Creeper Rilis Videoklip dan Bercerita Tentang Album Keduanya

Roe dan rekannya, Annabelle, tengah berkendara melintasi jalan raya Amerika yang luas lagi sunyi. Keheningan semakin terasa dalam perjalanan mereka saat keduanya diselimuti kelamnya masa lalu. Untuk kelanjutan cerita suram ini bisa Anda tonton sendiri dalam videoklip dari lagu mereka yang berjudul “Poisoned Heart” milik band punk asal Inggris Creeper yang baru saja mereka rilis pekan lalu. Video klip ini sendiri disutradarai oleh Oscar Sansom yang sebelumnya juga pernah bekerja sama dengan Biffy Clyro dan band dari Skotlandia yaitu Chvrches. Sementara itu, menyangkut lagu yang masuk track album Sex, Death & The Infinite Void tersebut, sang vokalis Will Gould mengatakan dalam kidung ini dirinya bereksperimen menyusupkan nada bariton.

“Nada dalam lagu ini terinspirasi oleh Leonard Cohen (penyanyi bariton asal Kanada) dan Nick Cave (komposer dari Australia), di mana saya berusaya menyanyi dengan cara yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Terinspirasi oleh dua sosok tersebut, saya berusaha untuk bernyanyi dengan cara yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya, menggabungkan dua hal itu dengan kebiasaan yang telah kami lakukan melalui piano dan gitar akustik. Lirik lagu di sini pun memiliki kesan berbeda dengan narasi yang kami bangun.” Kata Gould yang memerankan tokoh Roe dalam video klip itu dan yang menulis sendiri liriknya saat diwawancara majalah musik New Musical Express atau NME.

Adapun Album Sex, Death & The Infinite Void sendiri kebanyakan berisi lagu-lagu yang berkisah cinta yang berakhir dengan pembunuhan dan kejahatan yang membawa petaka kematian. “Ditambah ada pula lagu yang bercerita tentang seseorang yang berusaha melepaskan diri dari candu alkohol,” ujar Gould melanjutkan. Gould menyatakan pula judul album Sex, Death & The Infinite Void adalah yang paling sesuai dengan pengalaman hidup semua orang. Di samping itu, judul album terbarunya ini juga punya makna yang sangat spesifik bagi bandnya, tapi dirinya juga terbuka untuk siapapun yang memiliki penafsiran berbeda.

   

Mengenai album kedua Creeper yang baru keluar pada akhir Juli 2020 itu jurnalis musik NME Dannii Leivers memberi penilaian positif, dan sependapat dengan Gloud bila Sex, Death & The Infinite Void memang sebagian besar lirik lagu-lagunya berbicara masa lalu suram yang dialami banyak orang. “Album yang penuh ambisi dan sangat bernuansa,” tulis Dannii dalam reviewnya beberapa waktu lalu. Unsur gothic bukanlah hal baru bagi Creeper dalam lagu-lagunya. Setidaknya, album debut mereka Eternity, In Your Arms yang dirilis pada 2017 silam punya narasi yang tak jauh berbeda. Dannii memandang nuansa gelap ini sengaja mereka ciptakan untuk mengarahkan para penggemarnya pada petualangan hidup yang mengerikan.

Walau banyak kalangan musik menganggap lirik lagu-lagunya berani dan menantang, tapi Dannii melihat justru inilah yang menjadikan Creeper berbeda dari band punk lainnya. “Harapannya ke depan band ini dapat menggali lebih dalam sisi gelap kehidupan pada lirik-liriknya,” tulis Dannii menambahkan.

“Lagu ini adalah yang pertama kami tulis di mana kami bereksperimen dengan vokal utama bariton.

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip Creeper

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading