Dua Sosok Vokalis Hebat Berkolaborasi

Bagaimana jadinya jika dua pentolan band independen kenamaan melebur jadi satu? Tentu bakal banyak kejutan yang dihadirkan. Baru-baru ini vokalis cum multi-instrumentalis Sajama Cut, Marcel Thee dan vokalis Sigmun Haikal Azizi –yang juga bermain solo dengan moniker Bin Idris- telah membentuk sebuah duo musik yang dinamakan Nakatomi Plaza. Sebagai permulaannya, tepat hari Natal (25/12) kemarin mereka berdua melepas lagu tunggal perdananya yang bertajuk ‘Let the Midnight Come’.

Dirilis lewat panji Orange Cliff Records, sebuah label mandiri asal Bandung, single tersebut kini sudah bisa didengarkan di berbagai kanal pemutar musik digital. Lagu ini juga merupakan semacam hadiah liburan yang diberikan oleh Nakatomi Plaza. Di wilayah proses, lagu ini diciptakan oleh keduanya, dengan lirik gubahan Haikal. Marcel yang memainkan synthesizer, drum, dan vokal latar, dan Haikal yang mengisi vokal utama serta gitar ritem dan lead, ditemani oleh pemain bass Circarama, Kiting. Ragam nuansa musik pun hadir dalam lagu ini, mulai dari old-school industrial sampai dengan sentuhan post-punk/new wave.

“Proyek ini mengasyikkan karena saya mengerjakannya hampir tanpa beban. Semua bentuk awal lagu datang dari Marcel dalam bentuk beat dan layer-layer synth, saya tinggal meresponnya sesuka hati dengan vokal dan gitar,” ungkap Haikal

Meskipun pada awalnya, Haikal mengaku sempat “bingung” karena “kurang familiar dengan warna musiknya”, namun ia pun menemukan “banyak hal baru dari kolaborasi ini. Marcel Thee adalah mercusuar indie indonesia. Sebaliknya, Macel Thee menuturkan bahwa ia sendiri sudah lama menggandrungi musik-musik yang telah dibuat oleh Haikal.

“Gue sudah lama menjadi penggemar musik Haikal. Baik di Sigmun ataupun solo-nya, dia selalu membawakan sentuhan yang unik, tidak biasa, dan ‘berani.” Ungkap Marcel Thee

Menurut Marcel, ia mulai berpikir untuk mengajak Haikal kolaborasi setelah melihatnya tampil solo di Recollecting di tahun 2017, acara rutin yang di-host oleh Sajama Cut serta ruang kreatif Sunset Limited.

“Fandy Susanto, pemilik Sunset Limited, dan gue terkesima melihat permainan Haikal yang dinamis, padahal dia hanya mengandalkan gitar akustik dan beberapa efek,” ingat Marcel.

Nama Nakatomi Plaza sendiri diambil dari nama yang me-referensi lokasi dari film aksi legendaris tahun 1980-an, yakni film Die Hard. Bagi Marcel Thee, Nakatomi Plaza bukanlah projek musikal pertamanya di luar Sajama Cut. Sebelumnya ia pun terlibat di beberapa projek musik, diantaranya Strange Mountain, Roman Catholic Skulls, The Knife Club, The House of Faith and Mirrors. Ketika Haikal Azizi setuju untuk menjadi vokal utama di projek terbarunya ini, Marcel Thee mengaku senang mendapati kabar tersebut.

“Suaranya berkarakter, dan gue senang bahwa ada projek dimana penyanyinya bukan gue.” Ungkap Marcel

Di wilayah sampul, artwork single dikerjakan oleh artis kolase bernama Muchammad Rifqi atau yang lebih dikenal dengan nama DestroyxStairs. Di lain kesempatan, pemilik label Orange Cliff Records, Anindito Ariwandono mengatakan bahwa musik Nakatomi Plaza telah memberikan warna tersendiri. Ia menganalogikan musik yang dibuat oleh Nakatomi Plaza seperti momen nostalgia yang ia pun tak tahu nostalgia semacam apa yang dihadirkan.

“Mendengarkannya terasa seperti momen nostalgia yang saya sendiri tidak tahu nostalgia nya darimana – yang terbayangkan hanya playset Mighty Max dan karpet hotel bertabur serpihan coklat Kinder Surprise yang telah leleh, dan bukan karena nama Nakatomi Plaza itu sendiri karena saya belum pernah menonton Die Hard sebelumnya.” Pungkas Anindito

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Nakatomi Plaza

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading