Setelah pada Januari 2018 lalu sempat mengeluarkan EP Viva la Elkarmoya dalam bentuk kaset, lalu disusul dengan single berjudul Carbera Amor yang disandingkan dengan video musik besutan sutradara kenamaan Bandung Roufy Nasution serta Gerombolan Struzo. Kini, Elkarmoya kembali membuahkan single terbaru berjudul Jon Kartel.

Butuh waktu satu tahun bagi Elkarmoya untuk bisa melakukan proses kreatif karena beberapa kesibukan personil, salah satunya Pablo (Vokal) yang bertugas dalam proyek penelitian di Papua. “Jon Kartel” sendiri jika ditulis dalam bahasa spanyol memakai c, tetapi dalam bahasa indonesia memakai huruf k. Hal ini adalah bentuk dari cinta terhadap bahasa indonesia. Dalam KBBI kartel berarti: kar·tel /kartél/ n 1. Organisasi perusahaan besar yang memproduksi barang yang sejenis; 2. Man persetujuan sekelompok perusahaan dengan maksud mengendalikan harga komoditas tertentu.

Sementara Jon adalah nama seorang tokoh yang Elkarmoya sendiri ciptakan, dalam berkarya Elkarmoya memang lumayan sering menggunakan penokohan sebagai judul/inti dari liriknya.

“Karena Elkarmoya ingin menciptakan sebuah album nanti, seperti prosa, bersifat naratif, menciptakan karakter tokoh. Yang mana kultur Indonesia kebanyakan mendapatkan informasi musik Merika latin adalah dari telenovela yang sangat melegenda, seperti ; Marrimar, Rosalinda ay amor, Esmeralda. Pemberian judul dari nama tokohnya memang lumayan populer pada era musik 80-an, Elkarmoya mencoba menghadirkan romantisme itu lagi pada tahun 80-an,” ungkap mereka.

Dalam lagu ini Elkarmoya juga berkolaborasi bersama pemain trumpet dari band Rosemary, yaitu Bane Rosemary. Bane bercerita bahwa tahun 90-an dalam dunia marching band lagu-lagu latin memang populer untuk dibawakan, makanya dia tidak asing akan gaya trumpet mariachi ataupun long not- long not yang dramatis ala lagu latin. Elkarmoya pun di bantu oleh pemain perkusi dari kaawg, dengan pukulan- pukulan timbalesnya yang menambah ritme- ritme salsa.

Lagu ini, liriknya diciptkan oleh Pablo dengan bahasa Spanyol, dibantu editor Bahasa Spanyol, Santiago Errazo (Equador). Pablo terinspirasi dari film-film yang mengangkat tema tentang sebuah bisnis narkoba multinasional dari beberapa negara Amerika latin seperti Columbia, Mexico, Venezuela, dan lain-lain.

“Lalu kami adaptasi kepada bisnis di Indonesia yang multinasional juga, yaitu beras, isu beras di Indonesia sangat menarik untuk di ketahui, mulai dari korupnya program swasembada pangan zaman orde baru sampai maraknya pejabat-pejabat bulog yang korup perkara beras, gagasan kritis ini dibumbui oleh drama- drama cinta yang menyebabkan pembunuhan dalam berbisnis. Setidaknya mewakili literaturatau film yang populer di Amerika latin. Sementara musik sendiri Elkarmoya aransemen bersama-sama,” jelas mereka.

Single Jon Kartel ini telah dirilis oleh Elkarmoya di channel Youtube mereka beserta video liriknya sejak tanggal 6 september 2019, satu hari sebelum band tersebut melakukan perjalanan Buscando Jon Kartel yang berarti “mencari jon kartel” ke 5 kota di jawa dan bali, yaitu Badung (Bali), Denpasar (Bali), Malang (Jawa timur), Yogyakarta (DIY), Tangerang (Banten) dalam rangka promo EP dan single Jon Kartel.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Elkarmoya