Garis Imajiner Tawarkan Set Penuh dalam Singgel Baru

Garis Imajiner mungkin sekarang tinggal dua orang. Biarpun semakin sepi, musik mereka malah terdengar semakin ramai. Unit folk tersebut telah merilis singgel teranyar dengan tajuk “Angkara & Nismara”.

Sebelumnya, Garis Imajiner diisi oleh empat orang, Bagas Woro (vokal, gitar), Rodando (gitar utama), Putra Dewantara (bas), dan Winata Bayu (perkusi). Dengan format tersebut, musik folk yang mereka usung merupakan folk-folk tipikal dengan instrumen-instrumen akustik sebagai senjata utama, khususnya trek-trek di album penuh mereka yang dirilis pada 2018, Elegi & Dialektika. Kali ini yang tersisa hanya Bagas dan Putra, namun mereka malah menambahkan intrumen-instrumen elektris dan bebunyian drum penuh untuk membuat musik mereka makin terkesan ramai.

“Ini adalah formula baru kami dalam mengembangkan musik kami, setelah mengalami penyusutan jumlah personel. Sepertinya kami harus  segera menemukan jati diri yang baru tanpa meninggalkan karakter yang sudah kita bangun selama empat tahun terakhir,” ungkap Putra Dewantara, pembetot bas Garis Imajiner dalam keterangan pers.

Susunan formasi Garis Imajiner nampak seperti sebuah perusahaan agensi kreatif. Selain para personel yang tampil membawakan lagu, mereka memiliki setidaknya dua jenis manajer, General Manager dan Creative Manager. Untuk urusan lirik, Creative Manager mereka, Atmo Soedir, lah yang bertanggung jawab.

“Memang, dalam album Elegi & Dialektika, saya menulis puisi, bukan lirik. Nah, untuk ‘Angkara & Nismara’, saya mencoba untuk disengaja menulis lirik, dan cukup tegas meluapkan kemarahan dalam sisi angkara, juga menceritakan ketenangan dalam sisi nismara, sehingga lahirlah kisah ini, yang menitik beratkan pada momen kebimbangan ketika jatuh cinta kepada kekasih orang. Ada ketenangan, ada kemarahan, dan penuh dilema dalam menyikapi momen ini,” terang Atmo Soedir, penulis lirik, sekaligus Creative Manager Garis Imajiner.

Selain itu, General Manager Abibayu, dalam lagu ini juga terlibat untuk mengisi drum.

“Bahwa kita harus terus bergerak, dan inilah langkah yang kita ambil untuk survive dan mengembangkan musik kami. Ada nuansa surf yang kita sisipkan, namun tetap mempertahan aroma oldies yang memang sudah tertanam dalam karakter vokal Bagas Woro. Entah apa genre musik kami saat ini, untuk mempermudahnya, kami menyebut alternatif pop,” jelas Abibayu.

Kedepannya, Garis Imajiner sedang mempersiapkan EP dengan nuansa yang lebih modern dengan tambah alat-alat elektris. Agustus lalu, mereka telah merilis singgel lain dengan tajuk “Mengolah Rasa”.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Garis Imajiner

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading