Gemuruh Hormat Buat Eddie “the Frankenstrat”

Suatu siang di pantai selatan California di Teluk Santa Catalina. Di tempat terletaknya Pulau Catalina itu, Sammy Hagar menggelar pesta sederhana ulang tahunnya. Ia bersama keluarga kecilnya di sana, ia juga beserta Michael Anthony, seorang kawan yang sudah selayak saudara. Tepat di usia 73-nya itu, sejatinya Sammy tak hanya ingin ditemani pembetot bassnya di Van Halen, grup musik hard rocknya dulu, itu. 

Ibarat sayur tak bergaram, ada yang dirasa Sammy kurang sempurna bila Eddie Van Halen, pria yang sesekali disapa Eddie “the Frankenstrat” itu, tak hadir dalam acara. Sayang, nama terakhir, pemetik gitar di Van Halen itu, sudah berpulang. Sang pencipta gitar The Frankenstrat itu kaku tak bernafas. Kanker yang ia derita puluhan tahun penyebabnya. Sejak tahun 2000, pertumbuhan sel-sel di bagian tenggorok Eddie The Frankenstrat divonis tak lagi mampu berjalan seperti biasa. “Seakan terhantam truk Mack (truk berukuran besar), barangkali, mendengar kepergian Eddie Van Halen kemarin,” kata Hagar di sebuah video yang ia unggah di Youtube berapa hari lalu.

Wolfgang Van Halen lah yang menyampaikan kabar itu. Di media sosial, sembari menulis caption penuh haru, ia memposting foto ayahnya itu. “Aku tidak percaya harus menulis ini, meski begitu aku harus memberi tahu bila ayahku, Edward Lodewijk Van Halen, telah tumbang dalam pertempuran panjang dan sulit melawan kanker pagi ini,” tulis dia. “Dia benar-benar ayah terbaik di kala ada suatu yang kubutuh. Setiap momen yang kuposting dengannya entah ketika berada dan di luar panggung ialah sebuah karunia. Hatiku hancur. Rasa kehilangan ini tak akan dapat memudar. Aku sangat mencintaimu, Pop.”

Gemuruh hormat menanggapi kabar pilu putra Eddie The Frankenstrat itu. Ozzy Osbourne, Billy Idol, Metallica, Nikki Sixx bassistnya band cadas Mötley Crüe sebagian di antaranya. Tribute dari Gene Simmons dan Lenny Kravitz tersampaikan pula untuk “sang dewa gitar dari Pasadena” itu. “Perjalanan kami bersama tidak selalu mudah. Tetapi pada akhirnya dan kami selalu memiliki ikatan dan cinta yang mendalam,” tulis istri mendiang Eddie, Jane Liszewski, di Instagram miliknya menyambung postingan anak tirinya itu. “Mengucapkan selamat tinggal adalah hal tersulit yang pernah kulakukan, makanya aku membisu sekian lama usai Eddie berpulang. Pasti aku segera bertemu kamu lagi di tempat tanpa rasa sakit maupun kesedihan.”

Hagar dan Michael Anthony sempat bermusik bareng Eddie di Van Halen. Hagar di Van Halen sejak 1986. Ia keluar band tepat di Hari Ayah 1996. Saat itu Hagar mengambil alih posisi frontman. Sebelumnya, peran ini ditempati David Lee Roth. Sementara Mike, demikian Michael Anthony karib disapa, masuk Van Halen lebih awal. Di 1974 ia resmi menggantikan Mark Stone pada bass. Masuknya Mike di Van Halen melalui audisi ketika itu. Di sana, sampai 2006 ia merangkap sebagai vokal. “Kepulangan Eddie benar-benar nyata sekarang,” kata Mike di konser tribute bertajuk “We Love You Eddie” di Pulau Catalina itu. Pada konser mini tepat di hari lahirnya itu, Hagar menambahkan: “Buat saya, lagu-lagu Eddie susah dilupakan.”

Pecinta musik Tanah Air tak pernah lupa mungkin sewaktu Eddie hampir konser di Rangkasbitung, tempat asal sang ibu Eugenia Van Beers lahir itu. Sesalnya, hingga kini pertunjukan musik itu tak pernah terlaksana. Dikandung dalam perut perempuan blasteran Belanda-Indonesia, Eddie dilahirkan di Amsterdam, 65 tahun lalu. Dipinang Jan van Halen, Eugenia dibawa tinggal di Negeri Tulip di 1953, selisih dua tahun dengan kelahiran Eddie di 1955. Bersama kedua orang tuanya, Eddie menetap di Negerinya Donald Trump di 1962. Sedari kecil Eddie diajar musik. Ayahnya ialah pemain saksofon juga terompet klarinet, tapi ia juga seorang pianist jazz. 

Lewat instrumental solo gitarnya di 1978 “Eruption”, Eddie berperingkat dua di “100 Greatest Guitar Solos” versi majalah Guitar World. Lantaran “Eruption” pula ia masuk dalam “100 Greatest Guitarists of All Time” milik majalah Rolling Stone di 2017. Teknik tapping dalam bergitar di “Eruption” sangat berefek pada permainan gitar Steve Hackett, gitaris Genesis di 1970an. “Saya belajar banyak pada Eddie soal tapping,” kata Hackett. Cara bergitar tapping sendiri didapat Eddie dari Paganini, gitaris Italia abad ke-19. Kira-kira sudah seabad lebih gaya permainan gitar itu tak lagi dipakai banyak gitaris. “Tapi pertama kali tahu teknik tapping di waktu Jimmy Pagenya Led Zeppelin memainkan ‘Heartbreaker’ di 1971. Saya mencontoh sedikit darinya, kemudian mengeksplorasinya sendiri,” kata Eddie di 2011 lalu.  

 

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip YouTube Sammy Hagar

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading