Disaster Records Rilis Album Debut Perunggu dalam Format CD

Pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini memang membuat segala recana menjadi sulit terwujud. Namun bukan berarti berbagai kendala yang ada menyurutkan semangat para musisi untuk terus berkarya. Beragam rilisan menarik pun bergiliran datang. Di paruh pertama tahun ini, tepatnya di bulan Maret 2022, trio Perunggu telah melepas album debutnya yang bertajuk Memorandum. Rilisan album perdananya itu cukup mencuri perhatian. Tak berhenti hanya dirilis secara digital, baru-baru ini album tersebut dirilis ulang ke dalam format fisik cakram padat (CD) oleh label rekaman dari Bandung, Disaster Records.

Menurut grup yang dihuni oleh Adam Adenan (bass, kibor, piano, vokal latar), Ildo Hasman (dram, vokal latar) dan Maul Ibrahim (gitar, vokal utama) judul Memorandum sendiri merupakan kepanjangan dari memo, atau pengingat. Lebih jauh perunggu memaknainya sebagai catatan. Tema yang diambilpun cukup konseptual, yakni secara garis besar beririsan dengan hidup para personel ketika menginjak fase usia paruh baya bersama segala macam dinamika dan problematikanya. Gambaran-gambaran itu bisa kita simak di tiap lirik yang mereka ciptakan.

Seperti di nomor “Tarung Bebas” yang berkisah tentang kejadian baku hantam secara harfiah, kemudian “Canggih!” tentang kecintaan mereka terhadap musik, “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” tentang makna jatuh cinta seorang bapak yang baru dikaruniai anak, lalu “Membelah Belantara” tentang kritik sistem politik domestik, “Haru Paling Biru” tentang kesedihan yang mendalam, “Ini Abadi” tentang kisah percintaan hubungan jarak jauh, “Biang Lara” tentang kejujuran atas perasaan kecewa, “Per Hari Ini “tentang semangat kerja anak kantoran, “Kalibata, 2012” tentang kematian orang terdekat, “Prematur” tentang makna sebuah keinginan”, dan “33x” tentang pengingat atas diri sendiri.

Diceritakan, ide album ini bermula pada Februari 2020 sewaktu Adam Adenan tengah menempuh studi di Inggris dan proses kreatif terjadi lewat pengiriman demo mentah via surel. Tak lama berselang pandemi Covid-19 menghantam. Surutnya aktivitas membuat energi mencipta karya tidak terbendung, walhasil total 18 lagu berhasil tertulis selama masa itu.

Agar materi mentah mampu digarap secara rapi serta elegan, anak-anak Perunggu menggamit Giovanni Rahmadeva, penabuh dram unit indie rock Polka Wars yang telah ‘menemani’ Perunggu sejak pengerjaan EP Pendar (2020) sebagai produser album ini. Di tangan Giovanni Rahmadeva sejumlah lagu pun dikurasi demi mencapai kematangan..

Beberapa musisi tamu pun dihadirkan di album ini, diantaranya Dennis Ferdinand sebagai co-producer, lalu tiga gitaris Bima Errawan, Wiku Anindito, dan Lafa Pratomo yang membuat album Memorandum terasa lebih sempurna. Ada juga hara, penyanyi perempuan yang syahdu bersenandung untuk lagu “Prematur.”

Dengan pengerjaan yang cukup panjang, memperlihatkan kesungguhan Perunggu dalam memeluk kecintaan mereka terhadap musik. Seperti yang dikatakan oleh Maul bahwa musik adalah salah satu hal yang mustahil mereka tinggalkan.

“Musik adalah hal yang sama sekali tidak mungkin kami tinggalkan. Ini album yang dikerjakan dengan serius. Meskipun waktu dan biaya yang dikeluarkan cukup besar, lucunya kami tidak merasa rugi. Karena kami cinta mati sama musik, dan mengerjakan album ini membuat kami senang menjalani segala macam pengorbanannya,” pungkas Maul Ibrahim.

Pertanggal 24 Juni 2022 album penuh Memorandum dalam format CD sudah bisa kalian buru.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Disaster Records

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading