black Lives Matter, gerakan tersebut dilakukan guna memerangi isu rasial yang ada di mana-mana. Sejumlah selebriti hingga merek ternama pun turut serta mendukung gerakan tersebut, termasuk di dalamnya adalah platform layanan musik dalam jaringan yaitu Spotify. 
Sebagai bentuk dukungan, platform ini menghadirkan sebuah daftar putar spesial yang diberi judul sama dengan gerakan yang ada saat ini. Daftar putar tersebut diisi oleh lebih dari 20 musisi, dan beberapanya adalah mereka yang berkulit hitam. Para musisi tersebut adalah Childish Gambino, Beyonce, Stevie Wonder, Erykah Badu, D’Angelo, John Legend, Usher, Bob Marley, James Brown, hingga 2Pac. Lagu-lagu yang dihadirkan pun berhubungan dengan isu rasial, seperti This Is America dari Childish Gambino, Freedom dari Beyonce dan Kendrick Lamar, Don’t Shoot dari rapper The Game, yang berkolaborasi dengan Rick Ross, 2 Chainz, Diddy, Fabolous, Wale, DJ Khaled, Swizz Beatz, Yo Gotti, Curren$y, Problem, King Pharoah, dan TGT, Say It Loud (I’m Black and I’m Proud) dari James Brown, hingga F*ck tha Police dari grup hip hop N.W.A.

Hingga kini daftar putar yang berjudul “Black Lives Matter” tersebut telah menunjukkan peningkatan besar yang hadir dari para pelanggan di Blackout Tuesday minggu lalu. Inisiatif ini dilakukan guna melihat gerakan dari industri musik secara luas, bagaimana mereka “memutuskan hubungan dari pekerjaan dan berhubungan kembali dengan komunitas” selama 24 jam, dan digelar sebagai “langkah dadakan untuk menghadirkan akuntabilitas dan perubahan” setelah kematian dari George Floyd, yang memunculkan banyak protes yang berkaitan dengan kesetaraan ras. Daftar putar Spotify ini pun melonjak naik, di mana pada awalnya memiliki jumlah pengikut sebanyak 45.000 pelanggan, kini menjadi 837.000 dalam waktu beberapa hari setelah inisiatif ini dilakukan.

Seperti yang dilaporkan oleh Billboard, daftar putar “Black Lives Matter” pada awalnya dikuratori oleh kepala Spot & B Spotify dan soul Mjeema Pickett bersama timnya pada tahun 2015, setelah kematian dari seorang wanita berdarah Afrika-Amerika yang bernama Sandra Bland saat di dalam sel penjara di Texas. Setelah kematian Floyd pada bulan Mei kemarin, daftar putar tersebut kemudian diperbarui oleh Spotify dan ditampilkan di beranda mereka selama Blackout Tuesday. Menyusul banyaknya protes di seluruh dunia untuk kesetaraan rasyang dipicu oleh kematian Floyd, sejumlah musisi dan tokoh industri telah menjanjikan dana dan meluncurkan inisiatif guna membantu gerakan-gerakan tersebut.

Spotify bukanlah satu-satunya layanan musik dalam jaringan yang mendesain ulang dirinya sendiri dan menghadirkan Blackout Tuesday. Sebelumnya Apple Music dengan tagar #TheShowMustBePaused juga menghadirkan ragam karya dari para musisi kulit hitam sebagai pengganti program umum mereka yaitu Radio Beats 1. Lalu, kurator dari Amazon Music untuk jenis musik hip-hop dan R&B, Rochelle Balogun, membuat sebuah daftar putar selama satu jam sehari sebelum Blackout Tuesday. Yang mana hal ini dia adaptasi dari pekerjaan timnya sejak Maret melalui fitur Black Music Month. Daftar putar yang dihadirkan oleh tim tersebut memasukkan beberapa lagu seperti, “Strange Fruit” dari Billie Holiday, “Pie Iblis” karya D’Angelo dan “Is It Because I’m Black” karya Syl Johnson. “Sebagai perempuan kulit hitam, saya kesulitan menemukan kata-kata untuk mengekspresikan rasa sakit dan ketidakpercayaan saya. Ketika kata-kata itu gagal, musiklah yang dapat berbicara. Kemudian aku mencoba menyuntikkan energi itu ke daftar putar ini.” Terang Balogun yang dilansir melalui Billboard.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Spotify

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading