Eksperimen Mengamati Suara oleh Sir Lommar John

Sir Lommar John asal Bekasi sempat membuka portal dari gerbang album penuh mereka melalui single “Frankie” pada bulan Januari lalu. Kini, mereka mulai memperlihatkan keseriusannya untuk meninggalkan sisa-sisa kesenangan dari EP Kosmik untuk berjalan ke proses selanjutnya, dengan menghadirkan sebuah single berjudul “Polusi Suara”. Sebagai pengingat, EP Kosmik dan juga single Frankie dilepas oleh label Kedubes Records yang merupakan divisi kerja dari Kedutaan Besar Bekasi, yang mana mereka ini adalah sebuah kolektif berbasis seni dan kerap kali menggalakan banyak program menarik sejak 2016. Single Frankie yang dirilisnya beberapa waktu kemarin bercerita tentang pengalaman seseorang yang mengejar seekor kucing yang sedang bersembunyi dibalik sesuatu. Penasaran? Silahkan simak lagunya di layanan musik dalam jaringan.

Kembali ke single terbaru “Polusi Suara”. Lagu ini menurut mereka banyak menceritakan ragam suara yang selalu hadir di sekitar , baik itu sadar, ataupun tidak. Suara-suara tersebut pun dalam kebiasaannya selalu tak bisa dihindari.  Lalu, timbullah sebuah pertanyaan dari mereka. “Apakah semua suara yang bisa didengar tersebut kita dapat amati semua?” Keras, lemah, desis udara hingga dialog konsumen kantin, gesekan kaca etalase koperasi sampai proses jual-beli di pasar. Semua bisa disimak menjadi komposisi dalam batas waktu tertentu. Ada yang dirasa menjadi sumber energi ada pula yang berpotensi menjadi sumber pengganggu bahkan perusak. Ini yang mesti kita hindari. Polusi.

Suara dari mereka yang dirangkum selama 3 menit 50 detik ini sudah dapat dirasakan sejak bagian pertama musik diputar. Uniknya, dalam lagu ini, mereka memasukkan hampir semua  aspek dari pengamatan bebunyian yang mereka temukan. Contohnya seperti variasi birama, kuat-lemah-cepat-lambat tempo, sumber bunyi dari segala arah, juga variasi bentuk dan tekstur lagu, Sir Lommar John menunjukan kesatuan utuh yang bebas untuk diciptakan dan didengarkan.

Pemilihan sound dan permainan instrumen yang eksploratif, tuning selaras dengan alam A=432Hz, jeda mendadak, hingga perubahan tempo di setiap reff-nya seakan menerjemakan tujuan dan pesannya. Polusi Suara resmi sudah bisa didengarkan di platform digital. Selamat menikmati.

“Bunyi terbawa udara, tanpa izin masuk dalam rongga telinga. Pilah-pilih mendengar kata, apalagi menyimak sumber suara sebagai “bunyi”, seperti desir angin di padang tandus ataupun desis air conditioner yang tak jarang luput dari pengawasan kita sebagai manusia yang serba penasaran, serba takut, serba berani, serba solusi tapi juga serba polusi.” Silahkan menyimak dan mengamati bebunyian yang mereka rangkum secara harmonis melalui berbagai layanan musik dalam jaringan kesukaan kalian. Pastikan untuk konsentrasi.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Sir Lommar John

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading