Film Dokumenter Terbaru Jimi Hendrix akan Segera Rilis

Ketika Jimi Hendrix meninggal di usia yang relatif masih muda pada tahun 18 September 1970. Tentu kabar kepergiaannya tersebut begitu mengejutkan. Terlebih bagi para penggemarnya. Bulan ini, tepat 50 tahun setelah kerpergiaannya, tersiar kabar bahwa Experience Hendrix LLC yang bekerja sama dengan  Legacy Recordings –sebuah divisi dari Sony Music Entertainment- akan merilis sebuah film dokumenter terbaru dan live album Jimi Hendrix bertajuk “Music, Money, Madness… Jimi Hendrix in Maui”. Film dan album langka tersebut dikabarkan akan dirilis pada tanggal 20 November 2020 mendatang . 

Film ini berkisah tentang kunjungan bersejarah Jimi Hendrix Experience ke Maui, Hawaii dan bagaimana akhirnya mereka terjerat dalam film naas berjudul “Rainbow Bridge” yang diproduksi oleh manajer kontroversial mereka Michael  Jeffery. Film ini disutradarai oleh John McDermott dan diproduksi oleh Janie  Hendrix, George Scott dan McDermott. Nantinya film ini akan tersedia dalam format Blu-ray sedangkan  untuk album musikya sendiri tersedia dalam  dua cakram padat atau CD dan tiga pringan hitam.

Kedua set tersebut menampilkan The Experience – Hendrix, Billy Cox (bass), Mitch Mitchell (drum) – pada puncak kekuatannya yang dimainkan dengan sempurna dengan latar belakang alam yang menakjubkan. Termasuk adalah membawakan lagu favorit penonton yang menakjubkan seperti “Foxey Lady”, “Purple Haze” dan Voodoo Child (Slight Return), “serta lagu yang belum dirilis seperti” Dolly Dagger “dan” Freedom ”

“Jimi menyukai petualangan dan pasti tidak ada kekurangannya selama berada di Hawaii, tempat yang juga dia cintai,” kata Janie Hendrix. “Kisah latar belakang Rainbow Bridge dan rekaman ini melukiskan kemampuan Jimi yang luar biasa untuk mengubah hal-hal aneh menjadi sesuatu yang menakjubkan! Kami sangat senang dengan rilis ini karena ini membuat dunia melihat lebih dekat kejeniusan Jimi” pungkas Janie.

Paket film dan album tersebut dibanderol dengan harga $49.98 atau setara Rp. 740.000, sedangkan untuk paket Blu-Ray dan CD tanpa piringan hitam diberi  harga $29.98. Selain rilisan fisik, Experience Hendrix LLC pun merilis pelbagai merchendise edisi khusus Live in Maui, seperti Hoodie dan T-shirt.

“Blu-ray akan mencakup dokumenter lengkap serta fitur bonus yang menampilkan semua rekaman film berwarna 16mm yang ada dari dua pertunjukan sore itu yang dicampur dalam suara stereo dan 5.1 surround. Termasuk dalam paketnya adalah Live In Maui– kedua set yang disebutkan di atas tersebar di 2 CD atau 3 piringan hitam, baru dipulihkan dan dicampur oleh engeineer lama Jimi Hendrix, Eddie Kramer… ” terang Victoria  Lord Public Relations dalam siaran persnya. 

Berikut adalah daftar lagu yang tercantum dalam CD maupun piringan hitam Jimi Hendrix Live in Maui:  

LP ONE

“Chuck Wein Introduction”

“Hey Baby (New Rising Sun)”

“In From The Storm”

“Foxey Lady”

“Hear My Train A-Comin’”

“Voodoo Child (Slight Return)”

“Fire”

LP TWO

“Purple Haze”

“Spanish Castle Magic”

“Lover Man”

“Message to Love”

“Dolly Dagger”

“Villanova Junction”

“Ezy Ryder”

LP THREE

“Red House”

“Freedom”

“Jam Back at the House”

“Straight Ahead”

“Hey Baby (New Rising Sun)/Midnight Lightning”

“Stone Free”

Sekembalinya Jimi Hendrix ke New York setelah pertunjukannya di Maui, ia kembali menggarap album musik di Electric Lady Studios. Jimi Hendrix tidak terlibat  lebih jauh  dalam film “Rainbow Bridge”. Ia berangkat ke Eropa pada akhir Agustus 1970 untuk melakukan tur dan menjadi headline di festival musik Isle of Weight, namun tragis, Jimi Hendrix meninggal di London pada usia 27, 18 September 1970. Menyusul Robert Johnson dan Brian Jones yang sama-sama meninnggal di usia 27 tahun. Pada bulan-bulan berikutnya kematian Hendrix disusul oleh Janis Joplin dan Jim Morisson yang juga sama meninggal di usia 27. Mitos tentang musisi mati muda pun kian menguat dan selalu banyak diperbincangkan hingga hari ini, terlebih setelah kematian Kurt Cobain.  

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Jimihendrix.ink

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading