Digital Age Broadcaster Merayakan World Radio Day 2020

Nuart Sculpture Park, jalan Setraduta Raya Blok L 6, Bandung, dipadati pengunjung sejak pukul satu siang pada hari Kamis, tanggal 13 Februari, 2020. Tanggal yang disepakati UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) sebagai Hari Radio Sedunia. Keramaian yang hadir di area depan salah satu venue kesenian terbesar di Kota Bandung tersebut merupakan sebuah bentuk kerja sama berbagai pihak bertajuk DAB (Digital Age Broadcaster) yang diinisiasi oleh Norrm Radio dan Nuart Sculpture Park.

Sebuah perhelatan satu hari yang mencakup beragam program seperti spinning session, pertunjukan, listening session, hingga diskusi. Bukan mainnya, perhelatan DAB melibatkan beberapa radio online seperti Norrm Radio, Junks Radio, Paddygrooves Radio, Demajors Radio, dan Rururadio. Di samping itu, perhelatan DAB juga menghadirkan lebih dari 5 tenant F&B dan penampil di dua area berbeda seperti Alunan Nusantara, Jaques, Manirastar & Yussan AF, Kak Odin (Bengkimut dan Pustakalana), Tarawangsawelas, Munir, dan The Hollowcane.

(Perhelatan Digital Age Broadcaster di Nuart Sculpture Park, dok: Ardiles Klimarsen/Nuart Sculpture Park)

Memasuki area Nuart Sculpture Park, pengunjung dapat langsung memilih untuk menikmati panggung pertunjukan dan diskusi di area lobby, listening session di area coffee shop Copper and Brass lantai 2, atau spinning session dan F&B di area outdoor. Keseluruhan program berlangsung secara simultan, sehingga pengunjung memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi area depan Nuart Sculpture Park sambil mengalami perhelatan DAB. Saat sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, area lobby menghadirkan sebuah diskusi bertajuk Radio and the Act of Listening.

Diskusi ini melibatkan pembicara-pembicara seperti Ardo Ardhana (Norrm Radio), Asundana (Radio Mara Bandung 106,7 FM), Roni Falcon (Radio Ardan Bandung 105,9 FM), dan dimoderatori oleh Bob Edrian. Radio Mara dan Ardan merupakan bagian dari organisasi resmi PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia) Jawa Barat, dan masing-masing secara berurutan memperoleh penghargaan sebagai radio dewasa dan anak muda nomor 1 di Kota Bandung. Diskusi ini dimulai dengan pembahasan terkait karakteristik radio konvensional dan radio online, bagaimana keduanya memiliki pola kerja manajemen hingga alat produksi yang berbeda.

(Diskusi DAB bertajuk Radio and the Act of Listening, dok: Ardiles Klimarsen/Nuart Sculpture Park)

Pembahasan diskusi berlanjut pada bagaimana keduanya bekerja menjaring pendengar melalui produksi beragam program. Ardo Ardhana sebagai perwakilan Norrm Radio menyampaikan bahwa sejauh ini program radio yang ditawarkan oleh Norrm masih didominasi oleh program musik pilihan yang menghadirkan beragam individu dengan ketertarikan genre musik berbeda. Meskipun begitu, Norrm tetap memiliki program radio yang sifatnya dialog ataupun obrolan seperti program Sonic Philosophy. Berkebalikan dengan Norrm, radio konvensional masih menekankan persona (dalam hal ini, khususnya suara) dari penyiar radio.

Bagi radio konvensional, suara penyiar masih merupakan kekuatan utama radio untuk menjaring pendengarnya. Bahkan, menurut Roni Falcon, perwakilan dari Radio Ardan, sosok penyiar tidak lagi hanya diapresiasi dari jenis dan karakter suara, tetapi juga secara fisik dan visual. Fenomena tersebut diperkuat dengan adanya dorongan bagi radio konvensional untuk juga menampilkan siaran radio secara langsung melalui kanal-kanal video seperti Youtube ataupun Instagram Live.

(Sudut live spinning dari perhelatan DAB, dok: Ardiles Klimarsen/Nuart Sculpture Park)

Radio online, meskipun secara produksi dan konsistensi program masih belum tertata rapi seperti halnya radio konvensional, setidaknya memiliki keunggulan dalam hal menjaring pendengar. Radio konvensional dibatasi oleh teknologi pemancar yang membuat jangkauan pendengar terbatas di wilayah regional dan lokal. Meskipun hal tersebut sudah mulai diatasi dengan adanya teknologi live streaming di internet, radio online dianggap masih lebih potensial di ranah ini dikarenakan isi program yang lebih ‘global’ (lebih banyak pilihan musik tanpa kendala perbedaan bahasa negara tertentu). Diskusi Radio and the Act of Listening memicu beragam pertanyaan dari pengunjung yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru baik bagi radio-radio yang dianggap konvensional, maupun radio online.

Selepas program diskusi, pengunjung masih dapat menikmati listening session di area Coffee & Brass yang memutarkan siaran-siaran radio online di beberapa kota. Sekitar pukul 19.00 WIB, penampilan di atas panggung diisi oleh Tarawangsawelas dan ditutup dengan penampilan Hollowcane.

(Penampilan Hollowcane dalam perhelatan DAB, dok: Ardiles Klimarsen/Nuart Sculpture Park)

Perhelatan Digital Age Broadcaster tidak hanya menawarkan perayaan radio di seluruh dunia tetapi juga berupaya mendiskusikan ulang pola kerja, jejaring, hingga fungsi sosial dan komersial dari radio sebagai salah satu teknologi informasi yang hingga saat ini, di tengah derasnya laju informasi di media sosial atau internet secara umum, masih dianggap sangat signifikan. Bagaimana radio bisa bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Teks: Bob Edrian
Visual: Bob Edrian

Debut Kathmandu Dalam Kancah Musik Indonesia

Musisi duo terbaru di Indonesia telah lahir. Penyanyi bernama Basil Sini bersama seorang produser sekaligus multi-instrumentalist bernama Marco Hafiedz membentuk duo bernama KATHMANDU. Dengan genre Pop-Rock, KATHMANDU menyapa penikmat musik...

Keep Reading

Sisi Organik Scaller Dalam "Noises & Clarity"

Kabar baik datang dari Scaller yang baru saja merilis live session (8/7/23) yang kemudian diberi tajuk “Noises & Clarity”. Dalam video ini, grup musik asal Jakarta tersebut tampil membawakan 5...

Keep Reading

Single Ketiga Eleanor Whisper Menggunakan Bahasa Prancis

Grup Eleanor Whisper asal kota Medan yang telah hijrah ke Jakarta sejak 2019 ini resmi merilis single ke-3 yang diberi tajuk “Pour Moi”. Trio Ferri (Vocal/ Guitar), Dennisa (Vocals) &...

Keep Reading

Sajian Spektakuler KIG Live!

Umumkan kehadirannya sebagai pemain baru pada industri konser musik Indonesia, KIG LIVE yang merupakan bagian dari One Hundred Percent (OHP) Group menggelar acara peluncuran resmi yang juga menampilkan diskusi menarik...

Keep Reading