Gangga dan Memori Patah Hati dalam Single ‘Whiskey Bottle’

Setelah berhasil merilis single bertajuk ‘Forever’ pada bulan Maret lalu, Kini penyanyi muda Gangga kembali merekam perjalanan kisahnya melalui single terbarunya berjudul ‘Whiskey Bottle’ pada tanggal 25 Juni 2021. Masih dengan nuansa yang familiar, tema yang diambil dalam single ini bergulir kepada kerinduan dan proses patah hati pun menjadi irisan antara keduanya. Single ‘Whiskey Bottle’ ini menjadi salah satu single yang dirilis sebagai jembatan dari rangkaian menuju album perdana Gangga yang akan dirilis.

“Forever dan Whiskey Bottle itu karya yang beriringan, dan punya kesinambungan cerita. Whiskey Bottle sendiri bakalan jadi salah satu pembuka dari album pertama nantinya.” Ungkap Gangga dalam siaran persnya.

Single ‘Whiskey Bottle’ dapat dikatakan sebagai bagian dari perjalanan seseorang yang tengah berproses dalam menghadapi kesedihan akan sebuah memori dan patah hati. Beserta di dalam prosesnya, selain diperuntukan untuk mewakili seseorang yang tengah merindu, lagu ini ia tujukan secara sadar untuk memotret upaya seseorang dalam melupakan masa lalunya.

Meski memiliki ide cerita yang serupa, namun single ‘Whiskey Bottle’ dikemas dengan warna yang berbeda dari single sebelumnya. Masih dengan kerapuhan sebagai euforia utama, alih-alih kembali dengan lantunan musik yang cenderung pelan, lagu ini justru disajikan dengan irama khas middle-up yang mampu menarik perhatian para pendengar saat menyelami karya ini. ‘Whiskey Bottle’ akan terasa rapuh, tetapi juga terdengar ringan di waktu yang bersamaan.

“Di Whiskey Bottle ini, gue cerita proses yang gue laluin sebelum berada di fase Forever. Dari pembawaan musik di lagu ini, gue mau melewati fase ini, kesedihan dan patah hati, dengan lebih rileks untuk bisa memahami dan menerima kesedihan yang gue memiliki.” Jelas Gangga.

Dalam proses pembuatan single ini, Gangga bekerja sama dengan Petra Sihombing dalam penulisan lirik dan bersamaan dengan memproduseri lagu ini secara penuh. Bukan hanya Petra Sihombing, ia juga menggandeng Mohammed Kamga sebagai pengarah vokal (vocal director) dalam karya ini. Menurut Gangga, di tengah usia bermusiknya yang masih belia, berkolaborasi dengan keduanya adalah sebuah kesempatan yang menarik. Tidak terhenti sampai di sana, apiknya kolaborasi ini turut terefleksi dengan baik dalam hasil akhir ‘Whiskey Bottle’ ini sendiri.

“Ternyata gue bisa nyambung sama keduanya. Kolaborasinya asik, dan seru. Dari kolaborasi ini pun, gue merasakan banyak pelajaran yang gue dapat dari Petra dan Kamga. Dan setelah gue dengar hasil akhirnya, gue merasa puas banget.” Jawabnya.

Selain merasa puas dengan hasil kolaborasinya, dalam single ini Gangga menganggap bahwa lagu ini menjadi sangat personal untuknya. Berangkat dari pengalaman pribadi, ‘Whiskey Bottle’ otomatis menjadi terasa begitu dekat dengannya. Gangga dan karyanya yang kerap dikenal dengan berbagai pengandaian, kali ini pilihannya jatuh pada sebotol Whiskey. Selain spesial, Whiskey dianggap menjadi analogi yang tepat untuk menceritakan proses kesedihan beserta kerapuhan emosi yang ia rasakan terhadap seseorang yang ia tuju dalam karya terbarunya.

Dalam karyanya kali ini, Gangga menyungguhkan para pendengarnya sebuah abstraksi dari kesedihan akan memori dan patah hati dari sebotol Whiskey dalam mendeskripsikan rasa yang ia miliki. Baginya, hal ini menjadi mudah untuk dapat dipahami oleh para pendengarnya, apabila ia memberikan gambaran sebuah rasa melalui objek nyata di sekitar.

“Whiskey Bottle ini sesuatu yang tadinya gue anggap sebagai pemanis dalam pelarian semasa gue berproses, tapi pada akhirnya gue salah. Ternyata yang spesial itu bukan objeknya, tapi justru perempuan itu sendiri.” Tuturnya.

It’s always you at the bottom of my whiskey bottle over and over again —merupakan sepotong lirik istimewa yang menjadi sorotan pada lagu ini. Sebagaimana penggalan lirik tersebut menggambarkan kondisi dependensi seseorang terhadap seseorang lainnya yang mampu mendistraksi hal-hal penting di sekitar. Sepotong lirik yang tertuang dengan manis, tetapi juga lirih di waktu yang bersamaan.

“Perasaan itu yang gue rasain waktu nulis lirik, rasa yang kuat sama orang tersebut ternyata bisa mengalahkan hal-hal lain. I’ve traveled far, lagu ini adalah gue. Dan di lagu ini, ternyata yang gue temuin cuma ada dia.” Ujarnya.

Dengan warna musik yang cukup berbeda dari biasanya, lagu ini beserta dengan segala kerapuhannya, akan memberikan kehangatan, dan kedekatan untuk para pendengarnya. Single ‘Whiskey Bottle’ sudah dirilis untuk pertama kalinya pada tanggal 25 Juni 2021. Bersamaan dengan dirilisnya video visual di kanal YouTube pribadinya.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Gangga

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading