Dakwah Kemanusiaan Bilal Muhammad Lewat Syair Bukan Syiar

Prinsip yang beranggapan bahwa “antara kau bersama kami atau melawan kami” telah banyak menimbulkan keributan dan menutup ruang dialog sehingga yang muncul hanya caci maki tanpa arti dan lebih sering membawa kehancuran. Album syair bukan syiar ditulis sebagai sudut pandang orang yang berusaha memahami peristiwa dari semua sisi. orang yang hidup dalam nilai moral religius, orang yang hidup dengan pikiran yang lebih terbuka, orang yang sangat mempercayai ilmu pengetahuan sering kali menyimpulkan bahwa kita harus memilih antara satu hal dengan lainnya, padahal tidak harus seperti itu. Kita bisa tetap mematuhi aturan agama kita dan berkembang secara ilmu pengetahuan. Kita tetap bisa berkawan antar sesama tanpa meremehkan ajaran Tuhan, dan bila berbeda pendapat kita bisa berdialog untuk saling memahami bukan untuk membenarkan satu sama lain.

Bilal Muhammad sebagai orang yang tumbuh di keluarga muslim resah melihat kebisingan ini membuat kumpulan-kumpulan syair tentang bagaimana keraguan kita sebagai manusia yang sebenarnya membuat kita sering menyalahkan orang lain, ketidakmauan mencari ilmu yang membuat kita malas memahami orang lain dan memberikan label terhadap mereka. Maka terkumpulah syair-syair ini dalam album syair bukan syiar. Syair ini hanyalah cerita, statement, dan refleksi dari pandangan saya dalam fenomena terjadi bukan suatu syiar atau dakwah yang menyerukan pendengar untuk mengikuti apa yang diajarkan. Tak terbatas dalam tema itu saja di album ini Bilal juga menceritakan bagaimana pengalamannya sebagai orang yang kurang dapat bersosialisasi dengan baik serta pengalaman dimasa pembuatan album ini yang sebagian besar ditulis saat pandemi.

Dengan bantuan JuTa (Imajinary frank) dan Reffi Anggakara sebagai 2 produser musik utama (8 lagu) juga Eki Darmawan dan Bilal Muhammad sendiri (2 lagu) sebagai produser musik tambahan dalam album ini yang menghasilkan 10 Track dengan penuh soul dan menggabungkan sample base juga ketukan drum modern yang sangat jarang ada di skena hip hop Indonesia. Kolaborasi dari Rapper seperti ComboTrial dan JuTa juga menambah variasi sudut pandang dalam album ini. Petikan gitar dari Frei Efhraim dan Candra Riadiyanto dari Band peraukertas membuat beberapa lagu di album ini begitu organik. Ilustrasi Cover Album yang dibuat oleh Ajay Ahdiyat pun kian membuat album ini menjadi lebih artistik. Diharapkan pendengar album Syair bukan syiar dapat memahami isi dari syair, mendapatkan manfaat sesuai kebutuhan masing- masing, atau sekedar hanya ingin menikmati lagu-lagu yang terdapat dalam album syair bukan syiar.

Bilal Muhammad atau biasa dipanggil Bilal mulai menulis lagu rap sejak tahun 2007 dan telah berkelana di skena musik Indonesia khususnya skena hip-hop selama 10 tahun lebih. Sempat berhenti berkarya beberapa tahun dan kembali aktif bermusik pada tahun 2017, ia tergabung dalam proyek musik religi dibawah label musik positif dan Alfa Records sebagai penulis dan rapper. Salah satu pencapaiannya adalah menjadi salah satu penulis di lagu “Ampunkanlah” yang diproduseri oleh Malique Ex Too Phat (Malaysia) yang merupakan proyek dari 3 negara. Kembalinya Bilal Muhammad ke skena hip hop Indonesia adalah ketika pada tahun 2018 ia merilis single “Role Model”, “Tawa Sang penguasa” dan “Abu Abu” serta sebuah Mixtape berjudul “Manusia” yang membuatnya berpartisipasi mengisi line up event-event hip hop di Jakarta yang diadakan komunitas besar seperti Represent Jakarta dan Gardu House. Bilal juga terlibat dalam kolaborasi dengan beberapa musisi Hip Hop baik dalam dan luar Jakarta. Di tahun 2019 ia berkolaborasi dengan Tuantigabelas dalam lagu “Suara di Udara” serta menjadi salah satu finalist Go Ahead Challenge dan mendapat kesempatan tampil di Soundrenaline 2019, Soundsation 2019, dan menjadi opener dalam Launching Single Maliq & D’Essentials pada tahun 2020. Di tahun 2021 ini Bilal Muhammad merilis sebuah album dengan judul “Syair Bukan Syiar”.

 

Teks: Riki Rinaldi

Visual: Arsip dari Sweetspot Record

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading