Galeri Seni di Lebanon yang Terdampak Ledakan

Selasa kemarin, dua ledakan besar terjadi di Pelabuhan Beirut, dan menyebabkan lebih dari 70 orang tewas dan lebih dari 4.000 terluka. Dalam laporan awalnya, Badan Berita Nasional milik pemerintah Lebanon mengumumkan bahwa kebakaran terjadi di dekat Pelabuhan Beirut. Perdana Menteri Lebanon mengatakan kepada publik bahwa penyelidikan saat ini sedang dilakukan terkait dengan 2.750 ton amonium nitrat peledak yang disimpan di lokasi tersebut selama enam tahun terakhir. Pemerintah baru-baru ini mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu, memberikan kendali penuh kepada militer di ibu kota. Insiden yang mengerikan ini semakin memperdalam duka yang dialami oleh negara ini yang sudah rentan karena sedang di ambang kehancuran akibat ekonomi yang terus-terusan anjlok, hal ini bahkan sebelum adanya wabah Covid-19.

Ledakan yang terjadi tersebut menghasilkan gelombang kehancuran di seluruh ibu kota Lebanon, merusak bangunan yang tak terhitung jumlahnya. Banyak gedung yang sangat terdampak akibat ledakan yang ada, termasuk galeri-galer seni besar, seperti Galeri Marfa, yang terletak dekat dengan Pelabuhan Beirut, dan Galerie Tanit yang seluruh bangunannya sangat hancur. Menurut The Art Newspaper, Galerie Tanit telah menjadi tuan rumah pertunjukan pribadi pada Senin malam, untuk pameran tunggal artis Lebanon Abed Al Kadiri “Remains of the Last Red Rose” yang akan berlangsung hingga 25 September. Selain itu, pos terdepan Galeri Opera di Beirut, terletak di lingkungan pusat kota juga hancur.

“Salah satu karyawan saya dalam perawatan intensif dan galerinya rusak. Kami hampir tidak punya waktu untuk menutup vitrine terbuka untuk melindungi karya seni dan sekarang berada di rumah sakit untuk bersama rekan kami.” Kata pemilik galeri Saleh Barakat.

Ledakan Lebanon 1

The Sursock Museum, sebuah perusahaan abad ke-19 yang memuat banyak karya seni modern dan kontemporer juga rusak parah. “Ini ledakan terkuat yang pernah saya saksikan,” kata direktur museum Zeina Arida yang berada di museum saat ledakan terjadi. Museum itu hancur. Untungnya, tidak ada staf di museum yang terluka. “Banyak kerusakan telah terjadi pada struktur bangunan pada saat dolar di Lebanon begitu tinggi, sehingga saya tidak tahu bagaimana kami mampu membeli kaca baru untuk skylight, jendela dan pintu keluar, Tambah Arida. “Kami tidak memiliki sarana untuk membeli bahan baru.”

Ledakan Lebanon 2

Museum itu berisi koleksi Ramzi dan Saeda Dalloul Art Foundation (DAF) yang mencakup lebih dari 4.000 karya dari (sekitar) 400 seniman dari seluruh negara Arab. Meskipun banyak karya yang rusak akibat ledakan kemarin, untungnya gedung galeri masih tetap utuh. “Gelombang kejut dari ledakan meledak dan menghancurkan seluruh kaca di seluruh kota,” kata direktur Basel Dalloul. Negara ini sedang terus mencari orang-orang yang hilang sambil memberikan perawatan kepada banyak orang yang terluka. Presiden Lebanon Michel Aoun telah menyetujui untuk mengeluarkan 100 miliar pound Lebanon dari anggaran pemerintah di tahun 2020 untuk bantuan darurat dan pemulihan seluruh negeri.

Banyak orang Lebanon telah kehilangan rumah dan kebutuhan pokok mereka. Merespon keadaan yang ada saat ini, Palang Merah Lebanon menyediakan tempat penampungan darurat untuk 1.000 keluarga dan terus menyediakan perlindungan bagi kurang lebih 10.000 keluarga dalam beberapa bulan mendatang. Makanan, air, perlengkapan kebersihan, masker, sarung tangan, dan kebutuhan penting lainnya didistribusikan kepada keluarga yang membutuhkan. Untuk memenuhi kebutuhan dukungan emosional, anggota tim yang terlatih memberikan konseling mengenai kondisi krisis kepada banyak komunitas. Untuk anggota keluarga yang telah dipisahkan oleh konseling tersebut, Palang Merah di sana menggalakan sebuah program yang bertujuan untuk memulihkan hubungan antar keluarga. Fokus utama mereka adalah menyelamatkan banyak nyawa sekarang. Karena rumah sakit terus kewalahan, Palang Merah Lebanon memiliki 36 pusat kesehatan dan sembilan unit medis keliling yang beroperasi di seluruh wilayah negara. Layanan medis ini diberikan kepada semua orang yang membutuhkan, tanpa biaya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip National News Agency

Penanda 17 Tahun GBS Berkarir

Gugun Blues Shelter kembali merilis single kedua setelah sebelumnya pada pertengahan tahun 2022 mereka merilis single Jingga. Kali ini, trio Gugun, Bowie & Fajar melepas Down & Dirty seperti yang...

Keep Reading

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading