Gabriela Fernandez Rilis Videoklip Bersama Idolanya

Apa jadinya bila mimpi kalian untuk bertemu dengan sosok yang diidolakan menjadi nyata? Menyenangkan sekali pastinya, selain bisa bertemu, kalian juga ternyata bisa membuat satu karya bersama yang sangat bagus, dan kemudian dirilis ke publik luas. Nah hal ini nih yang dirasakan sama Gabriela Fernandez. Dirinya baru saja melepas sebuah video klip dari lagunya yang berjudul “Insomnia” tak lama setelah Hari Kesehatan Mental diperingati di tanggal 10 Oktober kemarin. Single ini sendiri sebenarnya telah dirilis bentuk audionya di awal terjadinya penyebaran virus corona di Indonesia. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, di videoklip ini dia tak sendiri, ada Rhesa Aditya dari Endah & Rhesa juga. Sosok ini adalah idola dari Gabriela sendiri, bisa dibayangkan bukan bagaimana senangnya bisa berkarya bersama idola. Baginya, kolaborasi ini menjadi seperti sebuah impian yang menjadi nyata.

“Ketika mas Rhesa menawarkan untuk mengisi bass di lagu ini, dan bersedia mengerjakan mixing mastering untuk lagu ini, aku senang sekali. Rasanya campur aduk, tidak tahu bagaimana lagi harus berterimakasih. Mas Rhesa dan Mba Endah orang-orang baik, mereka nggak segan mendukung musisi-musisi muda dengan berbagai cara,” ungkap Gabriela.

Menurut Gabriela, lagu ini tidak hanya bicara tentang insomnia saja. Lagu ini menceritakan tentang pikiran-pikiran yang terlalu banyak (overthinking), rasa bersalah, kekhawatiran dan kecemasan akan masa depan, yang sebenarnya bisa dilatih dengan mindfulness atau berlatih disini dan kini. Namun dalam lagu ini, Gabriela ingin mengajak semua yang mengalami hal yang sama, untuk menertawakan saja dahulu keadaan mentalnya saat ini. Dengan melakukan hal itu, kita dapat menerima kondisi kita saat ini, atau dapat mengatakan, “it’s okay not to be okay”. 

Yang dimaksudnya pula adalah bagaimana kedua idolanya ini mendirikan EarHouse sebagai komunitas yang hidup dan aktif di Pamulang, yang harapannya, dapat dilakukannya juga melalui Akarupa yang sedang dirintisnya. Ingin juga menyampaikan pesan bahwa berkarya tidak harus berhenti karena pandemi, video ini merupakan proyek jarak jauh antara Jogja – Pamulang, di mana semua dikerjakan dari rumah, dengan peralatan yang sederhana.

Selain itu, apabila video lirik sebelumnya menunjukkan proses pembuatan artwork visual oleh Gabriela, video kali ini mengangkat Raditya “Somay” Darmo, musisi dari Yogyakarta, yang membuat seluruh bunyi perkusi dari lagu ini. Uniknya, Raditya menggunakan barang-barang di sekitar kita untuk membuat bunyi-bunyian. Misalnya, menggesekkan rantai untuk membuat suara jangkrik, menggunakan wadah kuas untuk menirukan suara tokek, bahkan menggunakan kaleng bekas, sekop pasir, parutan roti, wadah tembakau, tempat dupa, bahkan charger bekas sebagai sumber bebunyian perkusinya. Ia menyebutnya “Rongsok”, karena kebanyakan menggunakan barang-barang bekas. Kreativitas ini dimunculkan dalam official video ini, terinspirasi oleh musisi Jacob Collier. Pembuatan video ini merupakan karya bersama dari Akarupa Production dan Gerry Neko, yang merupakan videografer dari Yogyakarta. Setelah berdiskusi bersama, saling bercerita tentang makna lagu dan beberapa filosofi di baliknya, jadilah video ini, dengan berbagai keunikannya. 

Pesan Gabriela untuk semua yang menikmati video ini, terutama di masa-masa ini: “Untuk kita yang tidak bisa tidur, semoga bisa segera mendapat tidur yang cukup. Untuk kita yang penuh pikiran dan kekhawatiran, mari sama-sama kita coba kurangi. Ada banyak hal yang dapat ditertawakan di masa-masa seperti ini (termasuk diri yang sedang tak bisa tidur), demi menjaga kesehatan mental agar tetap bahagia, sambil terus menjaga diri dan bersikap waspada, secukupnya.”

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Gabriela Fernandez

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading