Daftar Album Musik Indonesia Terbaik di Tahun 1995-2015

Pengarsipan musik di Indonesia menjadi suatu hal yang perlu serius untuk diperhatikan. Mengingat begitu masih minimnya sarana untuk mengakses data dan dokumen di masa lalu, terlebih dokumen tentang musik. Pada majalah Rolling Stone edisi November 2013, Alvin Yunata dari Irama Nusantara mengajukan pertanyaan yang menohok “Bagaimana mungkin membuat kajian musik Indonesia yang akurat tanpa data lengkap?.” Selain menjadi buku manual wajib bagi para pecita musik Indonesia, Buku “This Album Could Be Your Life: 50 Album Musik Terbaik Indonesia 1955-2015” yang sudah resmi beredar pada Sabtu (1/8) kemarin, mungkin bisa juga dijadikan salah satu jawaban dari pertanyaan Alvin. Mengingat upaya keras dan kesadaran tentang pentingnya literasi dan pengarsipan musik yang dilakukan oleh para penulis.  Selain untuk pengarsipan, buku ini pun dikemas secara komprehensif. Penggarapannya pun cukup lama, memakan waktu hampir 2 tahun.  

“Kami tidak mau buku ini hanya sekedar proyek pengarsipan, dan tim penulis yang juga merupakan anggota dewan juri juga mendapat tugas untuk menulis ulasan kritis-historis yang bisa memberikan konteks yang tepat bagi album-album penting tersebut” terang Elevation Book.

Buku ini merangkum 50 tulisan tentang 50 album musik dari rentang waktu 70 tahun, sedari musik populer Indonesia bermula, dari era label pribumi pertama Irama sampai dengan era milenium Aksara. 50 album musik yang masuk merupakan hasil dari focus group discussion yang dilakukan secara intens.   Tim dewan juri lintas profesi dengan kapasitasnya masing-masing menjadikan buku ini kian menarik untuk disimak. Diantaranya Budi Warsito (pustakawan musik dari Kineruku Bandung) Harlan Boer (seorang seniman musik indie dan penulis musik), Idhar Resmadi (dosen dan penulis musik dari bandung), Taufiq Rahman (penulis musik dan pendiri label indie Elevation Records), Wahyu Nugroho (vokalis dan pemain bass Bangkutaman), dan Samack (seorang penulis musik dan penggiat skena metal dari Malang). Tak hanya karya musik yang akrab dan karib dengan major label seperti Koes Plus, Dewa 19, Chrisye maupun Fariz RM, Godbless dan AKA. Dewan juri pun berusaha sangat keras untuk menimbang perlunya kehadiran seniman-seniman indie dan musisi-musisi yang kini nyaris terlupakan seperti Gombloh, Igor Tamerlan dan Semakbelukar.

This Album Could Be Your Life: 50 Album Terbaik Indonesia 1955 - 2015

“Memang ada semacam affirmative action untuk memberikan tempat yang lebih proporsional terhadap band-band dan musisi-musisi independen dan underdog, yang tidak hanya meramu album-album bermutu namun juga menananmkanpengaruh yang begitu dalam. Kami juga berusaha sangat keras untuk memberi ruang untuk affirmative action yang sama untuk seniman-seniman dan musisi perempuan agar lebih terwakili di daftar ini.” pungkas Elevation Book dalam siaran persnya.

Tak ketinggalan, selain keenam penulis, sutradara kawakan Riri Riza (yang juga adalah seorang musisi di usia muda) turut menuangkan tulisannya dalam prakata untuk set the scene bagi perjalanan musik populer Indonesia yang terangkum dalam buku ini. Selain tulisan essai, buku ini pun didukung dengan 100 foto resolusi tinggi karya fotografer Jez O’Hare yang menambah buku kian semarak. Elevation Book adalah jawaban tentang kegelisahan akan minimnya literature musik di Indonesia. Ia terbilang salah satu penerbit yang konsisten menerbitkan buku tentang musik yang bermutu.. Katakanlah Boombox Usai Menyalak karya Heri ‘Ucok’ Sutresna, atau  Lokasi Tidak Ditemukan (Mencari  Rock and Roll Sampai 15.000 Kilometer) karya Taufiq Rahman yang kaya akan data dan enak dibaca. Belum lagi buku-buku terbitannya yang lain. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Elevation Books

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading