Fase Emosi Denisa di Album Penuh Perdananya

Denisa memulai karier bermusiknya dari belakang panggung. Ia merupakan salah satu dari segelintir perempuan di belakang mixer yang dapat diandalkan. Namun, akhir-akhir ini, ia sedang rajin-rajinnya menghasilkan karya sendiri, sampai akhirnya menelurkan sebuah album penuh perdana dengan judul bloodbuzz.

bloodbuzz pada dasarnya tentang perjalanan kehidupan cinta seseorang. Melalui yang buruk dan yang baik, dan bagaimana dia memandang orang-orang yang datang dan pergi,” jelas Denisa dalam keterangan persnya.

Album tersebut berisi sembilan trek bernuansa pop yang dirilis dalam format CD dan digital di bawah naungan Demajors. Dua trek di dalamnya telah dirilis terlebih dahulu sebagai single pembuka, “You Are Not My Savior” akhir tahun lalu dan “Get It Together” sebelumnya tahun ini. Susunan lagu di dalam bloodbuzz menggambarkan bentuk kesedihan orang yang bisa jadi berbeda-beda.

“Urutan lagu-lagu yang ada di album menunjukkan bagaimana wujud kesedihan seseorang dapat bervariasi sesuai dengan fase emosi dari proses yang dilalui. Ekspresinya cukup lugas, hingga menjadi sekumpulan rekaman yang berisikan rasa takut serta usaha pelepasan dengan cara yang paling berhasil,” ujar gadis yang banyak masa mudanya di Malysia dan Thailand ini.

Album ini dikerjakan dengan intens oleh Denisa bersama produser andalannya, Rayhan Noor. Mereka melaksanakan sesi workshop setiap minggu selama dua bulan. Biarpun Denisa sudah punya modal bahan lagu sendiri, namun banyak sekali yang berubah selama setiap sesi workshop tersebut.

“Di sesi kedua workshop gue dateng dengan stok lirik yang udah gue bikin sebelumnya, ternyata enggak dapat-dapat. Akhirnya diputuskan bikin lirik baru di tempat. Saling merespons dengan Rayhan, menemukan nada, kemudian cari referensi musik yang pas, lalu kosakata yang berikutnya jadi lirik lagu. Jadinya setiap lagu pada dasarnya dikerjakan berdua, pola kreatif yang cukup tradisional,” jelas Denisa.

Rayhan dan Denisa sendiri merupakan rekan saat menimba ilmu di SAE Institute. Di sana, Denisa belajar produksi lagu dan teknis suara. Karena itu, di awal kariernya, Denisa lebih sering berada di belakang mixer. Ia pernah menjadi soundman untuk beberapa musisi, termasuk Glaskaca (band di mana Rayhan menjadi gitaris), Tashoora, dan Pamungkas.

Sejak 2019, ia mulai aktif merilis karyanya senidiri. Pada tahun itu, ia merilis sebuah album mini bertajuk Crowning. Berbeda dengan bloodbuzz, album mini tersebut cenderung mengarah pada musik rok indie yang relatif kelam. Karena itu, nuansa pop bloodbuzz sebenarnya lumayan baru untuk Denisa.

“Awalnya tentu enggak serius, iseng aja. Rayhan kebetulan menjadi orang pertama yang gue curhatin setelah gue putus hubungan. Ternyata dia sedang dalam proses yang mirip juga,” cerita Denisa. ““Lirik-lirik yang dihasilkan saat workshop pada awalnya tidak sefrontal dan sejujur hasil akhir seperti yang tampil di album. Sampai datang momen yang memberi kesadaran, kapan lagi? Hajar aja deh, bikin heartbreak pop.”

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Denisa

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading