Galeri Nasional Gelar Pameran Virtual Pertama 

Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, banyak museum dan kegiatan seni yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Kondisi saat ini dengan segala keterbatasannya memang butuh perhatian khusus, dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku seni di seluruh dunia, begitu pula yang dirasakan oleh mereka yang ada di Indonesia. Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi agar bisa membuka kemungkinan baru untuk mengakali situasi. Tantangan ini juga memberi kesempatan bagi perupa generasi baru untuk bereksperimen dan bisa memberikan kontribusi serta solusi dalam kehidupan bermasyarat dan menghadirkan sebuah karya yang berfungsi untuk kemaslahatan orang banyak.

Wabah bernama Covid-19 tak kunjung mereda dan belum dapat dipastikan kapan wabah ini akan berakhir. Dari segala sektor segala upaya telah dilakukan, pun termasuk di sektor kesenian agar para seniman dapat tetap produktif untuk berkarya. Dan hal demikian pula yang sedang dilakukan oleh Galeri Nasional Indonesia (GNI) dengan membuat sebuah pameran virtual pertama yang bertajuk MANIFESTO VII “PANDEMI”. 

Poster Pameran Virtual

Manifesto merupakan pameran dua tahunan yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia. Pameran yang sudah ada dari tahun 2008 ini untuk pertama kalinya dikemas secara virtual dan telah dibuka sejak Sabtu (08/08) sampai dengan 6 Desember 2020, dan tentu sudah bisa kamu akses secara cuma-cuma di laman galnasonline.id. Pameran yang dikuratori oleh Rizki A. Zaelani, Citra Smara Dewi, Sudjud Dartanto, Bayu Genia Krishbie ini setidaknya menampilkan 217 karya dari 204 seniman yang tersebar diseluruh Indonesia. Sebelumnya ada 333 karya dari 267 peserta yang masuk atas undanggan terbuka yang disebar oleh GNI, namun disaring kembali oleh para kurator.

Melansir dari Kompas.id, dasar dari kurasi ini setidaknya ada 5 sorotan yang menjadi standar sebuah karya dapat masuk ke ruang pameran. Yakni Pertama, sikap untuk menyatakan respons baik. Kedua, sikap asimilasi terhadap keadaan hidup yang tengah berlangsung dan bisa mengandung kehendak yang sebaliknya. Ketiga, cara penerimaan dengan mengungkapkan isu pandemi sejajar dengan pengalaman lain dalam hidup. Keempat, menjadikan pandemi Covid-19 sebagai inspirasi untuk sebuah aksi fantasi. Dan Kelima, memahami pandemi sebagai persoalan yang memiliki dimensi nilai yang mengakar ke dalam. 

Sesuai tajuk yang diusung yaitu Pandemi dan menjadi standar penilaian para kurator, para seniman ini menuangkan kegelisahannya pada masa-masa sulit akan wabah pada karyanya. Seperti yang dimanifestasikan oleh Herry Dim, seniman yang berasal dari Bandung. Dalam karyanya yang berjudul Memento Mori ia mengawalinya dengan menampilkan potongan-potongan berita dari seluruh dunia tentang bagaimana wabah corona ini bekerja, lalu lukisan abstrak dengan dominasi cat hitam pekat pun muncul seraya diiringi bunyi-bunyian dengung yang menemani karyanya sampai dengan akhir. Suasana kehampaan dan kengerian pun sektika terasa nyata.

Video menjadi medium yang paling efektif dan representatif untuk menampilkan karya-karya ini. Rata-rata video yang berdurasi 4 menit itu tak hanya menampilkan karya rupa saja, namun video-video tersebut kaya akan eksplorasi dan gagasan para para seniman. Narasi-narasi kecil kerap ditampilkan. Selain itu suasana dalam galeri pun turut ditampilkan dengan menggunakan visual tiga dimensi, yang seakan kita sedang berada di ruang pameran. Namun tetap saja pameran fisik yang dapat didatangi secara langsung belum bisa tergantikan. Terlebih menyoal seni rupa yang syarat pengamatan indrawi dan perasaan.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Galnasonline.id

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading