Dave Grohl Tuangkan Kisah Bermusiknya Melalui Sebuah Memoar

Belum lama ini, Dave Grohl telah meluncurkan sebuah memoar bertajuk The Storyteller: Tales of Life and Music. Buku tersebut berisikan perjalanan bermusik Grohl bahkan jauh sebelum menggebuk drum sebagai sepertiga dari Nirvana. “Dari tumbuh di pinggiran Washington DC, hingga turun ke jalan (tur) pada usia 18 tahun, dan semua musik yang mengikutinya,” tulis Grohl dalam deksripsi di laman resmi bukunya.

Buku ini tercipta karena dukungan pandemi. “Saat pandemi tiba, tiba-tiba tidak ada yang bisa saya kerjakana dan itu membuat saya takut,” aku Grohl kepada The New York Times. Akhirnya, ia pun membuat sebuah laman Instagram yang memuat beberapa cerita pendek berisi pengalamannya yang akhirnya terangkum dalam  The Storyteller.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dave Grohl (@davestruestories)

Buku tersebut menceritakan banyak hal aneh dalam kehidupan rockstar Dave Grohl. Ia menceritakan tentang bagaimana ia memalsukan umur untuk ikut tur Scream sebagai drummer, bagaimana Foo Fighters terbentuk karena permainan papan Ouija, hingga sinestesia edisi LEGO versinya.

Grohl mengaku ia belum sempat memasukkan semua kisahnya dalam memoar ini. “Saya sudah menulis 350 halaman dan bahkan belum menyelipkan Foo Fighters, band saya selama 26 tahun,” tambah musisi multitalenta tersebut dalam sumber yang sama. “Saat Kau memasak sepanci besar cabai, Kamu bisa duduk dan melemparkan bumbu rempah seharian. Tapi suatu saat, Kamu harus berhenti dan membiarkannya terebus.”

Sebagai musisi, Dave Grohl sudah tiga dekade lebih berkarier. Selama itu, ia telah memenangkan 16 penghargaan Grammy dan ditunjuk sebagai Rock and Roll All of Famer dua kali. Kendati menulis adalah hal baru untuknya, ia mengaku bahwa prosesnya tidak begitu berbeda dengan apa yang telah ia kerjakan selama ini.

         Baca Juga: Ini Dia Alasan Dave Grohl Enggan Nyanyikan Lagu Nirvana

“Saat membuat rekaman, kita memiliki koleksi lagu. Kita mulai merekam. Kita mulai mendengar warna albumnya, dan kita tinggal mencari urutan yang sempurna dari awal hingga akhir. Itu yang terjadi saat aku menulis cerita. Saya mulai sadar yang mana lagu pertama, yang mana lagu terakhir, yang mana Side A, yang mana Side B, apa yang saya butuhkan, apa yang saya tidak punya, apa yang terlalu banyak saya punya.”

The Storyteller: Tales of Life and Music memulai debutnya sebagai menduduki No. 1 di daftar best seller nonfiksi New York Times. Memoar tersebut telah memasuki pekan kedua bertengger di sana.

Menulis bukan satu-satunya hal yang dilakukan Dave Grohl selain bermusik. Pentolan Foo Fighters ini juga pernah mensutradarai film dokumenter seperti Sound City (2013) dan serial pendek Sonic Highways (2014).

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading