Dari Palu, TweedeKind Luncurkan Karya Perdana

Masa pandemi yang cukup kelam di tahun 2020 kemarin, ternyata tidak hanya berdampak buruk. Banyak hal baik dan menarik yang juga lahir di era tersebut. Ada yang memanfaatkan keadaan tidak bisa berkegiatan ke mana-mana dengan mencipta karya dan membuat sebuah band. Hal tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda asal Palu, yang menamai diri mereka Tweedekind. Band yang dibentuk di 2020 ini beranggotakan Adit Yurino (vokal/gitar), Indra Sidega (bass), Ucil (gitar), dan Risky Nasir (drum).

Mungkin angka dua bagi band ini sangatlah spesial. Bila mencocoklogi, mereka dibentuk tahun 2020, arti Tweedekind yang diambil dari Bahasa Belanda adalah anak kedua, dan fakta yang menarik lagi yaitu para personil keseluruhan merupakan anak kedua di keluarga mereka masing-masing. Semoga saja karir mereka berada di nomor satu ya. Untuk musik sendiri, keempatnya sepaham dengan memainkan Pop Punk.

Musik yang mereka anggap sangat cocok untuk masa muda yang penuh kisah pertemanan, asmara dan berapi-api.

Di tahun keduanya atau lebih tepatnya 18 Juli 2022, mereka merilis single perdana yang diberi judul “Ingin Kembali”. Sebuah rangkuman menyoal cerita cinta seseorang yang cukup miris. Bagaimana tidak, orang tersebut telah berpisah dengan pasangannya, namun dirinya belum bisa move on, dikarenakan rasa suka dan sayangnya masihlah berlimpah. Dan kenapa miris? Dirinya tetap berharap agar hubungan mereka bisa kembali seperti sedia kala. Cukup menggambarkan fenomena yang kerap terjadi di kalangan anak muda, sebuah masa cinta yang penuh pergolakan dan godaan.

Untuk musiknya sendiri, mungkin mereka banyak terinpirasi oleh salah satu band Pop Punk populer dari Indonesia, hal ini bisa didengarkan di beberapa part. Namun hal itu tak mengurangi esensi karya mereka. Penulisan musiknya cukup menyenangkan untuk didengarkan, ciri khas Pop Punk yang walaupun bercerita sedih, tapi terbalut musik yang enerjik. Tapi sayangnya ada beberapa part instrument yang kurang terdengar jelas. Proses produksi lagu ini sendiri menurut mereka memakan waktu cuma satu bulan lamanya.

“Proses produksi dari lagu itu, kami bekerja sama dengan Labmusi Studio. Untuk prosesnya sendiri cukup singkat, karena keseluruhan materi dan konsep sudah kami matangkan di jauh jari. Jadi saat proses rekaman, tidak butuh waktu lama. Sat set sat set, jadi. Semoga suka hehe.” Tutur mereka.

Selesai di bagian indera pendengaran, sekarang berpindah ke indera penglihatan. Sebuah lagu pastinya terasa kurang bila tidak ditemani visual yang menarik mata dan hati. Untuk urusan itu, mereka mempercayakan Ramadhan dalam pengerjaannya. Maknanya sendiri menyiratkan sebuah ruangan dan beberapa barang yang memiliki kisah kenangan di masa pacaran dari pasangan yang diceritakan di lagu ini. Mau dibuang sayang, tidak dibuang bisa buat gagal move on.

Lagu ini sendiri sudah bisa didengarkan di berbagai layanan musik dalam jaringan. Dengarkan dan mari bergalau ria.

Teks: Adjust Purwatama (Bring Archive History)
Visual: Arsip dari Bring Archive History

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading