Debut Melankolis Space Comma Space

Merilis karya untuk pertama kali adalah hal yang paling membahagiakan dari seorang seniman, baik itu musisi, pelukis, atau apapun. Terkadang butuh waktu yang cukup lama untuk benar-benar berani mengambil sikap dalam merilis sebuah karya. Toh tidak ada waktu wajib kapan harus merilis, yang terpenting adalah karyamu nantinya bisa bermanfaat untuk orang banyak. Hal senada juga dirasakan oleh sebuah kolektif musik asal Jakarta yang bernama Space Comma Space. Setelah lama malang melintang di berbagai panggung musik, baik itu gigs atau pentas seni sekolah, pada akhirnya mereka berhasil melahirkan karya perdana mereka.

Band yang terbentuk di sekitar tahun 2014 ini pada awalnya merupakan ide besar dari dua orang yang bersahabat lama, mereka adalah Adil Akbar (vokal dan penulis lagu) dan Adiguna Palinrungi (multi-instrumental). Seperti anak muda kebanyakan, musik adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh keduanya, selain cinta dengan musik, kesamaan akan genre yang sama -dream pop, shoegaze, dan baroque pop- mereka pun melanjutkan perjalanan bersama dengan membentuk Space Comma Space, dengan mengeksplorasi rasa cinta terhadap ragam genre yang mereka gandrungi tersebut.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, mereka baru saja melahirkan anak tercinta mereka. Tak hanya satu, tapi dua sekaligus. Dinamai “Pale in Time dan Loveless Malaise”, Space Comma Space bertujuan untuk mengenalkan dua lagu ini serta memperkenalkan warna musik olahan mereka sendiri yang diberi nama Malleable Rock. Apa sih itu? Menurut mereka, warna baru ini disebut dengan musik rock yang dibentuk atas banyaknya referensi-referensi musik yang banyak warna dan kemudian dijadikan satu.

“Seperti di lagu Pale in Time yang terdengar ketukan 3/4 ala musik waltz dan klimaks penuh gitar elektrik dan synthesizer layaknya shoegazing sound. Sedangkan di lagu Loveless Malaise, terdengar perpaduan influence musik samba dan funk. Adapun pemilihan penggabungan dua lagu tersebut dalam ‘satu paket’ karena memiliki kesamaan tema dalam lirik, yaitu meditasi akan waktu dan perpisahan yang kental akan sudut pandang melankolis.” Tutur mereka.

Dalam pengerjaan, keduanya pun memutuskan untuk terjun secara langsung dalam pembuatan aransemen dan komposisi. Lalu untuk produksi rekaman, mereka juga dibantu oleh seorang teman yang bernama Rafi Krisananda yang bertugas untuk mengisi bebunyian drum di keseluruhan lagu. Untuk urusan visual, mulai dari desain layout dan foto yang akan dipergunakan untuk materi promosi, mereka juga mempercayakan semuanya ke Rafi. Oh ya, di lagu “Loveless Malaise” mereka dibantu oleh Lendmeamonk yang bertugas sebagai penyanyi latar, dengan menyumbangkan suara merdunya. Double single ini sebenarnya sudah direkam sejak tahun 2017 hingga 2019 di Als Studio oleh sound engineer Dimas Martokoesoemo, Wendi Arintyo, dan Refo Ramadhan. Proses mixing dilakukan oleh Dimas Martokoesoemo, sedangkan mastering oleh Tegara Hadinata.

Rilisnya double single -yang memerlukan kurang-lebih tiga tahun pengerjaan- oleh Space Comma Space ini juga terwujud atas bergabungnya Space Comma Space dengan Bureau Mantis. Sebagai rumah/label musik yang sebelumnya telah merilis EP bergenre hip-hop oleh Kink Yosev dan Tacbo. Pale in Time / Loveless Malaise menandakan rilisan pertama Bureau Mantis yang berformat grup musik. Diharapkan, rilisan ini menguatkan tujuan Bureau Mantis untuk menaungi beragam jenis musik tanpa batasan.

“Bureau Mantis sendiri adalah label rekaman independen yang berbasis di Jakarta Selatan. Berawal dari pertemanan semasa SMA, kami memiliki harapan sederhana untuk meninggalkan impresi kepada para pendengar. Impresi yang kami harapkan berusaha dituangkan melalui berbagai rilisan musik yang bersandar pada sisi melankolis dan naif, khas remaja. ” Tutur pihak Bureu Mantis

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Bureau Mantis

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading