Eksperimental Mengentak di Karakter Pendatang Baru Crève, Ouverte!

Crève, Ouverte! merupakan unit pendatang baru dari Balikpapan. Mereka baru saja melepas sebuah nomor tunggal perdana berjudul “Burgundy”. Karya pertama mereka ini mengejutkan (di satu sisi) sekaligus memberi kesan “band ini bakal ke pergi tempat jauh nantinya”.

Musik mereka merupakan gabungan dari bebunyian eksperimental dengan ketukan drum njelimet dan mengentak ala mathrock (ketukan lagu ini seperti waltz secara keseluruhan) macam Chon atau Tricot ditambah suara bas dan gitar berat dan kasar plus strumming cepat metal namun masih menyisipkan akor-akor miring posthardcore. Kalau disimpulkan mungkin musik mereka dekat dengan Mars Volta.

Telinga awam dengan tingkatan sedang mungkin akan terbiasa dengan vokal melengking khas emo ditambah scream tipis-tipis untuk musik macam ini. Namun, seperti referensi nu-metal yang mereka sebutkan di keterangan persnya, suara yang Safiranava (vokal) keluarkan lebih mirip entakan-entakan nyanyian semirap Limp Bizkit atau bahkan Beastie Boys, kejutan lain Crève, Ouverte!. Karena warna suara sang vokalis jelas terdengar perempuan, ditambah distorsi lumayan tebal, ia sedikit nyerempet-nyerempet Gania Billfold.

Kenapa mengejutkannya hanya di satu sisi? Karena, ternyata pemetik (lebih tepat pen-tapping) gitar dari Crève, Ouverte! adalah Wendra yang sebelumnya lebih dikenal sebagai salah satu dari anak-anak ajaib Murphy Radio, bintang mathrock sesama dari Borneo. Ketukan aneh, akor miring, dan permainan gitar ruwet bukan hal baru baginya.

Kini, Crève, Ouverte! diisi oleh Safiranava (vokal), Wendra (gitar), dan Rahman Aries (bas). Ketidakadaannya kredit drummer dan permainan drum rumit cukup mencurigakan. Hipotesisnya, entah benar atau tidak karena mungkin saja mereka pakai pemain additional, drum untuk lagu ini digambar.

“Warna itu (burgundi) juga cukup complex dan sulit untuk di kategorikan. Begitu pula dengan keresahan Crève ketika berada di antara kelompok-kelompok dengan isu perselisihan antar pion-pionnya yang cenderung bersifat pribadi nan kompleks,” jelas keterangan pers yang dikirimkan band ini tentang tema lagu. “Crève, Ouverte!, lewat lagu pertamanya berjudul ‘Burgundy’, yakin jika permasalahan itu terus menerus berlanjut, akan berdampak negatif pada ekosistem kreatif terutama di kota itu sendiri.”

Di sisi visual, Crève, Ouverte!  bekerja sama dengna Rizky a.k.a Maimo yang mengambil andil dalam bagian video dan dokumentasi. Hasil dokumentasi tersebut tertuang dalam video vertikal untuk “Burgundy”.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Crève, Ouverte!  

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading

Garside Masih Berlirik Emo di EP Terbaru

Kuintet asal Medan, Garside, baru saja melepas sebuah album mini dengan tajuk Not My Tea. Biarpun tak mengusung musik emo namun lirik mereka terlihat mengarah ke sana. Hal tersebut terlihat dari penjelasan mereka...

Keep Reading