Eksperimentasi Selanjutnya dari Goethe-Institut di Program Alur Bunyi

Imajinasi Aryo Adhianto mengenai konvergensi hal-hal spiritual, mistis, purba, dan keramat dengan pemikiran modern ditransformasikan ke dalam pertunjukan musik berjudul NGAREP E. Dalam pertunjukan ini, produser dan komposer musik elektronik ini akan tampil bersama drummer jazz Sandy Winarta yang akan memberikan respons jazz terhadap beberapa karya Aryo. Pertunjukan ini akan ditayangkan pada edisi ketiga seri konser eksperimental kontemporer Alur Bunyi 2021 yang akan disiarkan lewat kanal YouTube Goethe-Institut Indonesien pada hari Rabu, 25 Agustus 2021, pukul 19.00 WIB.

NGARAP E, yang dibaca “ngarepe”, merujuk kepada keinginan untuk berada di depan—visi sang musisi untuk selalu maju dan tidak pernah diam di tempat. NGAREP E juga dapat diartikan sebagai pengharapan (ngarep) terhadap E(lektronik), atau dirumuskan ulang sebagai “memang ini musik elektronik?”

Menurut Aryo, NGAREP E bertolak dari keinginan untuk “mengajari” komputer cara berimprovisasi pada piano digital. Ia menjelaskan bahwa komputer itu produk teknologi yang merupakan manifestasi sains modern yang bersifat mekanistik.

“Pandangan terhadap kerja Bumi dan semesta pada era ini sejalan dengan pandangan mekanistik, yaitu ibarat mesin yang dikendalikan oleh sistem operasinya. Segala pencarian mengenai sosok di balik mesin dan di mana sosok ini berada dikerdilkan. Tidaklah mengherankan bila hal-hal spiritual, mistis, purba, dan keramat adalah antitesis dari pemikiran modern. NGAREP E adalah suatu proyek musik dengan tujuan membayangkan bagaimana jadinya bila hal-hal spiritual, mistis, purba, dan keramat bersintesis dengan akal pikiran modern,” ujar Aryo.

Proyek musik ini menghadirkan sejumlah pertanyaan menggelitik seperti: Apa jadinya kalau penabuh drum zaman purba mendapat wangsit untuk menggunakan fitur automation pada Ableton? Bagaimana bila empu-empu pelaras gamelan dan filsuf Yunani bertemu dalam sebuah grup WhatsApp? Apa jadinya kalau pengetahuan para pawang hujan bisa diterjemahkan lewat nada-nada midi?

Penampilan Aryo bersama Sandy adalah kolaborasi perdana mereka. Berkat teknologi, keduanya bisa terhubung dan berkolaborasi dari dua kota berbeda. Dari Bali, Sandy membuat sesi pra-rekam di mana ia menanggapi karya-karya musik Aryo. Rekaman Sandy kemudian diproses lebih lanjut oleh Aryo di studio di rumahnya di Jakarta.

Seri konser Alur Bunyi 2021 dikurasi oleh komposer jazz Azfansadra Karim (Adra Karim). Alur Bunyi tahun ini menyediakan panggung untuk musisi elektronik dan jazz. Seluruhnya ada lima edisi Alur Bunyi yang disiarkan mulai April lalu sampai November. Sebelum ini, Nikita Dompas dan Randy MP tampil dalam edisi pertama Alur Bunyi 2021 pada bulan April, diikuti oleh penampilan Batavia Collective bulan Juni lalu.

Visual: Goethe-Institut Indonesien

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading