Dua Empat Visualisasikan Album Mereka Lewat Film Pendek

Duo gitar jazz asal Jakarta, Dua Empat, telah merilis album penuh mereka, Head in the Cloudsawal Juli lalu. Kali ini, mereka memvisualisasikan album tersebut ke dalam film pendek dengan judul yang sama. Bersama Doa Mama Pictures, Dua Empat berhasil merangkum beberapa lagu di album teranyar mereka menjadi sebuah narasi visual yang relevan dengan masyarakat dewasa muda urban masa kini di Ibu Kota.

Adi Victory, sebagai sutradara dan penulis cerita, membagi Head in the Clouds menjadi tiga bagian. Di bagian pertama, sang pemeran wanita utama, Laiila (Alyssa Abidin) mengeluhkan masalah muda mudi kota besar kebanyakan. Pertama, ia berandai-andai menjadi burung agar terlepas dari kemacetan. Lagu yang dimainkan setelahnya adalah “Kepo”, bagian dari album Head in the Clouds di mana Dua Empat mengajak Nesia Ardi (Nona Ria) untuk mengisi vokal.

Lalu, Laiila pun mempermasalahkan “beberapa pertanyaan absurd” yang seringkali menghampiri kaum pekerja muda dan membuat mereka mempertanyakan lagi tujuan hidupnya.

“Anak Ibu Kota, umur 25, tiap hari Tangerang Jakarta,” nyanyi Asteriska dalam “Mau Jadi Apa?” yang diputar selanjutnya. ” Kumpul keluarga, semua bertanya, kamu nanti mau jadi apa?”

Beranjak ke bagian kedua, cerita berpindah pada bahasan kehilangan. Foto hitam putih orang tercinta yang biasa diletakkan di kuburan atau abu jenazah menjadi aspek visual penanda. “Surat dari Rumah” menjadi lagu yang selanjutnya diputar. Dalam lagu tersebut, Dua Empat kembali bekerja sama dengan Marini Nainggolan yang juga mengisi beberapa lagu dalam album ini dan dua lagu di album mereka sebelumnya, Two of a Kind.

Bagian ketiga bisa jadi menggambarkan harapan. Laiila bertemu dengan sesosok pria bernama Ale (Raditio Permadi) yang mencoba meluruskan semua kebingungannya.

“Enggak semua pertanyaan selalu ada jawabannya,” kata Ale.

Lagu yang selanjutnaya diputar adalah “Sense of Hope”. Khas Latin ke Jepang-Jepangan Mondo Gascaro begitu kentara di lagu ini.

Film ditutup dengan adegan Laiila dan Ale menari dengan iringan “Hello Bello”, di mana vokal Nesia Ardi kembali masuk.

Perlu diingat, bagian terakhir dinuka dengan tulisan Chapter 2 3/4, bukan Chapter 3. Mungkin, Adi Victory ingin menyampaikan pesan bahwa biarpun berakhir bahagia, itu mungkin baru awal dari hal yang baru dan hidup belum berakhir di sana.

“Film pendek ini hadir sebagai bentuk kontemplasi perilaku manusia yang hidup penuh dengan pemikiran, imajinasi, refleksi dan harapan. Pasti banyak pertanyaan dalam kehidupan manusia yang tidak ada jawabannya. Bahkan terkadang manusia suka menerka-nerka akan masa depan, akan apa yang akan terjadi dan banyak hal lainnya yang patut dipertanyakan,” tulis sang sutradaradalam siar pers.

Head in the Clouds menjadi album penuh ketiga duo Alvin Ghazalie dan Misi Lesar. Pada 2017, mereka merilis dua album berjudul Two of A Kind dan Swinging Down the Chimney.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Dua Empat

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading