Warna Elektronik Berbeda dari Gulf of Meru

Musik eksperimental yang berbasis elektronik di Indonesia sepertinya sedang mendapatkan momentumnya yang tepat, belakangan banyak sekali kelompok maupun individu musisi yang membawakan jenis musik semacam ini. Dan tentu, hal ini adalah kabar baik di mana kita bisa memiliki banyak pilihan dalam mendengarkan musik. Baru-baru ini musisi eksperimental asal Jakarta bernama F.A. Poetra Tiardha, atau yang lebih dikenal dengan moniker Gulf of Meru, pada awal  tahun 2021 (01/01) kemarin telah merilis album penuh perdananya yang bertajuk “Tethered Expression of Mortal Progress”. Merefleksikan urusan hidup manusia, album ini hadir dengan ekperimentasi musik di dalamnya.

Secara musikalitas, album ‘Tethered Expression of Mortal Progress’ diisi penuh dengan aneka corak dan tekstur musik elektronik. Bebunyian lainpun saling berkelindan, kita seakan menemukan banyak suara yang berbeda-beda di sana yang saling berpadu satu sama lain dengan pendekatan yang terasa lebih kelam, mulai dari nuansa ambient, konstruksi sonic a la post-rock dan berbagai bunyi eksperimental lainnya. Di beberapa trek kita pun bisa menemukan pula nuansa sinematik, yang cukup memicu segala imajinasi. Setidaknya ada 6 nomor lagu yang tercantum dalam album ini, diantaranya High Reflection, Wrong Medium, Overwhelming, Pi, 308, dan Chronics.

Urusan hidup dengan serba-serbi dibaliknya memang sulit untuk diabaikan begitu saja, nah album yang dirilis oleh label Blank Orb Recordings ini juga konon menggambarkan upaya Gulf of Meru untuk melengangkan atensi para pendengar yang kian terserap urusan hidup.

“Kadang kita terlalu sibuk memberi makan ambisi dan ego personal untuk mencari makna eksistensi. Pada akhirnya, selalu ada variabel lain di luar diri kita yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Sebagai musisi, Gulf of Meru senang bereksperimen dengan bebunyian apapun untuk menghasilkan jenis musik yang dapat mengkontekstualisasi pengalaman hidupnya. Album Tethered Expression of Mortal Progress ditulis dan diproduseri oleh Gulf of Meru sendiri, dengan melibatkan Remedy Waloni dari band The Trees and the Wild sebagai koproduser.

Untuk sisi personal, sebetulnya ia bukan pendatang baru dalam urusan produksi musik. Sepanjang karirnya F.A. Poetra Tiardha telah banyak melakukan kolaborasi dengan para musisi yang memiliki latar belakang berbeda-beda, seperti Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Rumah Sakit, dan The Trees and The Wild. Kebanyakan dari kolaborasi yang dilakukan adalah Gulf  of Meru terlibat dalam menangani engineering studio album maupun live sound.

Di wilayah artwork, Tethered Expression of Mortal Progress adalah sebuah lukisan bermedia ‘oil on canvas’ karya Duta Adipati. Lukisan abstrak tersebut berjudul “Buta”, yang terinspirasi dari pengalaman interaksi sang pelukis dengan sekumpulan penyandang disabilitas sensorik. Bagi Gulf of Meru, lukisan tersebut cocok untuk menjadi sampul album karena sangat menggambarkan detail cerita dari setiap lagu di Tethered Expression of Mortal Progress.

Kini ‘Tethered Expression of Mortal Progress’ sudah bisa dinikmati lewat pelbagai kanal pemutar musik digital favoritmu. Barangkali ada yang tertarik untuk turut menyelami urusan hidup semacam yang dilakukan Gulf of Meru? Bolehlah dicoba sambil memutar album ini.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Gulf of Meru

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading