Efek Gelombang Darat Semiotika

Gelombang kabar tentang pelaku kreatif dari Jambi terus berdatangan. Kisahnya mulai mengular dari kancah musik lokal yang ditandai dengan beragam cerita dari Semiotika yang mulai mendapat perhatian publik dari luar Jambi. Bagi yang belum tahu, Semiotika adalah trio post-rock yang terdiri dari Riri (bass), Gembool (drum), dan Bibing (gitar). Dalam perjalanan berkaryanya, mereka telah merilis mini album Ruang (2014) dan Gelombang Darat (2018). Tak sampai di situ saja, pengalaman berjejaring ke ranah yang lebih luas pun telah dilakukan saat mereka pertama kali tur di tahun 2015 dengan tajuk Gelombang Darat Tur Jawa dan Siasat Calling On The Road pada tahun 2018.

Kali ini, mereka baru saja merilis video musik dari lagu “Gelombang Darat” di kanal Youtube Semiotika. “Gelombang Darat” sendiri merupakan salah satu lagu yang terdapat di dalam mini album Gelombang Darat hasil rilisan Rimauman Music pada tahun 2018 silam. Penggarapan video musik itu sebenarnya sudah lama dilakukan, namun karena ada beberapa kendala teknis, akhirnya baru bisa dirilis di tahun ini. Dalam pengerjaannya, Semiotika bekerja secara kolektif dengan beberapa teman, termasuk di dalamnya ada Gamal Istiyanto, seorang filmmaker asal Jambi yang sudah membuat beberapa film independen dan juga banyak terlibat di beberapa proyek film Hollywood.

“Gelombang Darat” adalah sebuah lagu yang memiliki nilai sejarah penting bagi Semiotika. Lagu ini terinspirasi dan tercipta berkat dari rangkaian tur yang mereka lakukan pada tahun 2015 silam. “Gelombang Darat” bagi mereka adalah catatan tentang suasana, momentum, dan pengalaman dari perjalanan yang mereka lakukan. Dalam lagu ini mereka merefleksikan apa yang mereka rasakan dari pengalaman tur ternyata bisa menghadirkan lingkaran sosial pertemanan yang sangat luar biasa.

“Dalam kondisi pandemi sekarang ini, kami berharap dengan melihat dan mendengarkan karya ini semoga dapat membantu secara mental semua orang yang terkena dampak baik secara langsung atau tidak langsung.” Tutur mereka dalam siaran pers.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Semiotika

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading