Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album terakhirnya Eulogi masih hanya tersedia dalam format fisik.

“sebagai kabar lanjutan di awal tahun 2022, melalui pesan elektronik atau pribadi ini, senang rasanya kami untuk memberitahukan bahwa album perdana Semiotika Ruang (2015) dan mini album Gelombang Darat (2018) akan diluncurkan pada 23 Januari 2021 dalam bentuk Digital Music Streaming Service” tulis Semiotika dalam surat elektronik.

Sedikit kembali ke belakang. Album penuh Ruang (2015) sendiri merupakan debut album milik Semiotika yang dirilis pasca terbentuk tahun 2014. Lewat album ini setidaknya trio instrumental yang dihuni oleh Billy Maulana (gitar), Riri Perdiansyah (bass) dan Yudhistira (drum) menghadirkan tujuh nomor lagu nir-lirik, diantaranya; “Hulu Hilir”, “Gersang”, “Tunggu Terpejam”, “Sebagian Kecil Udara”, “Lepas”, “Seharusnya Hijau”, dan “Ruang”.

Semiotika Album RuangDari sisi produksi, nyaris semua proses penggarapan album Ruang dilakukan dikotanya sendiri, Jambi dan dibantu oleh beberapa entitas penting sepeti Raw Studios dan Bill & Toil Recordings. Diakui oleh Semiotika bahwa album Ruang adalah wujud ide dan inspirasi yang selalu hadir dalam setiap nyawa para personilnya. Menurut Semiotika, inspirasi adalah hal yang sangat penting dalam aspek kehidupan, layaknya manusia hidup yang memerlukan nafas, begitu pula sifat inspirasi apabila dilihat melalui kacamata Semiotika.

Sedangkan album Gelombang Darat (2018) album mini yang hanya berisi tiga nomor lagu; “Meniti Masa”, “Gelombang Darat”, dan “Delusi”. Dirilis via Rimauman Music pada 2018 lalu, album ini memiliki nilai sejarah yang cukup penting bagi Semiotika. Terinspirasi dan tercipta berkat dari rangkaian tur yang mereka lakukan pada tahun 2015 silam. Gelombang Darat bagi mereka adalah catatan tentang suasana, momentum, dan pengalaman dari perjalanan yang mereka lakukan. Dalam lagu ini mereka merefleksikan apa yang mereka rasakan dari pengalaman tur ternyata bisa menghadirkan lingkaran sosial pertemanan yang sangat luar biasa.

Semiotika Album Gelombang Darat

Khusus untuk nomor “Gelombang Darat”, Semiotika mengemas lagu instrumen tersebut ke dalam format video musik yang dirilis tahun 2020 lalu. Dalam pengerjaannya, Semiotika bekerja secara kolektif dengan beberapa teman, termasuk di dalamnya ada Gamal Istiyanto, seorang filmmaker asal Jambi yang sudah membuat beberapa film independen dan juga banyak terlibat di beberapa proyek film Hollywood.

           Baca juga: Berjejaring Itu Menyenangkan: Cerita Riri dari Semiotika di SXSW Festival 2018

Kini dua album esensial milik Semiotika sudah bisa kalian putar di kanal pemutar musik digital kesayangan kalian. Selamat mendengarkan! Dan jangan lupa beli selalu rilisan fisiknya.

           Baca juga: Semiotika dan Musik yang Mempengaruhi Proses Kreasinya

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Semiotika

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading