Format Rilisan Unik di Album Pendek Terbaru Texpack

Pandemi yang sudah berlangsung sejak tahun lalu ini memang membuat rumit segala lini. Tak terhitung lagi sudah berapa banyak kerugian yang diakibatkan oleh virus bernama Covid-19 ini. Namun dibalik segala peristiwa yang terjadi kita patut mengacungi jempol bagi mereka yang masih dan terus merilis karya. Kali ini rilisan paling gres datang dari Texpack, salah satu unit indie rock dari kota hujan, Bogor. Satu hal yang tak ada habis kerennya dari Texpack adalah semangatnya yang tak pernah kendor, meskipun segala rencana (termasuk tur) usai perilisan “Spin Your Wheels” (2019) harus ditunda gara-gara pandemi, namun mereka masih terus produktif untuk melahirkan karya.

Usai merilis ulang EP “Courageous” dalam format digital –sebelumnya hanya dilepas dalam format kaset- di beberapa bulan lalu, untuk mengawali tahun 2021 ini, Texpack kembali merilis EP teranyarnya yang bertajuk “The Early Serenade”, maxi single berisikan dua lagu baru dan satu bonus trek spesial. Tetap dalam upaya merayakan kultur perlisisan fisik, uniknya, selain dirilis dalam bentuk digital, “The Early Serenade” pun dirilis dalam bentuk mini CD ukuran tiga inci oleh Anoa Records, label independen yang menaungi mereka.

“Asyik banget soalnya, kami sudah pernah dirilis dalam bentuk CD dan kaset, jadi rilisan terakhir ini spesial bagi kami,” ungkap Dimas, basis dan vokalis Texpack.

Sedangkan untuk proses rekamannya sendiri, album pendek “The Early Serenade” sudah berlangsung dari September tahun lalu, sekitar empat bulan dibutuhkan Texpack untuk merampungkan maxi single ini. Instrumen trompet juga digunakan, dibantu oleh teman mereka bernama Yudha, untuk dua lagu. Meski ditengah pandemi, Texpack bersyukur tak ada yang aneh-aneh terjadi.

“Lega banget. Semua berjalan lancar dan tidak ada kendala yang menggangu proses produksi,” kata Afnan, gitaris dan vokalis juga di Texpack.

Dirilis Anoa Records pada 14 Februari kemarin, “The Early Serenade” maxi single ini berlirikan tema cinta yang hangat dan riang. Tapi kejutan terjadi ketika nomor ‘My Trumpets’ dari salah satu legenda indie pop Swedia, Eggstone hadir menjadi sebuah bonus track.

“Kami semua suka Eggstone dan ingin membawakan lagunya yang simpel aja, salah satunya ‘My Trumpets’. Karena kebanyakan lagu-lagu mereka adalah pop rumit,” kata Dimas lagi.

Sedangkan musisi cum penulis musik Harlan Boer, menulis catatan untuk nomor tersebut. Ia mengatakan keputusan Texpack untuk merekam ’My Trumpets’ adalah salah satu indikator untuk menerka arah musik Texpack kedepannya.

“Keputusan untuk merekam “My Trumpets” milik Eggstone di sini, mengambil pop dari 1991, memancing prediksi arah musik mereka ke depan, sebagaimana lagu pembuka “The Early Serenade” langsung meredakan kerumitan hidup, mendatangkan perasaan baik-baik saja, disambung “Between 4 and 10 (Strawberry etc)”: hujan pop permai merata. Liner notes tidak perlu keriting kemana-mana. The Early Serenade keren, enak,indah” tulis Harlan

Sementara proses meinta ijin kover pun sudah mereka lakukan lewat surel langsung kepada sang empunya lagu. Setelah mendapatkan email kontak Eggstone, mereka justru mendapatkan respon positif dari vokalis Eggstone, Per Sunding.

“ Kalau kata Per, kover kami mirip seperti saat mereka membawakan lagu My Trumpets live saat itu,” tambah Dimas.

The Early Serenade jelas salam pembuka menyenangkan dari Texpack kepada pendengar mereka. Di tahun 2021 ini mereka memiliki beberapa rencana seru yang mau dikerjakan, apapun yang terjadi dengan pandemi yang masih berlangsung.

“Selain tetap sehat dan lancar, kita ingin membuat album kedua dan kalau bisa ingin split dengan band-band kawan kami,” tutup Afan.

Sepertinya menarik. Kita tunggu saja!

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Anoa Records

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading