Eksplorasi Ismam Saurus Melalui Mini Album Gembala

Eksplorasi musik yang tidak akan berhenti di satu titik aman saja adalah sebaik-baiknya musisi, saya pribadi menikmati manuver musisi yang arahnya sulit ditebak dan hadir dalam rupa yang baru, walaupun warna yang baru beresiko membuat musisi banyak ditinggalkan pendengar, namun pada beberapa kasus manuver dengan warna yang baru malah mendatangkan banyak telinga. Seperti yang dilakukan oleh Ismam Saurus.

Sebuah EP album kolase bertajuk Gembala, menandakan sebuah awal yang baru dan manuver berbeda bagi Ismam Saurus dengan format dan sosok berbeda daripada sebelumnya, dimana album ini akan memberikan nuansa lebih dramatis dengan banyak sentuhan instrumen dan artistik yang berbeda pula. 

Ismam Saurus membawa lagu – lagu lama yang ada di album “Orang Desa”, bekerjasama dengan beberapa para pelaku musik dari Lumajang untuk memberikan sentuhan- sentuhan yang baru, hal ini menjadi pilihan Ismam Saurus untuk mengeksplorasi lebih jauh karyanya. Ismam Saurus ingin menyampaikan bahwa musik folk mampu berkolaborasi dengan medium-medium lainnya, dan melebihi itu, bahwa musik folk mampu berbicara menyampaikan pesan sosial, kehidupan, dan perlawanan.

Album Gembala dengan rilisan EP ini berisi 4 track  “Tinggal di Jakarta, Cangkul dan Sabit, Sang Serigala dan Gembala” sudah bisa kamu dengarkan di platform music digital kesayangan kalian seperti spotify, itunes, dll.

 “Ini untuk pemanasanlah, biar terlihat produktif dimata orang – orang” kata Ismam Saurus dengan candaan khasnya. Rilisnya Kembali lagu – lagu lama dalam Album Gembala ini merupakan awal dari perjalanan menuju full album.

Tidak hanya itu, Ismam Saurus atau biasa yang dikenal dengan sebutan Orang Desa akan menyapa pendengarnya melalui konser digital yang akan tayang perdana di kanal Youtube Ismam Saurus. Ismam Saurus juga bercerita mengenai gambaran dirinya secara lugas lewat konser digital yang dikemas apik. Ismam Saurus membawakan lagu – lagu di album lamanya “Orang Desa” dengan nuansa berbeda dari sebelumnya, format full band menjadi pilihan dari Ismam Saurus untuk memberikan sentuhan baru namun tetap konsisten dengan genre folk khasnya. Konser digital akan dirilis di kanal Youtube Ismam Saurus dan bisa dinikmati secara gratis selama 28 menit.

 

Teks: Alkadri

Visual: Arsip dari Ismam Saurus

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Adaptasi Kehidupan Digital di Koleksi Terbaru Monstore

Jenama pakaian dan gaya hidup Monstore mengumumkan koleksi terbaru mereka dengan nama “New Fictional Temptation”. Koleksi ini diluncurkan sebagai rilisan ‘solo’; non-kolaborasi dari Monstore setelah berbulan-bulan lebih fokus bekerja sama...

Keep Reading