Gamaliél Rilis Mini Album Bertajuk Q1

Selama kurun waktu 2 tahun belakangan ini, mungkin kiprah solois semakin menghiasai industri musik Indonesia, gak usah lah ya disebutkan, kamu sudah fasih, sudah pasti solois-solois tersebut sudah masuk kedalam rak playlistmu atau sering diputar di beberapa coffee shop. Banyak alasan mengapa beberapa musisi memutuskan untuk berkiprah sebagai solois, saya yang seorang solois punya alasan khusus, ya agar duit manggung gak kepotong banyak, tapi kalo latihan saya yang harus bayar. Lupakan saya! Mari kita bahas satu yang menggembirakan dan mengejutkan yang datang dari Gamaliél.

Tidak asing dengan GAC? sebuah trio yang memiliki pondasi suara yang tampan dan cantik, mereka adalah (Gamaliél Audrey Cantika) kini sepertiga mereka memutuskan untuk berkarir solo, ia adalah Gamaliél yang baru saja meluncurkan mini album bertajuk Q1.

Penyanyi berbakat yang pernah memenangkan AMI Awards Indonesia ini menyematkan 4 lagu dalam album Q1 yaitu /forever more/, /ethereal/, /unfindable/, dan /adjacent/. Lagu pembuka album ini, /forever more/, telah dirilis pada 10 Januari 2020 lalu dan berhasil membawa Gamaliél memenangkan piala AMI Awards 2020 dalam kategori Artis Solo Urban Terbaik.

Q1 adalah fase bulan yang mendahului bulan purnama dan menyimbolkan pengambilan keputusan (decision making) yang tentunya harus diawali dengan perenungan untuk memperoleh kejelasan, keyakinan, dan kekuatan untuk menjalani proses selanjutnya dalam kehidupan,” ujar Gamaliél menjelaskan arti dari judul albumnya, Q1.

Lagu-lagu Gamaliél di album Q1 ini memiliki fokus utama, yaitu penggunaan alat musik gesek yang megah. Ingin memberikan hadiah untuk dirinya di masa kecil lewat album ini, Gamaliél melihat kembali ke masa kanak-kanaknya dan mengingat kesukaannya pada alat musik biola. Namun, kesukaannya pada biola berujung pada suatu kegagalan di mana ia harus berhenti mengikuti latihan dan merasa tidak berbakat.

“Waktu kecil aku suka sekali mendengarkan lagu-lagu dengan biola dan bercita-cita untuk bisa memainkan biola, sampai aku mengikuti les biola. Tapi ternyata biola itu sangat sulit untuk dipelajari dan aku terus menghasilkan nada-nada sumbang. Sampai suatu hari salah satu keluargaku menjahili aku dan memutuskan senar biola kecilku dan bilang bahwa aku tidak akan bisa main biola. Aku dengerin dia dan aku tidak bisa main biola sampai sekarang.

Kalau dilihat ini adalah kegagalan pertamaku dan seperti ‘perkenalan’ terhadap kerasnya dunia yang sering membuat kita down dan berhenti bermimpi. Jadi saat aku bikin lagu-lagu di Q1 ini dan bisa memasukkan aransemen strings di setiap lagunya, terasa seperti pencapaian mimpi kecil aku. Sebuah hadiah spesial buat Gamaliél kecil dan juga pesan untuk semua orang bahwa kegagalan pun bisa dirayakan,” cerita Gamaliél.

Gamaliél menciptakan lagu-lagu dalam album ini ketika sedang berkontemplasi di kamar tidurnya. Ia ingin menyampaikan pesan untuk mereka yang sibuk bekerja agar dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri dan berbincang dengan diri sendiri. Hal itu karena banyak orang terlalu sibuk mencari ladang hijau di luar sana dan lupa untuk mengerti diri sendiri.

“Jangan lupa minta maaf sama diri sendiri jika terlalu keras dan belajar memaafkan diri sendiri. Selamat pulang ke rumah,” ucap Gamaliél.

 

Teks: Alkadri

Visual: Arsip dari Gamaliél

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading