Festival Sinema Australia-Indonesia 2018 Sukses di 4 Kota

Festival film yang digagas oleh Kedutaan Besar Australia di Indonesia ini sukses diselenggarakan. Apabila pada gelaran FSAI sebelumnya, tahun 2016 hanya diselenggarakan di Jakarta, FSAI mencoba terus mengembangkan sayapnya. Di tahun 2017, FSAI berekspansi ke Makassar dan Surabaya, sedangkan di 2018 ini selain Jakarta ada kota Makassar, Surabaya dan Denpasar yang masuk kedalam daftar.

FSAI 2018 sendiri digelar hampir berbarengan di 4 kota tersebut, yaitu Jakarta (Senayan City XXI, 25-28 Januari), Surabaya (Pakuwon Mall XXI, 26-28 Januari), Denpasar (Level 21 XXI, 26-28 Januari) dan Makassar (Trans Studio XXI, 27-28 Januari).

Sajian utama dari FSAI 2018 adalah film-film pilihan terbaik dari Negeri Kangguru, seperi Ali’s Wedding, Dance Academy, Killing Ground dan Rip Tude. Sementara itu Indonesia diwakili oleh film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Melbourne Rewind dan Melawan Takdir.

Salah satu agenda FSAI 2018 yang banyak mengundang perhatian adalah kompetisi film pendek. Antusiasme warga membludak merespon kompetisi ini. Dan kemudian pada Minggu (28/1) bertempat di XXI Senayan City Jakarta, pengumuman daftar pemenang kompetisi film pendek FSAI 2018 dilakukan.

Ada 3 kategori dalam kompetisi ini, yaitu Grand Jury Award, Special Mention dan People’s Choice Award. Film pendek Pranata Mangsa karya sutradara Ninndi Raras menyabet trofi di kategori Grand Jury Award. Film ini membahas tentang perbandingan antara tanda musim masa kini dengan kalender Jawa yang menggunakan fenomena alam, termasuk didalamnya adalah binatang dan tumbuhan, sebagai acuhan dalam bidang pertanian.

Kemudian film berjudul The Last Day of School yang disutradarai oleh Satria Setya Adhi Wibawa asal kota Solo berhasil membawa pulang titel Special Mention. Tema yang sangat jujur dan kreatif dalam penyampaian pesan dari film tersebut, serta semangat pembuatannya yang sungguh dapat dirasakan, membuat film ini dipilih oleh para dewan juri FSAI 2018.

Dan yang terakhir, juara kategori People’s Choice Award jatuh kepada film Rep-Repan yang disutradarai oleh Amriy Ramadhan dari Bekasi. Film Rep-Repan menang setelah hasil voting para audiens FSAI 2018 di kota Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar memilih film tersebut untuk People’s Choice Award.

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: dok. FSAI 2018

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading