Gavendri Beranjak R&B Kembali di Lagu Baru, "Should I"

Gavendri baru-baru ini melepas single baru berjudul “Shoud I”. Lagu tersebut kental dengan elemen-elemen R&B, ditandai dengan dentuman kick dan bas yang begitu low, tepukan tangan serempak, tekanan-tekanan vokal, dan tentunya groove drum secara keseluruhan.

Gavendri menguji perasaanya melalui “Should I”. Terinspirasi dari pengalaman toxic relationship-nya, ia menceritakan tentang keresahan yang dialami seseorang di lingkungan tertentu.

“Alih-alih sedih, aku seperti marah. Sebenarnya, lagu ini upbeat banget. Untuk orang yang sedih, tapi enggak pengin larut dalam kesedihan,” kata Gavendri dalam siar pers.

Solois asal Ibu Kota ini menggarap “Should I” bersama pasangan Endah N Rhesa. Duo bas dan gitar ini sudah dipilih Gavendri sejak lagu ini dibuat Maret lalu. Ia merasa pasangan suami istri ini dapat menyempurnakan keinginannya.

“Endah N Rhesa identik dengan folk. Tapi, aku tahu mereka berdua. Satu, Mbak Endah blues banget. Yang mana R&B, rhythm and blues ya, masih berkaitan. Mas Rhesa tuh R&B banget. Jadi, kalau misalnya ada satu musik yang akan mereka mainkan selain gitaran pasti R&B. Aku tau soal itu,” ungkapnya.

Gavendri nampaknya memang senang mengeksplorasi musik yang ia mainkan. Hampir semua lagu yang ia rilis memiliki nuansa berbeda. “Sepi” jelas pop. “See You Another Time” (karyanya di mana ia mengajak Farrel Hilal untuk mengisi vokal) terdengar seperti pop-pop kamar seperti Doddie namun dengan mix yang lebih tajam. “Tel Aviv to Honolulu” mengarah kepada world music dengan ketukan waltz dan bebunyian akordeon, mungkin seperti Tika & The Dissidents yang menggubah ulang “You Belong to Me”.

Namun, Gavendri ternyata membuat dua versi dari “Tel Aviv to Honolulu”. Selain versi aslinya, “Tel Aviv to Honolulu (Alternate Version)” lebih mengarah pada karya terakhirnya. Biarpun dibawakan secara akustik, tarikan vokal Gavendri di lagu tersebut memang se-R&B tarikan vokalnya di “Should I”. Gavendri nampaknya telah memantapkan diri untuk mengambil jalan musiknya. Dengan memilih genre ini, ia mengaku dapat meng-embrace corak vokal dan gaya bernyanyinya yang banyak terinspirasi dari musisi seperti Beyonce dan Alicia Keys.

Gavendri sendiri merupakan seorang singer-songwriter asal Jakarta yang mulai terjun dan menjejaki dunia musik sejak masih duduk dibangku SMP.  Selepas menjadi musisi reguler & backing vocal untuk beberapa musisi, di Oktober 2020 kemarin ia mulai merilis karya nya sendiri.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Gavendri

Isyana Sarasvati Untuk New York Fashion Week

Salah satu solois fenomenal tanah air, Isyana Sarasvati, diundang untuk menghadiri salah satu acara paling bergengsi tahun ini di New York, Vogue World (12/09). Merayakan ulang tahunnya yang ke 130,...

Keep Reading

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading