.Feast Merangkum Penuh Perjalanan Panjang Ali di Album Terbaru

Usai memperkenalkan nomor “Ali” dan “Gugatan Rakyat Semesta” sebagai langkah awal perjalanan panjang tokoh fiktif bernama Ali, kini unit rock alternatif dari Jakarta .Feast akhirnya merangkum keseluruhan perjalanan Ali ke dalam album terbaru bertajuk Abdi Lara Insani, titel album yang dicomot dari  nama panjang ALI.

Berisi 8 nomor lagu, nyaris keseluruhan materi lagu yang ada di dalamnya bernada kritik. Menurut vokalis Bagaskara Putra, album ini merupakan gambaran kekecewaan masyarakat melihat fenomena silih bergantinya kekuasaan tapi akhirnya tetap saja berujung mengecewakan.

“Abdi Lara Insani adalah tokoh fiksi yang dibuat bersamaan dengan album, atau tepatnya, album tersebut dibuat untuk menceritakan kisah Abdi Lara Insani. Singkatnya mungkin Ia adalah penggambaran kekecewaan masyarakat secara kolektif terhadap figur-figur ‘pengubah bangsa’ yang datang silih berganti tiap beberapa waktu sekali namun pada akhirnya selalu mengecewakan, dan terkadang parahnya terbukti lebih buruk dibandingkan pemimpin-pemimpin terdahulu” terang Baskara Putra dalam keterangan pers.

Lebih jauh, Bagaskara juga mengaku bahwa salah satu inspirasi untuk penjelmaan tokoh fiksi bernama Ali itu adalah figur Bento yang diciptakan oleh musisi Iwan Fals.

“Inspirasi Abdi Lara Insani sendiri, selain dari banyak tokoh-tokoh dan cerita-cerita sosial politik yang kita semua tahu, besarnya meminjam figur ‘Bento’ yang diceritakan oleh Om Iwan (Fals) dalam lagu yang berjudul sama.“ ungkap Baskara, penulis lirik seluruh lagu Abdi Lara Insani.

“Saat itu saya berandai-andai, “gimana jadinya kalau Bento ini dulunya sebenernya orang baik, dimajukan oleh rakyat dan disayang oleh rakyat, sebelum akhirnya menjadi figur seperti yang diceritakan lagu?” Saya rasa pengkisahan Ali (panggilan Abdi Lara Insani ini) akan terasa seperti mengaburkan garis antara fiksi dan kenyataan, saking seringnya kita semua mendengar dan melihat kisah-kisah tersebut di publik, yang tak jarang juga bersinggungan dengan hajatan hidup kita semua sehari-hari” tambah vokalis yang juga dikenal sebagai Hindia ini.

Bagi mereka yang sempat mengikuti .Feast pra Multiverses, nampaknya tidak asing dengan beberapa lagu di Abdi Lara Insani. “Ada Camkan” yang dirilis ulang, serta beberapa lagu yang merupakan daur ulang materi .Feast yang belum dirilis seperti “ALI”, “Gugatan Rakyat Semesta”, dan juga “Kuping Ini Makin Lalai.” Sedangkan trek lainnya seperti focus track “Bintang Massa Aksi”, “Jaya”, dan trek penutup “Senin Toko Tutup” adalah lagu yang benar-benar baru.

            Baca juga: .Feast Melanjutkan Perjalanan Ali di nomor “Gugatan Rakyat Semesta”

Meskipun dieksekusi dengan berbagai bentuk musik rock dengan segala pengaruhnya yang dicerna oleh .Feast, secara sonik Abdi Lara Insani memiliki garis besar ala .Feast: Lagu yang didominasi dengan rif -rif , dengan tempo medium menuju cepat.

Seolah menjadi ciri khas, Vincent Rompies juga diam-diam hadir berperan menjadi ayah Ali dalam track pembuka berjudul “Berhenti di Kotak Suara.”

“Kalau dihitung dari tahun 2015 mungkin prosesnya bisa terbilang panjang. Karena lagunya baru final di tahun 2022. Namun, singkatnya setelah menentukan tema di tahun 2021, kami mencocokan mood pada lagu-lagu lama yang cocok dengan tema di album Abdi Lara Insani. Lalu di awal 2022 kami mulai merapikan musiknya mengikuti cerita yang hendak disampaikan. Misalnya, Bintang Massa Aksi, karena era Ali mahasiswa, kami ingin lagunya ada kesan tengil. Gugatan Rakyat Semesta, saat Ali ingin mengkudeta, kami buat mood nya memang marching. Jaya, ketika ALI akhirnya naik jadi presiden namun merasa kosong sehingga perlahan menjadi otoriter, kita buat mood nya memang nuansa militer. Lirik dibuat terakhir menyusul agar pemilihan kata nya lebih cocok terhadap mood yang ditentukan di awal” jelas Dicky Renanda mengenai proses pembuatan musik di album Abdi Lara Insani.

Di sisi lain Adrianus Aristo Haryo atau Ryo Bodat mengatakan bahwa proses penggubahan materi musik untuk album ini tidak banyak berubah, yang jelas .Feast hanya menyuntikan nuansa segar dalam sisi aransemen.

“Eksplorasi sejauh ini mungkin lebih banyak ditemukan di Bintang Massa Aksi karena kami tidak pernah menggunakan instrumen brass yang dominan. Sisa lagu yang ada mungkin masih terdapat benang merah yang jelas seperti album debut .Feast, Multiverses. Karena merupakan hasil pemugaran lagu-lagu lama, sehingga tidak banyak kita rubah dari segi sonik. Hanya sebatas aransemen yang lebih segar bagi kita” tutupnya.

Pertanggal 22 April 2022, album Abdi Lara Insani sudah bisa kalian simak di berbagai kanal pemutar musik digital.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Sun Eater

Penanda 17 Tahun GBS Berkarir

Gugun Blues Shelter kembali merilis single kedua setelah sebelumnya pada pertengahan tahun 2022 mereka merilis single Jingga. Kali ini, trio Gugun, Bowie & Fajar melepas Down & Dirty seperti yang...

Keep Reading

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading