Garut, Kota Dodol?

Jika kamu pernah berkunjung ke Garut, dan melewati bundaran alun-alun Tarogong, di bawah tugu intan di sana terpampang dengan jelas slogan “Garut Kota Dodol” –dulunya terpampang nama Kota Intan. Ya, memang sejak zaman dulu, Garut selalu identik dengan istilah dodol. Meskipun makanan dodol banyak ragamnya dan bukan hanya ada di Garut. Misalnya ada dodol Betawi, dodol Cina, dan dodol Nanas Subang. Namun  kendati demikian dodol Garut mungkin paling banyak dikenal saat ini, dan di tingkat nasional pun dodol ini kadung diketahui sebagai makanan khas Garut.

Selain bentang alamnya yang eksotis, Garut pun memiliki bentang rasa yang perlu kamu cicipi. Terlepas dari dodol sebagai makanan khas kota Garut, dalam artikel ini saya akan memberikan rekomendasi kuliner alternatif ketika kamu berkunjung ke Garut.

Endog Lewo

Endog Lewo

Seperti namanya, makanan yang disebut Endog Lewo ini memiliki bentuk yang memang mirip endog (telur). Muasal nama endog lewo karena asal usulnya berasal dari kampung Lewo kecamatan Malangbong, Garut. Bagi masyarakat Garut, makanan ini lebih familiar dengan nama Emplod. Endog Lewo merupakan jenis makanan ringan yang bentuknya mirip telur puyuh. Warnanya kuning dan memiliki rasa yang gurih. Bahan dasar dari makanan ini terbilang sederhana. Bahan utamanya adalah tepung singkong yang diberi garam, kemudian dibumbui dengan bawang putih serta bahan-bahan lainnya. Selain dijual bebas di pasar, di tempat asalnya (Malangbong) endog lewo sering dijadikan sebagai oleh-oleh bagi para tamu yang berkunjung. Boleh lah kiranya kamu berkunjung ke Malangbong untuk berburu makanan ini sekaligus napak tilas jalur kereta api yang dilewati Charlie Chaplin ketika berkunjung ke Garut pada tahun 1932 silam. 

Ladu

Ladu

Selain Endog Lewo, Malangbong memiliki makanan khasnya yang lain, yaitu Ladu. Kudapan tradisional yang berbahan dasar dari beras ketan, kelapa, dan gula aren ini  sudah ada sejak tahun 1930-an. Mulanya hanya disajikan untuk acara-acara tertentu dipemerintahan. Namun saat ini ladu sudah bisa kamu temui di banyak toko oleh-oleh kota Garut. Ladu memiliki rasa yang tidak terlalu manis, jika dibandingkan dengan dodol Ladu memiliki tekstur yang lebih kasar  dan berwarna coklat kehitaman. Biasanya Ladu memiliki bentuk segitiga memanjang dan dibaluri oleh tepung ketan. Selain menjadi kudapan yang lezat, ladu pun memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi yang berasal dari gula, karbohidrat dari beras ketan, dan kandungan lemak dari kelapa.    

Burayot

Burayot

Burayot adalah nama jenis makanan yang sangat dikenal oleh masyarakat Garut. Rasanya yang gurih dan manis membuat makanan ini cukup digandrungi oleh banyak orang. Makanan ini terbuat dari bahan-bahan yang cukup mudah ditemui. Seperti tepung beras, gula merah, minyak kelapa, dan kacang tanah. Nama burayot sendiri berasal dari bentuknya yang ngaburayot jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia berarti ‘bergelantung’. Karena sifatnya yang lembek, dan ketika diangkat oleh penusuk bambu maka akan terlihat ngaburayot. Dari situlah istilah makanan ini lahir. Agak nyeleneh memang namanya, tapi boleh lah kapan-kapan kamu mencicipinya.

Kopi Garut

Kopi Garut

Industri kopi hari ini kian menggeliat. Para pelaku usaha mulai melirik industri ini sebagai unit usaha yang sangat berpotensi. Kedai-kedai kopi pun kini bertebar dipelbagai sudut-sudut kota Garut. Selain menjadi pemenuh dahaga, agaknya kopi pun kini sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang, terlebih lagi bagi para kawula muda. Garut menjadikan kopi sebagai salah satu komoditi utama. Selain memang Garut adalah daerah agraris dengan kesuburan tanahnya. Garut pun memiliki kopi khasnya sendiri. Seperti kopi Papandayan, kopi Cikandang,dll.

Kesemek

Kesemek

Jika kamu hendak berlibur ke pantai selatan kabupaten Garut, hendaklah mampir di Cikajang. Dan sempatkanlah untuk mencari buah Kesemek yang konon tidak bisa dijumpai di sembarang tempat. Dilansir dari buku Seputar Garut, hanya di Cikajang lah buah ini bisa tumbuh subur sampai saat ini. Buah kesemek merupakan pohon buah yang hanya bisa tumbuh di daerah subtropik. Nama latinnya adalah Drospyros Kaki. Konon tumbuhan ini berasal dari Cina dan Jepang. Buah Kesemek berbentuk bulat mirip apel, namun sedikit menyegi. Rasanya manis namun agak sepat di lidah ketika dimakan.  Sebelum dimakan, biasanya kesemek direndam terlebih dahulu dalam air kapur sehari semalam. Kemudian diperam sampai masak. Selain bisa dimakan langsung, buah kesemek pun sering juga dibuat selai dengan dikeringkan terlebih dahulu.   

Baso Aci

Baso Aci

Yang terakhir adalah Baso Aci, kuliner yang saat ini banyak digandrungi. Sebetulnya makanan ini bisa kamu temui dibanyak kota, namun konon kuliner ini berasal dari kota Garut. Bahkan di Garut sendiri setiap tahunnya terselenggara Festival Baso Aci. Biasanya Bakso terbuat dari bahan dasar daging-dagingan. Namun baso aci terbuat dari bahan dasar tepung tapioka –sangat ramah untuk kamu yang seorang Vegetarian. Yang membuat Baso Aci memberikan sensasi berbeda adalah varian dalam menyajikannya. Biasanya baso aci disajikan dengan cuanki, ceker ayam dan sukro cikur (kencur). Garut dengan cuacanya yang cukup dingin, agaknya santapan ini cocok untuk sekedar menghangatkan badan sekaligus melepas rasa lapar. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

PARTIKILAS Part II: Favorit Siasat Partikelir di 2021

Ada begitu banyak jumlah karya yang dirilis oleh para musisi di sepanjang tahun 2021. Seperti yang sudah diulas dalam Partikilas Part I, berdasarkan pantauan di email Siasat Partikelir, setiap harinya...

Keep Reading

PARTIKILAS Part I: Mereka yang Berbagi Kabar di 2021

Untuk menyambut tahun 2022 yang penuh harapan, di bawah ini kami menyuguhkan kilas balik yang bersumber dari data dan dokumen internal Siasat Partikelir di sepanjang tahun 2021.

Keep Reading

5 Alasan Kenapa Rock In Celebes 2021 Begitu Penting Untuk Disimak

Memasuki tahun ke-12, Rock In Celebes kian menunjukan taji atas kiprahnya di ranah festival musik. Tahun ini, festival yang berbasis di pulau Sulawesi tersebut kembali menggulirkan agendanya dan akan digelar selama 10...

Keep Reading

Interview: Caccia dan Perjalanannya Menyusuri Musik

Apa rasanya bisa band-bandan dengan pasangan? Caccia mungkin salah satu dari beberapa unit musik yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Duo asal Jakarta ini dimotori oleh sepasang kekasih, Anya (vokal) dan...

Keep Reading