Gelombang Besar Bernama Hip Hop

Pada awalnya, 1520 Sedgwick Avenue adalah sebuah apartemen biasa di kawasan hunian The Bronx, kota New York. Seiring berjalannya waktu, seorang pria bernama Clive Campbell yang pada akhirnya terkenal dengan nama DJ Kool Herc menjadikannya titik penting dari sejarah panjang kebudayaan bernama hip hop. Ia merelakan sebuah sudut ruangan di tempat tinggalnya untuk dijadikan wadah berkumpul teman-temannya, hingga gedung hunian itu resmi menjadi ibu kandung dari genre musik tersebut.

Lantas dari sana, hip hop menemukan jalannya untuk berkelana. Berbekal rima ritmis dan beragam metode pengolahan musik yang tipikal, ia mampu menggugah selera masyarakat dunia. Lalu datanglah harinya budaya itu mewabah di Indonesia, hingga menghasilkan nama-nama musisi berbahaya yang mengangkat jenis musik tersebut sebagai identitasnya.

Tahun 90-an, adalah era dimana hip hop menancapkan panjinya di Indonesia. Di saat musik rock berkuasa, Iwa K hadir layaknya angin segar bagi yang bosan. Album perdananya bertajuk Ku Ingin Kembali (1992), menjadikan musisi kelahiran Bandung tersebut sebagai pionir di kancah hip hop tanah air.

Tidak bisa ditampik pula bahwa Denada merupakan salah satu pelopor Hip Hop di era 90-an, meski di kemudian hari musisi wanita dengan nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu bepindah haluan menjadi penyanyi dangdut hingga berhasil menyabet banyak penghargaan, semisal Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005.

Diawali dengan mereka berdua, kemudian hadirlah nama-nama besar lainnya. Black Kumuh, Boyz Got No Brain, Sindicat31, serta Sweet Martabak adalah diantaranya. Menurut banyak catatan sejarah, kemunculan tiga seri album Pesta Rap (1995-1997) besutan Musica Studio merupakan penanda bahwa Hip Hop tengah mengalami masa keemasannya.

Sebagai garda terdepan grup hip hop yang kerap mengangkat isu sosiologi politik dalam tiap karyanya, Homicide juga muncul pada era kejayaan tersebut. Tumbuh di lingkaran musik independent Bandung yang banyak mengusung genre punk, hardcore, dan metal, mereka hadir sebagai entitas unik dan penuh kemarahan akan hal-hal ganjil di sekelilingnya. Meski demikian, album debut Homicide yaitu Godzkilla Necronomentry baru berhasil dirilis pada tahun 2002.

Setelah internet berhasil memasuki banyak sisi kehidupan dan menjadi salah satu kebutuhan penting dari masyarakat perkotaan Indonesia, maka kancah hip hop tanah air telah memasuki babak baru. Banyak rapper-rapper baru yang mengawali debutnya melalui platform digital dan sukses dari sana, salah satu contoh nyatanya adalah Rich Brian dan single Dat Stick miliknya yang mampu mencuri perhatian dari masyarakat dunia.

Sejarah hip-hop di Indonesia memang sudah cukup panjang dan berliku. Untuk merayakan perjalanannya, maka Soundrenaline 2019 menghadirkan sebuah panggung bernama Bukan Rap Battle persembahan Lazy Lounge.

Bukan Rap Battle merupakan salah satu sajian Soundrenaline 2019 paling berkesan. Di sana, kita dapat menemui sederet musisi hip hop tanah air yang berbagi panggung dan menciptakan kolaborasi unik tanpa pernah terkira sebelumnya. Tora, Yacko, A. Nayaka, Joe Million, Krowbar, Sonjah, Noise, Boyz Got No Brain, Randslam, Shotgundre, Mukarakat, D.P.M.B, Matter Mos, Mario Zwinkle, adalah nama-nama penampilnya.

Untuk melihat keseruan panggung Bukan Rap Battle, silakan simak video berikut ini.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Siasat Partikelir

Program Menarik Bernama Women Composser Weekend

Merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh di tanggal 8 Maret lalu, untuk pertama kalinya, Yayasan Bandung Philharmonic berkolaborasi dengan Komunitas Perempuan Komponis: Forum & Lab untuk meluncurkan dua program webinar...

Keep Reading

Libatkan Seniman Lokal, SOCA Wheels Luncurkan Program Luring SOCA Spinning Wheels Vol.1

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang sudah terjadi selama lebih dari dua tahun ini sudah berhasil membuat repot semua lini, termasuk lini hiburan. Selama dua tahun itu pula kita disuguhi dengan...

Keep Reading

Bandcamp Resmi Bergabung dengan Epic Games

Bagi yang menggandrungi musik, tentu gak bakal asing dengan platform pemutar musik digital bernama Bandcamp. Dengan adanya platform tersebut para musisi bisa dengan mudah mendistribusikan karyanya, lewat platform itu pula...

Keep Reading

Sandal Jepit Swallow yang Berevolusi Menjadi Sepatu

Untuk rilisannya sendiri, sneaker unik ini hadir dalam 4 series warna, yakni tersedia dalam warna merah-putih, hijau-putih, hitam-putih, dan biru-putih. Warna-warna yang khas dengan sandal jepit yang biasa kita pakai sehari-hari. Keempat series ini dibanderol dengan harga 129.900 dan tersedia dengan ukuran 37-44.

Keep Reading