Dunia Dalam Berita yang Jadi Petunjuk Awal

Pada 21 Mei 2019 ini, Indonesia memperingati 21 tahun jatuhnya rezim otoriter Soeharto. Di tanggal yang sama pada 1998, Soeharto mengundurkan diri setelah mendapat desakan maha dahsyat dari berbagai sudut masyarakat. Tahun itu mengerikan, ditandai dengan salah satu kerusuhan besar sepanjang sejarah republik yang terjadi di beberapa kota.

Kesenian, juga mengambil peran dengan merekam kekuasaannya yang punya sisi zalim. Terutama pada bagian kebebasan individu mengekspresikan pendapat. Sejumlah seniman yang hidup di era itu dan berkarya dengan tema-tema perlawanan pada rezim, dikumpulkan jadi satu pada sebuah pameran bertajuk Dunia Dalam Berita yang diselenggarakan di Museum Macan. Pameran berlangsung hingga 21 Juli 2019.

Dari nama-nama yang berpartisipasi, sudah jelas garis politik yang diambil. Ada Taring Padi, S. Teddy dan Tisna Sanjaya yang secara gamblang melawan lewat simbolisasi verbal pada karya mereka, ada Mella Jarsma dan FX. Harsono yang lebih performatif dan ada beberapa nama yang masuk kategori seniman besar di kemudian hari seperti Agus Suwage, Heri Dono dan sejumlah nama lainnya.

Orang-orang ini, di masa itu, secara aktif menggunakan perannya sebagai seniman untuk mengajak orang melawan rezim. Mereka menggambarkan kengerian hidup di dalam sebuah kerangkeng besar yang otoriter.

Berbagai macam karya yang dipamerkan menjadi menarik ketika dilihat kembali di era ini. 21 tahun berlalu, jelas generasi berganti. Dalam kapasitasnya, pameran ini jadi punya guna terbesar untuk generasi baru yang sama sekali tidak punya kaitan dengan kejatuhan Soeharto. Misalnya saja, serangkaian karya yang dipamerkan, bisa menjadi petunjuk awal untuk mengetahui secara mendalam bagaimana pergulatan meraih demokrasi yang komprehensif dicapai. Seni menjadi senjata dan dari karya-karya itulah sejarah sedikit-banyak bisa dirunut.

Sebagai penerus informasi, pameran ini membuka pintu yang tidak banyak dirasakan keberadaannya. Dan, kita semua perlu bersyukur untuknya. Bisa jadi, ia lebih berguna ketimbang buku pelajaran sejarah di bangku sekolah.

Dunia Dalam Berita berlangsung hingga 21 Juli 2019 di Museum Macan. Jangan sampai kelewatan. Oh, jangan lupa berharap kehidupan di Indonesia jadi lebih baik di masa yang akan datang. (*)

Teks dan foto: Felix Dass

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Tahun ini, Synchronize Fest Balik Lagi Secara Luring!

Penantian panjang akhirnya terjawab sudah! Synchronize Fest memastikan diri akan digelar secara offline pada 7, 8 , 9 Oktober 2022 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Lokal Lebih Vokal”,...

Keep Reading

Mocca Gelar Konser di Metaverse

Di ranah musik, kini istilah blockchain bukan lagi suatu hal yang asing. Sebelumnya, penjualan karya lewat NFT sudah banyak dilakukan oleh musisi, kini konser musik di metaverse pun menjadi salah...

Keep Reading

On Connectivity, Pameran Seni Bersama Besutan Kohesi Initiatives

Kohesi Initiatives menghadirkan On Connectivity, sebuah pameran bersama 25 perupa lintas generasi dan latar belakang. Menggarisbawahi hubungan manusia dan berbagai subjek di sekitar mereka seperti kesadaran kolektif, habitat, sejarah, dan...

Keep Reading