Curhat Soal Pandemi, Littlefingers Rilis Blue Light

Mengeluh adalah hal yang paling manusiawi dikala sulit, pun ketika masa pandemi seperti sekarang dimana banyak dari kita mungkin sudah lelah dan berharap agar wabah ini cepat berakhir. Namun, mengeluh dan berharap saja agaknya tidak akan merubah apapun. Setidaknya, bagi Littlefingers, trio elektonik jazz asal Jakarta, dalam kondisi yang serba sulit ini mereka dapat menjadikannya sebagai inspirasi dan mencurahkannya ke dalam lagu, seperti curahannya dalam karya teranyarnya bertajuk ‘Blue Light’ yang dirilis pada 6 November 2020.

Dalam single-nya ini Littlefingers menghadirkan musik tanpa lirik. Bermula sayup suara keyboard dan lalu disusul dengan ketukan drum, dan mulailah lagu ini bercerita dengan bahasa musikal mengenai kondisi pandemi, dimana orang-orang telah dipaksa untuk berjarak secara fisik, dan piranti teknologi semisal komputer telah cukup membantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berinteraksi dengan orang-orang maupun membantu dalam bekerja. Secara  khusus single ini didedikasikan kepada orang-orang yang harus berdiam di rumah, termasuk Littlefigers sendiri dimana mereka berkarya dari rumahnya masing-masing.

album artwork littlefingers blue light

“Dampak pandemi ini udah kena ke semua orang, dan kita musisi adalah salah satu yang terasa banget imbasnya. Sebagai seniman dan musisi, kita punya kewajiban buat membantu orang melewati masa-masa sulit ini lewat karya-karya kita, dan Blue Light adalah tribute untuk orang-orang yang harus bekerja dari rumah, berjam-jam di depan layar, dan untung dengan adanya teknologi, kita juga masih bisa bekerja dan berhubungan dengan orang-orang lewat komputer. Ini juga sebuah privilege buat kita, Littlefingers, masih bisa berkarya dari rumah masing-masing dan hasilnya bisa dinikmati di rumah masing-masing juga,”

Tak hanya ‘Blue Light’, unit pendatang baru yang beranggotakan Chika Olivia (keyboard), Tjadika (bass), dan David Halim (Drum) ini setidaknya sudah melepas beberapa karya dan juga kerap berkolaborasi bersama musisi lain, semisal dalam lagu ‘Can Good Things Last Forever?’ ia berkolaborasi dengan Natania Karin, ‘Ready Player One’ bersama Nathania Jualim, dan kolaborasi terakhirnya bersama DJ/produser Kenny Garbriel dalam single ‘Ready Player One Remix’. Namun, dalam lagu nir lirik ‘Blue Light’, Littlefingers tidak mengajak musisi lain untuk berkolaborasi, dalam hal ini sepenuhnya mereka memegang kendali atas karyanya sekaligus mengukuhkan identitasnya.

Di sisi produksi, ‘Blue Light’ direkam di Roemahiponk Music Studio oleh Irene Edmar sedangkan tahap mixing dan mastering ditangani oleh Ivan Gojaya, Ivan Gojaya sendiri adalah seseorang yang sudah lebih dari satu dekade bergelut di bidang produksi musik dan audio, baik sebagai produser ataupun engineer serta telah bekerja dengan beragam performer dari berbagai genre, mulai dari Titiek Puspa, GAC, Matthew Sayersz, hingga Rich Brian, NIKI, dan Ramengvrl. Dari segi visual sendiri, artwork digarap oleh Raphaela Vannya dan foto oleh Ristiana Eteng dan didistribusikan oleh Believe Music Indonesia. Littlefingers sendiri mengawali perjalanannya di belantara industri musik Indonesia pada Januari 2020. Sepanjang perjalanannya tersebut mereka telah berhasil mencuri perhatian para awak media dan para pendengar musik di Indonesia.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Littlefingers

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading