Extreme Decay Luncurkan Video Live dan Situs Resmi Sekaligus

Biarpun sering disebelahmatakan hari ini karena maraknya media sosial, memiliki situs resmi sebenarnya punya peran penting dalam perkembangan sebuah band. Situs resmi sebuah band dapat menjadi indikator berkembangnya band tersebut. Bahkan, sebagian promotor internasional sering kali mencari laman resmi sebuah band untuk dijadikan pertimbangan kurasi mereka. Melalui lama mereka juga, sebuah band dapat mengarsipkan kegiatan mereka, mulai dari diari tur, penjualan merchandise, hingga menyadur lansiran media terkemuka untuk dijadikan portofolio.

Extreme Decay mengambil langkah baik untuk membuat laman resmi di usia yang sudah menginjak kepala dua. Mereka merilis sebuah situs resmi, www.extremedecay.com, pada Rabu (27/10) kemarin. Kuartet grindcore asal Malang yang terbentuk pada 1998 ini menandai peluncuran situs tersebut dengan sebuah video live session.

Dalam live session tersebut, Ravi (gitar, vokal), Ruli (gitar, vokal), Nizar (bas, vokal), dan Eko (drum, vokal) membawakan “Media Infeksi” dengan produksi yang dibantu oleh  clothing brand asal Malang, Inspired27. Lagu tersebut merupakan bagian dari album 2010 mereka, Holocause Resistance, bersama trek lain seperti “Gali Saja Kuburmu Sendiri”, “Rotasi Dendam”, “Mengetahui Adalah Menderita”, dan “Damai Kehancuran”.

Selain merilis live session tersebut, Extreme Decay juga berencana merilis seri merchandise “Media Infeksi” edisi spesial yang merupakan hasil kolaborasi antara Extreme Decay dengan Inspired27. Seri merchandise eksklusif tersebut akan dipasarkan secara luas melalui situs www.extremedecay.com dan www.inspired27.com, mulai tanggal 30 Oktober mendatang.

Juli lalu, Extreme Decay telah melepas sebuah album mini bertajuk Antiviral dalam format kaset untuk sekalian merayakan Record Store Day 2021. “Kolaps” ditunjuk menjadi singgel dan dirilis versi audio visualnya. Extreme Decay sendiri telah mematenkan kumpulan karyanya dalam beberapa album seperti Progressive Destruction (2000), Sampah Dunia Ketiga (2002), Holocaust Resistance (2010), dan Grinding Assault (2015).

Ke depannya, kuartet ini berencana merilis Antiviral dalam bentuk piringan hitam 7″ dengan tambahan tiga lagu baru sebagai bonus akhir tahun ini. Selain itu, mereka juga sendang sibuk menyiapkan sebuah album penuh yang rencananya akan dirilis tahun depan.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Extreme Decay

Sad But True Menggurat Kisah Sedih

Kuartet Sad But True, unit heavy pop-punk, kini solid digawangi oleh Anisham (vokal), Hery (Gitar), Ryan Fakk (Bass), dan Kicot (Drum) tidak ingin berlama-lama untuk menjadi pasif. Langkah konkret yang...

Keep Reading

Persembahan Dhira Bongs Pasca Pandemi

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung yang makin melebarkan gaung dengan merilis album studio baru bertajuk A Tiny Bit of Gold in The Dark Ocean. Album penuh ketiga setelah My...

Keep Reading

Kejutan Dari Bas Boi Yang Menggandeng Feel Koplo

Melangkah tanpa henti, Basboi kembali merilis materi yang sudah beberapa kali iya bawakan sebagai kejutan di konser-konsernya berjudul U DA BEST. Sebelumnya, solois ini sukses menggelar tur albumnya di enam...

Keep Reading

Merekam Dinamika Perjalanan Hidup

The Skuy memutuskan untuk terus berproses. Setelah sebelmunya sudah merilis dua single berjudul “Pak Budi” dan “Senandung” akhirnya The Skuy mengeluarkan debut albumnya dengan tajuk “SALINDIA”. Nama tersebut adalah sebuah...

Keep Reading