Gemuruh Cita Rasa Baru Scarhead Barricade

Kemelut yang menimpa sebuah band adalah hal yang wajar terjadi. Bagaimana menyikapinya hingga menjadi sesuatu yang baik, merupakan tantangan berikutnya. Setelah mengalami beberapa kali perombakan personil, baik di lini vokal, drum, hingga bass. Scarhead Barricade ternyata mampu ke titik mereka harus kembali ke permukaan dengan sesuatu yang beringas jauh seperti dulu kala.

Band ini berasal dari Palu, memainkan musik Grindcore dari awal berdiri hinga kini mereka mencoba untuk bergeser ke arah musik Metal yang lebih luas lagi. Tercatat mereka sudah memiliki satu buah album yang diberi judul “Earth” (2017), dan gaung mereka pun dibuktikan dengan tampilnya di beberapa festival besar yang ada di Indonesia, salah duanya adalah Rock In Celebes (2014, 2015, dan 2017) dan juga Kukar Rockin Fest (2015).

Memang cukup lama bagi mereka untuk merilis sebuah karya baru. Album pertamanya dilepas pada tahun 2017, dan di 2022 ini mereka baru merilis lagu anyarnya. Kurang lebih 5 tahun mereka tak memproduksi apa-apa. Tapi semua pekerjaan rumah tersebut, dibayar lunas dengan rilisnya single baru yang diberi judul “Fana”. Dan sekali lagi, ini adalah pembuktian yang pantas untuk ditunggu. Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Pergantian personil yang cukup membuat tertundanya perilisan adalah satu hal yang menjadi alasan. Untuk di lagu terbaru ini, formasi yang menghantamkan rangkaian distorsi cepat adalah Ayyad (gitar), Kevin (bass), Andi (drum), serta Fajar Rahmatu sebagai vokalis tamu sekaligus si penulis liriknya.


Yang menarik, proses produksi dari lagu ini dilakukan di dua kota yang berbeda. Untuk
pengerjaan lagu sampai dengan perekaman instrumen, semua dikerjakan di Palu. Sementara untuk perekaman vokal dilakukan Fajar di Makassar. Untuk produksi tracking, mixing dan mastering dipercayakan penuh pada Effort Lab (Palu), dan tracking vokal di Remains Records (Makassar).

“Semua yang mengedepankan nafsu akan dunia, banyak yang terpecah belah memperebutkan sesuatu yang fana. Karena kita semua nantinya pasti akan wafat. Tanpa disadari apa yang telah diperbuat selama di dunia, bakal menumpuk dosa, dan pada akhirnya kita akan berpindah alam untuk disidang.” Tutur Fajar menjelaskan makna liriknya.

Dari segi visual, mereka mempercayakan penuh pengerjaannya dilakukan oleh Adjust Purwatama yang bermukim di Bandung. Koneksi yang dibangun antara Scarhead Barricade dan Adjust sendiri sebenarnya telah terjalin sejak 2014. Di mana saat dirinya masih menetap
di Palu dirinya juga aktif membantu Scarhead Barricade selama perjalanannya hingga akhirnya Adjust harus pindah ke Bandung pada tahun 2016. Walaupun terpisah jarak, hubungan baik memang harus terus digenggam erat.

Setelah merilis “Fana”, selanjutnya Scarhead Barricade akan menggarap banyak materi baru untuk album selanjutnya. Komposisinya pun akan memasukkan ragam formula, namun tetap pada jalur Grind/Metal dengan memasukan beberapa sentuhan-sentuhan di luar grindcore. Posisi vokal pun secara resmi akan diisi oleh Nanda Bimantara untuk selanjutnya. Masuknya Nanda, diharapkan bisa saling bertukar pikiran, baik dari segi materi dan banyak hal. Mengingat Nanda salah satu orang yang sangat aktif di dunia musik distorsi di Palu. Sehingga nantinya Scarhead Barricade akan memiliki wajah dan warna baru.

Untuk cita rasa di lagu baru ini, nyata terdengar mereka banyak memasukkan unsur Thrash Metal, Grindcore, hingga Industrial ke dalamnya. Tak perlu menunggu lama, lagu yang berdurasi 3 menit 30 detik ini langsung memekikkan telingan dengan suara lantang dari Fajar. Selanjutnya, musik masuk ke bagian gitar melodi yang meliuk-liuk khas Thrash Metal. Sebuah lagu yang bertempo cepat namun tetap nyaman di telinga saat didengarkan berkali-kali. Dari komposisi, semuanya terasa pas memainkan perannya. Kencang dan lugas.

Teks : BAH (Bring Archive History)
Visual : Arsip Dari Scarhead Barricade

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading