Dead Vertical Luncurkan Video Musik untuk Para Skateboarder

Sebagai permulaan di tahun 2021 dengan kondisi yang tentu belum baik-baik saja, di bulan Februari ini unit grindcore gaek asal Jakarta, Dead Vertical (DV) telah merilis video musik untuk nomor ’Kill The Wall’ yang diambil dari album ke-5 mereka, yakni album penuh bertajuk “XVII” yang dirilis di bawah panji Blackandje Records. Di video musik teranyarnya ini, DV sengaja menabrakkan antara konsep lirik lagu dengan konsep video musik. Singkat cerita, DV akhirnya memutuskan memproduksi sebuah video skateboard untuk menjadi sebuah video musik.

Alasan DV membuat video musik dengan format seperti ini amat sederhana, karena lagunya cepat, tanpa basa-basi & punk! Cocok untuk menemani telinga para skateboarder ketika bersenang-senang diatas papan skateboard saat meluncur dengan kecepatan tinggi layaknya trio Boybleh (gitar & vokal), Bonny (bass) dan Arya (drum) yang meluncur di atas tempo ‘Kill The Wall’.

Dalam video musik ini juga DV bekerja sama dengan Hibatul Rama & Okky Harleyano sebagai penggarap video musik. Dan tentu, mereka juga melibatkan salah satu persekutuan skateboard lokal yang bernama “Kendor Jaya”. Seluncuran & Maurietz lah salah dua nama skateboarder persekutuan tersebut yang memang DV percayakan untuk menjadi aktor di dalam frame.

Album “XVII” yang mencantumkan ‘Kill The Wall’ disalah satu treknya sendiri merupakan album kelima dari Dead Vertical. Judul album pun sebetulnnya sengaja dipilih sebagai penanda 17  tahun perjalanan Dead Vertical konsisten melaju di sirkuit musik bising. Mengikuti judul albumnya, Dead Vertical juga  menyajikan 17 lagu berkecepatan maksimum. Secara garis besar, album ini mengangkat tema yang lebih dekat persoalan kaum muda, dari soal kenakalan remaja hingga masalah sosial lainnya.

XVII merupakan album tercepat yang pernah dibuat oleh Dead Vertical. Proses produksi hingga album rampung tak sampai memakan waktu satu tahun. Mereka sengaja fokus menggarap album karena takut tak lagi memiliki waktu luang.

“Ini sejarah tercepat kamu dalam membuat album karena tidak sampai tahun. Jadi memang kami niatkan buat album. Karena yang sudah-sudah kebanyakan kalau buat album ada saja kendalanya. Memori sudah engga terlalu kuat, banyak skip, banyak kegiatan. Begitu banyak waktu luang langsung sikat,” ungkap Boybleh seperti dilansir dari Medcom.id.

Dead Vertical sendiri adalah salah satu unit musik keras gaek yang sudah terbentuk sejak akhir 2001. Dimulai dengan perkenalan di sub-scene musik keras di kawasan Jakarta Timur. Mereka mulai bermain dan berkarya dengan lagu sendiri pada tahun 2002 sampai sekarang. Musik yang mereka mainkan adalah campuran gaya grindcore Amerika & Eropa. Tempo yang agresif, sound berat, riff yang mudah didengar namun tetap berat, beratmosfir pemberontakan dan variasi tempo groovy serta lirik-lirik simbolis tajam bertema kenyataan sosial dalam kehidupan masyarakat menjadi ciri khas dalam karya-karya Dead Vertical. Dan layaknya band pada umumnya, Dead Vertical juga mengalami pergantian formasi. Tapi semenjak 2005 mereka solid bertahan dengan formasi trio yakni Boybleh (gitar & vokal), Bonny (bass) dan Arya (drum).

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Asip dari Dead Vertical

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading