Fanzine Legendaris ‘Punk Planet’ Tersedia Secara Digital!

Sebuah gerakan kecil jika terkabarkan dengan baik tentu bakal menjadi gelombang besar. Para pelaku musik -terutama para pegiat musik arus pinggir- agaknya cukup berhutang budi pada selebaran fanzine. Melalui media alternatif ini segala geliat cukup terekam dan terdokumentasikan dengan baik, lebih jauh ada semangat do it yourself yang sama dibaliknya, terutama bagi ranah musik punk. Salah satu fanzine legendaris bernama “Punk Planet” sudah berhasil melakukan itu. Platform yang menjadi corong penyebaran informasi mengenai musik dan budaya alternatif ini seketika menjadi pintu yang dipercaya untuk mengkonsumsi segala berita yang melingkupi geliat musik arus pinggir dan segala wacana yang melingkarinya.

Namun , dibalik pengaruhnya yang sangat besar, pada tahun 2007, setelah sekitar 80 isu diterbitkan, fanzine Punk Planet mengumumkan bahwa tidak akan ada lagi publikasi dan akan sepenuhnya berhenti. Dunia pers alternatif seketika mengalami penurunan yang signifikan, begitu juga dengan dunia musik. Sebagai catatan, bahwa fanzine ini tak hanya mengulas musik yang datang dari unit punk saja, namun juga merambah ke berbagai genre.

Dan di awal tahun 2021 ini kabar gembira pun tiba, sebuah langkah penting sudah diambil oleh Dan Shiker (pendiri) dan jajaran mantan tim redaksi Punk Planet. Keseluruhan issue yang sempat terbit di Punk Planet kini sudah tersedia secara digital melalui paltform Internet Archive dan sudah bisa kalian akses secara gratis melalui tautan ini.

Sebelumnya, Dan Sinker sempat mencoba untuk menjadikan Punk Planet sebagai publikasi online melalui website PunkPlanet.com, namun sayang, publikasi dalam jaringan tersebut tidak bertahan lama. Akhirnya Dan Shiker kini memutuskan untuk memindahkan arsip yang ada di website Punk Planet ke platform Internet Archive.

Punk Planet sendiri merupakan salah satu fanzine legendaris yang berisi tulisan musik, desain visual, opini politik hingga wawancara dengan berbagai nama musisi besar seperti Nick Cave, Kathleen Hanna, Sleater-Kinney dan masih banyak lagi. Didirikan oleh jurnalis dan editor, Dan Sinker pada tahun 1994, Punk Planet lambat laun memiliki pengaruh yang cukup besar. Berbasis di Chicago, publikasi tersebut dengan cepat menjadi saluran yang kuat dalam hal penetrasi budaya tanding  yang tidak hanya mengulas rilisan album punk dan wawancara dengan artis dari genre tetentu saja, tetapi juga membahas topik-topik di luar hal itu, mulai dari politik, kritik media hingga feminisme dan masalah yang berkaitan dengan situasi ketenagakerjaan.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Punk Planet

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading