Eyehategod Membuka Album Baru dengan Debut 'High Risk Trigger'

Eyehategod kembali memanas dengan melepas single baru berjudul “High Risk Trigger”. Sebuah nomor penuh agresi nan brutal ini dikabarkan adalah debutnya untuk membuka album penuh teranyarnya bertajuk ‘A History of Nomadic Behavior’ yang rencananya akan dirilis pada 12 Maret tahun depan. Dengan penggalan lirik yang eksplisit: Infection is the way, disruptive crowd takes aim/Burn down the rail yard house, destroy the U.S.A. ‘High Risk Triger’ menuangkan seluruh ketakutan yang menyebar di mana-mana yang diakibatkan oleh virus yang tak kasat mata dan kemarahan masyarakat Amerika dan bangsa lain atas kebrutalan polisi dalam menangani pelbagai permasalahan di sana.

Vokalis, Mike IX Williams mengatakan lagu-lagu dalam albumnya yang akan dirilis nanti terinspirasi dari pelbagai berita yang berkembang sejak tahun lalu. Selama proses rekaman ia kerap memikirkan tentang kebodohan umat manusia saat ini, dan secara langsung ia menyinggung negaranya sendiri, di mana masyarakat Amerika menjadi terpecah belah karena seteru soal kepercayaan kepada sains juga ideologi.

“Kami bukan band politik, tetapi sulit untuk tidak terpengaruh oleh berita dari tahun lalu. Selama rekaman ini, saya banyak berpikir tentang betapa bodohnya umat manusia dan bagaimana Amerika sekarang benar-benar terpecah dengan orang-orang yang tidak percaya pada sains dan secara membabi buta mengikuti para pembohong dan ideologi yang tidak masuk akal. Beberapa dari perasaan itu mungkin telah menemukan jalannya ke dalam lagu-lagu ini, tetapi sebagian besar bersifat subliminal” ungkap williams

‘A History of Nomadic Behavior’ berdasarkan periode di mana band berbasis di New Orleans ini menjalani tur selama tiga tahun, didahului oleh Williams yang menderita gagal hati dan transplantasi.

“ Kami melakukan tur keliling selama tiga tahun dan dari sanalah ‘A History of Nomadic Behavior’ pada dasarnya berasal,” tambah Williams sebelum menyentuh tantangan kesehatannya: “Kematian adalah bagian dari hidup, itu adalah lemparan dadu. Terkadang Anda mengambil hidup apa adanya, di lain waktu Anda berjuang untuk tetap hidup”

Album ini diproduseri oleh Eyehategod, Sanford Parker (Yob, Voivod) dan James Whitten (Thou, High on Fire), dengan mixing oleh Whitten. Band ini merekam di studio HighTower Recording dan Hypercube.

Berikut adalah nomor yang tercantum di album ‘A History of Nomadic Behavior’:

Built Beneath the Lies
The Outer Banks
Fake What’s Yours
Three Black Eyes
Current Situation
High Risk Trigger
Anemic Robotic
The Day Felt Wrong
The Trial of Johnny Cancer
Smoker’s Place
Circle of Nerves
Every Thing, Every Day

Di 2019 lalu, Eyehategod pernah menyambangi Indonesia. Kota Makassar merupakan penutup dari rangkaian tur Indonesia yang dilakukan oleh Eyehategod. Setidaknya ada 5 kota yang dikunjungi oleh mereka, diantaranya Surabaya, Bali, Yogyakarta, dan Bandung. Meski kondisi para personil tengah kelelahan dan tampil tanpa sang gitaris, Jimmy Bower, mereka tetap berhasil membuat semarak hari terakhir dari perayaan 10 tahun Rock In Celebes.

Teks Dicki Lukmana
Visual: Arsip Rock In Celebes & EYEHATEGOD

 

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading