Death Vomit: Musik Ini Tidak Hanya Menyoal Tentang Darah dan Kengerian

Death Vomit yang digawangi oleh Sofyan Hadi (gitar/vokal), Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (drum), baru-baru ini resmi merilis album studio mereka yang ke-4 dan diberi judul “Dominion Over Creation” pada tanggal 29 Juli 2020 lalu yang bertempat di Balakosa Coffee Yogyakarta. Di album yang menampilkan 9 materi anyar ini, Death Vomit terdengar lebih bereksplorasi dalam penyuguhan warna baru ke dalam semua materi yang ada, terkhusus dalam pengerjaan tata suara & lirik. Hal ini pun juga diamini oleh Sofyan Hadi saat peluncuran album baru beberapa waktu yang lalu. Di album ini memang sangat terasa perbedaan yang cukup mencolok dari album sebelumnya yaitu “Forging a Legacy” yang telah dirilis di tahun 2014 silam. Untuk pengerjaan sendiri, album baru ini telah memasuki sesi rekaman sejak bulan Juli 2019 kemarin, dan tentu saja, album ini menjadi salah satu album metal yang sangat ditunggu perilisannya.

Dalam rencananya, Death Vomit berkeinginan untuk merayakan ulang tahun mereka yang ke-25 di tahun dengan menggelar sebuah konser tunggal yang disatukan dengan pesta perilisan dari album baru tersebut. Namun, seperti yang kita ketahui sendiri, kondisi yang ada (wabah Covid-19) sangat tidak memungkinkan untuk menggelar sebuah acara, rencana tersebut pun urung dijalankan, dan hanya menggelar sesi perilisan album dan penjualan dengan sangat sederhana. Demented Mind selaku label menyampaikan bahwa album terbaru Death Vomit ini dijual dengan bandrol Rp. 50.000,- dan sudah bisa langsung dipesan melalui lini masa mereka yaitu @deathvomitofficial atau @dementendmindrecord.

Death Vomit sendiri dibentuk pada pertengahan tahun 1995, di saat mereka muncul ke permukaan tersebut, beberapa rilisan demo tape telah dibuat, sebelum akhirnya mereka merilis debut mini album yang diberi nama “Eternalli Deprecated” di tahun 1999 silam dan diproduksi serta dirilis dengan mengusung etos Do It Yourself bersama label Demented Mind Records yang dikelola oleh Roy Agus sang drummer. Kemudian di tahun 2002, album tersebut kembali dirilis oleh Extreme Souls Production, dengan menaikkan jumlah dari rilisan yang ada dari sebelumnya. Selain Roy Agus, formasi album ini terdiri dari Sofyan Hadi (gitar), Ari (bass) dan almarhum Dwi Agung (vokal).

Untuk merayakan rilisnya album dan juga umur baru, kami mencoba untuk mengobrol beberapa hal. Silahkan disimak di bawah.

Halo mas Sofyan, selamat untuk perilisan album barunya. Apa kabarnya sekarang?

Halo juga. Alhamdulillah, DeathVomit baik-baik saja. Terima kasih juga untuk ucapannya buat album baru kami.

Menyoal album baru, ini menunjukkan bahwa geliat musik Death Metal di Jogja masih sangat bergairah. Kalau menurut mas Sofyan sendiri gimana kondisi di sana saat ini kalau kita membahas soal kancah Death Metal Jogjakarta?

Kancah Death Metal di Jogja masih bagus. Salah satunya karena beberapa band generasi sekarang mulai berproses pembuatan album. Beberapa event sempat digelar sebelum pandemi seperti Indonesia Death Fest Chapter Jogjakarta. Juga respon teman-teman kancah yang masih terus support untuk movement semacam ini. Death Vomit terbentuk 1995 dari komunitas Jogjakarta Corpse Grinder. Dari kumpulan pecinta musik dan rasa ingin mengapresiasikan, sehingga lahir beberapa band dari komunitas ini. Selain band juga bertambah banyaknya penikmat musik genre ini, dan sampai sekarang masih terus bertambah.

Untuk album baru ini, secara keseluruhan ada sesuatu yang baru yang dihadirkan. Boleh diceritakan tentang perjalanan produksi dari album ini?

Produksi album start bulan Juli sampai Desember2019. Prosesnya sama seperti album sebelumnya. Drum dulu direkam, kemudian bass, gitar 1 gitar 2, terakhir vokal. Prosesnya memang agak lama karena studio yang kami pakai belum sepenuhnya bisa diblok untuk recording. Selain itu di album ini juga lebih fokus ke tata ucap lirik, sehingga durasi rekaman vokal agak lama. Tidak ada perbedaan yang signifikan. Karena album baru ini juga pasti akan merujuk ke album lama sebagai salah satu referensinya. Yang membedakan per album hanya sebatas konsep besar dan mood lagu-lagu di dalamnya.

Secara garis besar album ini menceritakan tentang apa mas Sofyan?

Seorang umat Tuhan yang sangat taat, berperang membela Tuhannya. Tetapi berbalik menjadi kekecewaan setelah mengalami apa yang terjadi dengan dirinya dan keluarganya.

Oh ya, bagaimana peran dari Sinergi Live yang bertindak sebagai Eksekutif Produser untuk album ini?

Sinergi Live berkeinginan memberikan dukungannya supaya album ini bisa terealisasi. Itu terjadi ketika Death Vomit tengah melakukan proses rekaman.

death vomit dominion over creation

Di masa yang serba terbatas saat ini, untuk melangsungkan sebuah tur atau konser masih belum bisa untuk dilakukan. Untuk Death Vomit sendiri bagaimana mengakali hal tersebut?

Yang kami lakukan sekarang mengawal distribusi rilisan fisik album baru ini. Mungkin itu juga hikmah buat Death Vomit karena album ini kami rilis sendiri. Masih ada yang bisa kami lakukan di tengah pandemi sekarang ini. Untuk konser online, pernah menjadi wacana tapi  belum dicoba. Efektif tidaknya juga belum tahu. Tapi yang jelas konser band metal menurut kami memang harus ada sinergi dari band dengan energi penonton sehingga atmosfir konser menjadi hidup.

Kalian sudah sangat eksis sebagai band dalam jangka waktu yang tidak sebentar, dan telah menjadi sosok penting di kancah musik Death Metal Indonesia. Apa motor penggerak utama yang bisa membuat kalian bertahan?

Salah satunya mungkin karena kami tinggal di Jogja dengan kultur yang agak santai.Kami jalani saja, menikmati prosesnya. Ketika merasa jenuh, kami pending dulu semua urusan band. Mengalir saja, tidak harus memaksakan. Tidak terasa akhirnya sudah 25 tahun perjalanan Death Vomit. Dengan pencapaian yang sudah Death Vomit alami sekarang ada rasa bangga dan haru. Tidak pernah terbayang akan sampai sejauh ini. Hal yang menyenangkan salah satunya ketika di momen konser bisa bertemu dan menyapa teman-teman di Indonesia dan luar negara. Karena bagi saya, Death Vomit sudah menjadi sebuah keluarga.

Death Metal, hal menyenangkan apa yang ada di jenis musik ini?

Karena musik ini bisa menghantar emosi orang yang memang benar-benar suka. Death Metal tidak hanya menyoal tentang darah, kengerian, satanisme dan lain-lain, tetapi banyak orang bisa sedih bahkan menangis ketika mereka tahu lagu tersebut bercerita tentang misalnya kemanusiaan, penderitaan anak-anak, dan sebagainya. Death Vomit sudah memilih style dalam musik Death Metal. Itu yang seterusnya akan menjadi acuan dalam membuat album. Jika suatu saat menjadi tren pasar, tidak menjadi masalah bagi kami. Karena Death Vomit sudah melakukan itu dari awal.

Banyak panggung yang sudah dijajal oleh Death Vomit, yang paling berkesan dari semuanya itu apa kalau boleh tau? Alasannya?

Semua panggung berkesan, karena memang masing-masing mempunyai karakteristik dan atmosfir yang berbeda biarpun kami mungkin sudah bermain di venue dan tempat yang sama.

Terakhir, apa harapan besar mas Sofyan dan Death Vomit terhadap industri musik Indonesia?

Semoga industri musik Indonesia akan semakin maju yang salah satunya bisa berimbas ke kesadaran membeli rilisan fisik. Bagaimanapun juga membeli rilisan fisik adalah bentuk dukungan nyata ke musisi Indonesia. Selain itu kami berharap jangan ada diskriminasi aliran. Mau diakui atau tidak, band-band metal kita semakin hari bertambah banyak yang membawa nama harum Indonesia ke kancah metal internasional.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Death Vomit

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading

Penanda 2 Dekade Berkarya; St.loco Rilis Nirmala

Lama tidak terdengar memberikan rima yang membuat kancah musik tanah air bergetar, St.loco akhirnya menghembuskan kabar baik. Telah banyak yang mereka gores ke dalam lembaran kertas, tentang perjalanan panjang, dan...

Keep Reading