Gembira Putra Agam dan EP Terbarunya

Nama baru di kancah musik tanah air terus bermunculan ke permukaan. Karya yang dihadirkan pun cukup berbeda dari yang sudah ada sebelumnya. Bersyukurlah kita bahwa mereka masih mau merilis berbagai materi di tengah kondisi yang sedang tidak baik-baik ini. Pandemi ini memang menyulitkan banyak pihak, tak terkecuali musisi dan industrinya. Bagaimana tidak, hampir 90% aktivitas bermusik mati. Satu band yang biasanya dalam sebulan bisa manggung kurang lebih 5 kali, kini sama sekali tidak ada. Itu baru dari band, bagaimana dengan para kru yang ada di balik megahnya suatu acara? Nasibnya lebih sial lagi sepertinya. Tapi, kita jangan terus berputus asa. Inovasi harus terus digalakan. Oh ya, ngomong-ngomong soal musisi baru, ada satu nama yang baru saja dirilis oleh Dead Records (Deadrec), dia adalah Fyahman.

Label ini sendiri adalah sebuah label musik yang fokus merilis single dan EP daribanyak musisi elektronik, mereka antara lain ASAM, CVX, Logic Lost, Array, dan Dickaz123. Bicara soal Fyahman, nama ini adalah sebuah moniker dari seorang Gembira Putra Agam (Gembi). Sebenarnya Gembira Putra Agam sendiri sudah aktif menggunakan nama ini sejak tahun 2008, lalu pada tahun 2012, DJ dan produser asal Jakarta ini bergabung ke dalam sebuah kolektif yang bernama 24/7, yang digagas oleh Graham Alain, seorang natif London yang besar di kultur rave dan soundsystem. Fyahman kemudian juga turut terlibat di Deadrec sejak 2013. Set-set dari Gembi sendiri telah diarsipkan di Mixcloud dalam beberapa seri, seperti “Beat Legacy”, “Bassmallah”, dan “Musik”.

Gembi dalam Fyahman mencoba untuk merepresentasi sound yang berorientasi pada frekuensi rendah seperti bassmusic, diantara beberapa roster yang ada di Deadrec. Mengawali eksplorasinya lewat gig-gig dubstep dan garage di kolektif 24/7, Fyahman memang mengakui bahwa soundsystem culture dantimeline Hardcore Continuum (jungle, dubstep, grime, garage) menjadi inspirasi terbesar untuk set-setnya. Dari berbagai eksplorasi yang dijalankannya tersebut, dirinya pun merilis sebuah EP bertajuk “Hussein Club”. Komposisi 4 menitan ini berfokus pada beats dan efek dengan menampilkan berbagai macam bentuk samples dari Agam sendiri. Dia juga mengadaptasi intensitas suara yang khas dengan sentuhan sample saluang (sebuah instrumen khas Minangkabau).

“Saya lahir dari keluarga dengan tradisi Minang yang sangat kuat. Ibu saya orang Sungai Pua, nagari (desa) yang dikenal sebagai pusatnya pandai besi di Bukittinggi di masa lalu, Beats di ‘Hussein Club’ merepresentasikan hal tersebut. Pun saluang yang saya attach di sepanjang komposisi.” Terang Gembi menjelaskan konsep dari Hussein Club.

Selain itu, nama Hussein juga dipilih karena tradisi Tabuik masih dijalankan oleh orang-orang Sumatra Barat, khususnya area Pariaman. “Tabuik bagi saya adalah tradisi yang magis dan seru pada saat yang bersamaan. Ada puji-pujian untuk Hussein ibn Ali, sekaligus irama yang intens melalui ensembel gandang tansa,” ujar Gembi. Tabuik merupakan upacara peringatan hari Asyura, memperingati meninggalnya Hussein ibn Ali.

Gembi menjelaskan juga jika pada akhirnya Ep ini merupakan identitas untuk soundnya sebagai produser. “Selayaknya rilisan pertama, ini ‘label’ saya sebagai Fyahman. Sound ini kebetulan dekat dan relevan dengan hidup saya.”

Deadrec mengagendakan EP “Hussein Club” sebagai seri pertama dari duo EP. Rilisan kedua nanti akan diberi nama “Hasan Club” dengan komposisi yang sama; satu original track dan satu remix. Sehingga nantinya “Hussein/Hasan Club” akan menjadi paket utuh rilisan Fyahman untuk akhir tahun.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Dead Records

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading